30, 2026
Nasional

Polisi Ekshumasi Jasad Pria 60 Tahun di Bogor, Ternyata Korban Pembunuhan

Polisi melakukan ekshumasi jasad pria berinisial H di Bogor. Hasilnya, diduga korban meninggal karena pembunuhan dengan bekas luka dari senjata tajam.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polisi Ekshumasi Jasad Pria 60 Tahun di Bogor, Ternyata Korban Pembunuhan

Polisi Ekshumasi Jasad Pria 60 Tahun di Bogor, Ternyata Korban Pembunuhan

Tim forensik Polres Bogor melakukan ekshumasi jenazah pria berusia 60 tahun di pemakaman umum Desa Cibadak, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/3). Proses penggalian jenazah tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari keluarga korban yang curiga kematian pria bernama Surya (60) tersebut tidak wajar beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKBP Budi Santoso mengungkapkan bahwa ekshumasi dilakukan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi yang menunjukkan adanya indikasi pembunuhan pada korban. "Setelah memeriksa beberapa saksi dan menemukan beberapa bukti fisik di TKP, kami menduga adanya unsur pembunuhan dalam kasus ini. Oleh karena itu, kami melakukan ekshumasi untuk mendapatkan bukti forensis yang lebih kuat," jelas Budi Santoso.

Proses Ekshumasi dan Hasil Awal

Proses ekshumasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dibuka secara res oleh Kapolres Bogor AKBP Eko Priyo Wibowo. Tim dokter forensik dari RS Polri Kramat Jati Jakarta yang dipimpin dr. Herry Yusuf langsung memeriksa jenazah korban yang telah digali dari dalam kuburan.

Proses ekshumasi berlangsung sekitar dua jam dengan dibantu puluhan anggota Polres Bogor yang menjaga ketertiban di sekitar lokasi. Selama proses berlangsung, tim forensik mengambil sampel darah, rambut, kuku, serta beberapa bagian tubuh korban untuk diperiksa di laboratorium.

Setelah jenazah sepenuhnya dikeluarkan dari kuburan, tim forensik melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, terliat beberapa luka memar di bagian kepala dan dada korban. "Ada beberapa luka memar yang cukup menonjol di bagian kepala korban. Ini menjadi salah satu fokus perhatian kami dalam penyelidikan lebih lanjut," ujar dr. Herry Yusuf.

Kronologi Kematian dan Penyidikan

Berdasarkan keterangan keluarga, Surya ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Kamis (2/3) lalu. Saat itu, korban dalam kondisi tergeletak di lantai dengan kondisi tidak sadar. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit, namun Surya dinyatakan sudah meninggal dunia oleh tim medis.

Kepala Bidang Humas Polres Bogor, Kompol Yusuf melaporkan bahwa awalnya kematian Surya diduga karena sakit yang diderita selama ini. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik RS Polri, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Keluarga korban awalnya mengira kematian Surya disebabkan oleh sakit yang sudah lama dialaminya. Namun, setelah dilaporkan ke polisi dan kami melakukan penyelidikan, kami menemukan beberapa bukti yang tidak konsisten dengan keterangan tersebut," jelas Yusuf.

Pelaku Masih Buron

Polisi saat ini masih menyelidiki kasus pembunuhan ini dengan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, namun telah mengidentifikasi beberapa orang yang menjadi saksi penting.

Polisi juga meminta masyarakat yang memiliki informasi seputar kasus ini untuk segera melapor ke polisi. "Setiap informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kami dalam proses penyelidikan ini," tambah Budi.

Reaksi Keluarga

Keluarga korban yang hadir di lokasi ekshumasi terlihat sangat sedih dan shock mengetahui bahwa kematian Surya bukanlah karena sakit melainkan akibat pembunuhan. Istri korban, Siti (58), terlihat menangis histeris saat melihat jenazah suami diekshumasi.

Anak korban, Budi (32), mengaku shock dengan informasi ini. Ia berharap polisi bisa segera menangkap pelaku pembunuhan ayahnya. "Kami hanya ingin keadilan. Ayah kami tidak pernah bermusuhan dengan siapa pun, jadi kami tidak tahu motif pembunuhan ini," ujar Budi.

Ekshumasi jenazah Surya dilakukan guna mendapatkan bukti forensis yang kuat untuk mendukung proses penyidikan kasus pembunuhan ini. Polisi berjanji akan terus mengungkap kasus ini hingga pelaku pembunuhan bisa ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter