Kerusuhan Pecah di Penjara, 10 Orang Tewas Termasuk Pengunjung
Sebuah insiden tragis terjadi di Penjara Nusantara Barat pada Rabu (15/3) siang, menewaskan sepuluh orang termasuk seorang pengunjung. Kerusuhan pecah sekitar pukul 13.30 WIB saat kunjungan keluarga berlangsung, menurut keterangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jawa Barat, Ahmad Fauzi.
Kerusuhan yang diduga dipicu oleh perselisihan antara narapidana dengan pengunjung ini berlangsung cukup singkat namun menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Menurut Fauzi, insiden tersebut bermula saat seorang narapidana bernama Budi Santoso (35) terlibat cekcok dengan seorang pengunjung yang diketahui sebagai saudaranya sendiri.
"Awalnya hanya cekcok verbal, namun kemudian eskalasi menjadi perkelahian yang melibatkan beberapa narapidana lain," jelas Fauzi dalam konferensi pers yang digelar di luar gedung penjara.
Kronologi Insiden
Saksi mata yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian mengungkapkan kronologi lengkap insiden tersebut. Menurutnya, insiden dimulai ketika Budi Santoso yang sedang menjalani hukuman penjara 15 tahun karena kasus narkoba, bertemu dengan saudaranya yang datang berkunjung.
"Pertemuan itu berlangsung normal di awal, namun tiba-tiba mereka berdua terlibat cekcok keras. Isinya tidak jelas, tapi sepertinya ada masalah keluarga," ujar salah satu saksi mata, Ahmad (40), yang merupakan narapidana lain.
Saksi menambahkan, cekcok tersebut kemudian memicu adu jotos antara Budi dan saudaranya. Beberapa narapidana lain yang berada di lokasi kunjangan turut campur dan memihak Budi. Situasi menjadi tidak terkendali ketika penjaga penjara berusaha membubarkan kerumunan.
"Beberapa narapidana lain ikut menyerang penjaga dan merebut senjata api mereka. Tembakan pertama terdengar dari arah penjaga, lalu direspons oleh narapidana yang berhasil merebut senjata," cerita Ahmad yang tampak lesa setelah dievakuasi.
Korban dan Evakuasi
Dari informasi yang dihimpun, korban tewas terdiri dari delapan narapidana, satu pengunjung, dan satu penjaga. Korban pengunjung diketahui adalah saudara Budi Santoso yang tewas tertembak di dada. Sementara itu, penjaga yang tewas adalah Brigadir Surya (28) yang berhasil menembak dua narapidana sebelum akhirnya tewas ditusuk oleh narapidana lain.
Respons Pihak Berwenang
Setelah situasi dinyatakan aman oleh pihak keamanan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB mengatakan akan membentuk tim independen untuk menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh.
Dirjen Pemasyarakatan I Wayan Dasmana mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan mental semua narapidana yang terlibat dalam insiden dan memberikan bantuan hukum bagi narapidana yang menjadi korban.
Sementara itu, pihak kepolisian sudah menetapkan tiga narapidana sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Mereka akan ditahan terpisah di sel tahanan Mapolres Bandung Barat gunakan proses penyidikan lebih lanjut.
Perbaikan Sistem Keamanan
Insiden ini menunjukkan adanya kelemahan sistem keamanan di penjara, terutama saat proses kunjungan keluarga. Sejumlah pakar hukum dan hak asasi manusia (HAM) menyoroti perlunya evaluasi mendalam terkait prosedur kunjungan di penjara.
Menanggapi hal ini, Kemenkumham menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap seluruh sistem keamanan di penjara, termasuk penempatan penjaga, penggunaan teknologi pengawasan, dan pelatihan bagi petugas penjara dalam menghadapi situasi darurat.
Saat ini, pihak penjara masih dalam proses investigasi internal dan menunggu hasil otopsi dari korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian mereka. Seluruh aktivitas kunjangan di Penjara Nusantara Barat ditunda sementara waktu hingga ada kepastian lebih lanjut dari pihak berwenang.
Komentar (0)