02, 2026
Nasional

Profil dan Rekam Jejak Karir Rocky Gerung, Anggota Wantimpres yang Baru Dilantik Prabowo

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/09/19/68cce30ce0ea3-rocky-gerung_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier intelektual yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengamat filsafat, akademisi, dan komentator politik. Posisi itu menempatkannya dalam lingkaran penasihat kepala negara, sebuah peran yang menuntut pertimbangan strategis di tengah dinamika pemerintahan.

Latar Belakang Akademik dan Intelektual

Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dengan peminatan filsafat. Gelar doktor diraihnya dari universitas yang sama setelah menyelesaikan disertasi yang mengangkat tema kritik atas rasionalitas instrumental. Pendidikan formalnya itu menjadi fondasi bagi cara berpikirnya yang sistematis dan kritis terhadap berbagai persoalan publik.

Sebagai akademisi, ia lama mengabdikan diri di almamaternya. Ia mengajar mata kuliah filsafat, logika, dan teori sosial. Gaya pengajarannya dikenal membuka ruang diskusi, bukan sekadar transfer pengetahuan. Mahasiswa yang pernah dibimbingnya menyebut sosoknya sebagai pendorong berpikir mandiri. Di lingkungan kampus, ia juga aktif dalam berbagai forum diskusi yang membahas hubungan antara kekuasaan, pengetahuan, dan masyarakat.

Selain mengajar, Rocky tercatat sebagai pendiri beberapa komunitas intelektual. Ia terlibat dalam lembaga kajian yang fokus pada filsafat dan isu-isu kebangsaan. Kegiatan itu membuat namanya semakin dikenal di kalangan akademisi dan aktivis. Ia juga kerap menjadi pembicara dalam seminar nasional maupun internasional, membahas demokrasi, hak asasi manusia, dan etika publik.

Karier sebagai Pengamat dan Komentator Publik

Nama Rocky Gerung mulai meluas ke ruang publik ketika ia rajin tampil di berbagai diskusi daring dan program televisi. Ia dikenal karena gaya bicaranya yang tajam, sering menggunakan istilah filsafat untuk membedah persoalan politik praktis. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah, termasuk pada masa-masa sebelumnya, membuatnya menjadi figur yang diperhitungkan dalam wacana publik.

Ia tidak jarang menyoroti persoalan kebebasan berpendapat, penyalahgunaan kekuasaan, hingga politik identitas. Pandangannya sering menimbulkan perdebatan, baik di kalangan pendukung maupun penentangnya. Meski demikian, kehadirannya memberi warna pada diskursus politik nasional yang kerap dangkal. Banyak pihak menilai ia mampu menerjemahkan gagasan-gagasan besar menjadi bahasa yang bisa dicerna masyarakat luas.

Di sisi lain, kiprahnya tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pernyataannya sempat menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Ia pernah dilaporkan ke pihak berwenang terkait ucapannya yang dianggap menyinggung. Namun, ia tetap konsisten mempertahankan pendiriannya sebagai bagian dari kebebasan akademik dan kebebasan berekspresi.

Rekam Jejak Organisasi dan Aktivisme

Selain dunia akademik dan media, Rocky Gerung memiliki pengalaman dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan. Kegiatannya mencakup pelatihan literasi politik bagi generasi muda, serta advokasi kebijakan yang berpihak pada kelompok marjinal.

Ia juga aktif dalam jaringan intelektual yang mengkaji hubungan antarnegara, terutama dalam konteks Asia Tenggara. Keterlibatannya itu memberinya perspektif luas tentang posisi Indonesia di kancah global. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan tugas Wantimpres yang membutuhkan wawasan strategis, bukan hanya soal dalam negeri.

Dalam beberapa kesempatan, ia menyampaikan pandangan tentang pentingnya negara hadir untuk melindungi warga. Menurutnya, kebijakan publik harus berpijak pada keadilan, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Gagasan semacam itu ia tuangkan dalam berbagai tulisan lepas dan kolom di media massa.

Pelantikan dan Tugas Baru

Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres berlangsung di Istana Negara. Ia bergabung dengan sejumlah nama lain yang juga memiliki latar belakang berbeda. Presiden Prabowo Subianto disebut memilih mereka berdasarkan pertimbangan kapasitas dan pengalaman. Wantimpres sendiri berfungsi memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden dalam menjalankan kekuasaan negara.

Posisi itu menuntut kemampuan menganalisis persoalan secara objektif. Anggota Wantimpres tidak memiliki kewenangan eksekutif, tetapi pendapat mereka dapat memengaruhi arah kebijakan. Bagi Rocky, peran ini menjadi ujian baru: apakah gaya kritisnya bisa beradaptasi dengan mekanisme birokrasi kepresidenan.

Publik menantikan bagaimana ia menerjemahkan gagasan-gagasan kritisnya ke dalam ruang formal. Sebagian pihak menyambut positif, berharap ada perspektif segar dalam pengambilan keputusan. Sebagian lain menyoroti potensi benturan antara kebebasan berbicara dan kode etik lembaga. Terlepas dari itu, rekam jejaknya sebagai pemikir dan pengamat menjadi modal awal dalam menjalankan tugas baru.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter