30, 2026
Nasional

Proyek Data Center BDX Disetop, Dedi Mulyadi Takut Sedot Air Petani

Proyek data center BDX di Jatiluhur dihentikan sementara oleh Pemprov Jabar karena syarat pembangunan belum terpenuhi.]]>

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Proyek Data Center BDX Disetop, Dedi Mulyadi Takut Sedot Air Petani

Proyek Data Center BDX Dihentikan, Dedi Mulyadi Khawatir Potensi Dehidrasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menghentikan pelaksanaan proyek pembangunan data center milik BDX di wilayahnya. Keputusan tersebut diambil usai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengekspresikan kekhawatirannya terkait potensi dampak negatif terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat petani di provinsi tersebut.

Dalam keterangannya pada konferensi pers yang digelar di Gedung Sate, Bandung, Kamis (15/9), Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa proyek skala besar yang direncanakan akan berdampak signifikan terhadap sumber daya air di Jawa Barat. Menurutnya, penggunaan air oleh data center yang sangat besar dapat menguras sumber-sumber air yang biasanya digunakan untuk kebutuhan pertanian.

Pertimbangan Ketersediaan Air

"Kami khawatir jika proyek ini berjalan, akan banyak petani yang kekurangan air untuk menyiram tanaman mereka. Data center membutuhkan jumlah air yang sangat besar untuk pendinginan sistemnya," ujar Dedi Mulyadi.

Gubernur menjelaskan bahwa Jawa Barat saat ini sudah menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan air, terutama pada musim kemarau. Beberapa daerah di provinsi ini sering mengalami kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian, mata pencaharian utama bagi mayoritas penduduk.

Menurut data yang dihimpun pemerintah provinsi, sektor pertanian di Jawa Barat membutuhkan sekitar 70% dari total sumber air bersih yang tersedia. Sementara itu, proyek data center BDX diperkirakan akan mengkonsumsi air hingga 1.000 liter per detik, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air di wilayah tersebut.

Reaksi dari Pihak BDX

PT BDX Indonesia, perusahaan yang mengelola proyek data center, menyatakan kekecewaan atas keputusan pemerintah provinsi. Direktur Utama BDX Indonesia, Ahmad Rizki, mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan proyek tidak akan merugikan lingkungan sekitar.

"Kami telah mempersiapkan sistem pengolahan air limbah dan penggunaan teknologi terkini untuk meminimalkan penggunaan air. Selain itu, kami juga berencana menggunakan air laut untuk sistem pendinginan," jelas Rizki.

Rizki menambahkan bahwa proyek data center ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Jawa Barat, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi di sektor teknologi. Ia meminta pemerintah provinsi untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dengan membuka dialog yang lebih intensif.

Tanggapan dari Ahli Lingkungan

Beberapa ahli lingkungan mendukung langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dr. Siti Nurhaliza, seorang pakar sumber daya air dari Institut Teknologi Bandung, mengungkapkan bahwa proyek data center memang memiliki potensi dampak yang signifikan terhadap ketersediaan air.

"Data center memang menjadi kebutuhan penting di era digital, namun perlu diperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Penggunaan air yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka air tanah dan dehidrasi lahan," jelas Dr. Siti.

Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan lokasi alternatif yang memiliki sumber air lebih melimpah atau mengharuskan perusahaan pengelola data center untuk mengimplementasikan teknologi hemat air dan penggunaan energi terbarukan.

Pertimbangan Ekonomi versus Lingkungan

Keputusan untuk menghentikan proyek data center BDX menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Sebagian pihak menganggap langkah pemerintah tepat karena menempatkan kebutuhan petani sebagai prioritas. Sementara itu, ada juga yang khawatir keputusan ini akan menghambat investasi di sektor teknologi di Jawa Barat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Teknologi Informasi Jawa Barat, Budi Santoso, mengatakan bahwa pemerintah perlu menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. "Investasi di sektor teknologi sangat penting untuk membangun ekonomi digital, namun tidak boleh mengabaikan dampak terhadap lingkungan," ujar Budi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi kembali rencana proyek data center BDX dan menyarankan lokasi alternatif yang lebih mempertimbangkan aspek keberlanjutan sumber daya air. Selain itu, pemerintah juga akan memfasilitasi dialog antara pihak BDX dengan masyarakat setempat untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter