19, 2026
Nasional

Pramono: Jakarta Peringkat 15 Transportasi Terbaik di Dunia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/19/6ad5d0b4513b5-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung-wibowo_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengumumkan bahwa Jakarta menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan sistem transportasi terbaik di dunia. Capaian tersebut disampaikan Pramono sebagai hasil penilaian sejumlah indikator kinerja transportasi publik yang mencakup keterjangkauan, integrasi antarmoda, kenyamanan, hingga tingkat penggunaan angkutan umum oleh warga.

Menurut Pramono, posisi itu menempatkan Jakarta sejajar dengan sejumlah kota besar dunia yang lebih dulu membangun sistem transportasi massal. Ia menilai pencapaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari upaya panjang pemerintah provinsi bersama operator angkutan umum, pemerintah pusat, dan masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Peringkat yang Dibanggakan, Sekaligus Pengingat

Pramono menyampaikan hal itu di hadapan sejumlah pejabat dan pelaku sektor transportasi. Ia menegaskan, peringkat ke-15 dunia merupakan modal untuk mendorong perbaikan lebih lanjut, bukan alasan untuk berpuas diri. Sebab, masih banyak persoalan mendasar yang harus diselesaikan, terutama soal konektivitas antara kawasan permukiman dan titik-titik layanan angkutan umum.

Ia meminta jajarannya menjadikan capaian tersebut sebagai tolok ukur dalam menyusun kebijakan transportasi ke depan. Menurutnya, penilaian internasional tidak hanya melihat ada atau tidaknya moda transportasi massal, tetapi juga seberapa mudah warga mengakses layanan tersebut, seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan, dan seberapa andal jadwal yang tersedia.

Dalam sejumlah kesempatan, Pramono menekankan pentingnya integrasi sebagai kunci. Jakarta telah memiliki beragam moda, mulai dari TransJakarta, MRT, LRT, KRL Commuter Line, hingga angkutan pengumpan. Namun, integrasi yang belum sepenuhnya mulus membuat sebagian warga masih memilih kendaraan pribadi karena dianggap lebih praktis.

Integrasi Antarmoda sebagai Prioritas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan integrasi antarmoda sebagai program prioritas. Salah satu instrumennya adalah sistem pembayaran tunggal yang memungkinkan penumpang berpindah moda tanpa harus membeli tiket berulang. Selain itu, sejumlah halte dan stasiun terus dibenahi agar memudahkan perpindahan penumpang, termasuk penyediaan jalur pejalan kaki yang aman dan fasilitas bagi pengguna sepeda.

Pramono menilai integrasi tarif menjadi salah satu faktor yang menentukan daya tarik angkutan umum. Warga, kata dia, cenderung memilih transportasi publik apabila biaya perjalanan keseluruhan lebih murah dan waktu tempuh lebih dapat diprediksi dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, kebijakan tarif terpadu dinilai perlu terus dijaga keberlanjutannya.

Selain tarif, ketersediaan armada menjadi sorotan. Pemerintah provinsi berupaya menambah jumlah armada dan memperluas jangkauan layanan pengumpan hingga ke kawasan permukiman padat yang selama ini belum terlayani optimal. Penambahan armada diarahkan pada rute-rute dengan tingkat permintaan tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Tantangan yang Masih Membentang

Meski mencatat kemajuan, Jakarta masih menghadapi persoalan klasik: kemacetan pada jam sibuk, polusi udara, dan ketergantungan tinggi pada kendaraan pribadi. Pramono mengakui bahwa perpindahan moda tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Dibutuhkan perubahan kebiasaan masyarakat yang didukung oleh layanan yang benar-benar andal.

Kualitas layanan di tingkat mikro juga menjadi pekerjaan rumah. Beberapa titik masih dikeluhkan warga, mulai dari jarak antarlayanan yang jauh, kondisi trotoar yang belum ramah bagi penyandang disabilitas, hingga waktu tunggu yang tidak konsisten. Pemerintah provinsi menyatakan tengah memetakan keluhan tersebut untuk ditindaklanjuti bersama para operator.

Pramono juga menyoroti pentingnya keselamatan dan keamanan penumpang, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Fasilitas penerangan, pengawasan melalui kamera, serta kehadiran petugas di halte dan stasiun disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan rasa aman pengguna angkutan umum.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, pemerintah provinsi menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum perbaikan. Salah satunya adalah penambahan armada bus listrik secara bertahap guna mengurangi emisi dari sektor transportasi. Selain itu, pengembangan kawasan berorientasi transit terus didorong agar aktivitas warga terkonsentrasi di sekitar simpul transportasi.

Pramono berharap proyek-proyek transportasi massal yang tengah berjalan dapat selesai sesuai jadwal sehingga jaringan layanan semakin rapat. Menurutnya, peringkat ke-15 dunia bukan titik akhir, melainkan pijakan untuk menargetkan posisi yang lebih baik pada penilaian berikutnya.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi, ikut berkontribusi melalui kajian dan inovasi di sektor transportasi. Pramono menegaskan, keberhasilan sebuah sistem transportasi tidak diukur semata dari peringkat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan warga dalam perjalanan sehari-hari.

"Peringkat itu penting sebagai pengakuan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana warga Jakarta merasakan layanan yang lebih mudah, murah, dan nyaman," kata Pramono.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter