07, 2026
Nasional

Resmi Jadi Kepala Bakom, Syahganda: Ini Ngeri-ngeri Sedap

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Syahganda Nainggolan Resmi Menjabat Kepala Bakom PKB: "Ngeri-ngeri Sedap"

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menunjuk Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) partai. Penunjukan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dalam acara pelantikan di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Jakarta. Syahganda menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh kader lain, dan langsung mengemban tugas strategis dalam memperkuat komunikasi publik partai menjelang agenda politik nasional.

Dalam pidato pertamanya setelah dilantik, Syahganda menyebut posisi barunya sebagai tantangan yang "ngeri-ngeri sedap." Ungkapan tersebut menggambarkan kombinasi antara risiko politik yang tinggi dan peluang besar untuk berkontribusi bagi partai. Menurutnya, Bakom memiliki peran krusial sebagai ujung tombak penyampaian pesan politik PKB kepada masyarakat, sekaligus penjaga citra partai di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.

Tugas dan Tanggung Jawab Baru

Syahganda menjelaskan bahwa Bakom tidak sekadar menjadi corong informasi partai. Lembaga ini, kata dia, harus mampu merespons cepat setiap isu yang berkembang, termasuk hoaks dan narasi negatif yang berpotensi merusak reputasi PKB. Ia menekankan pentingnya strategi komunikasi yang terukur, berbasis data, dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

"Bakom harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di ruang-ruang elite. Kami akan membangun narasi yang berpihak pada rakyat kecil, sesuai dengan visi PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama," ujar Syahganda di hadapan awak media.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Bakom dan struktur partai di daerah. Menurutnya, komunikasi politik tidak bisa bekerja secara terpusat. Setiap Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) harus menjadi perpanjangan tangan Bakom dalam menyampaikan pesan-pesan partai, sekaligus menyerap aspirasi konstituen.

Respons Internal dan Eksternal

Penunjukan Syahganda mendapat respons beragam. Sejumlah kader PKB menyambut positif keputusan tersebut, mengingat rekam jejak Syahganda sebagai aktivis yang vokal dan berpengalaman dalam dunia komunikasi politik. Ia dikenal sebagai sosok yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah dan aktif menyuarakan isu-isu demokrasi.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai posisi Kepala Bakom sebagai jabatan yang penuh tekanan. Sebab, Bakom kerap menjadi sasaran kritik ketika terjadi gesekan antara PKB dan partai lain, atau saat partai menghadapi badai isu internal. Dalam konteks ini, ungkapan "ngeri-ngeri sedap" yang disampaikan Syahganda dianggap sebagai cerminan realistis dari beban kerja yang menanti.

Pengamat komunikasi politik menilai langkah PKB menunjuk Syahganda sebagai upaya partai memperkuat mesin informasi di era digital. Menurut mereka, PKB tengah bersiap menghadapi berbagai agenda politik besar, termasuk pemilihan kepala daerah dan persiapan menuju Pemilu 2029. Kehadiran figur seperti Syahganda di Bakom diyakini akan membuat pola komunikasi partai lebih agresif dan terstruktur.

Tantangan ke Depan

Sejumlah tantangan langsung mengadang Syahganda. Pertama, ia harus memastikan arus informasi internal partai berjalan lancar, terutama di tengah dinamika koalisi dan hubungan antarpartai. Kedua, Bakom dituntut mampu menjaga soliditas kader di daerah yang kerap memiliki kepentingan berbeda-beda. Ketiga, ia perlu membangun narasi yang mampu menarik simpati pemilih muda, segmen yang semakin menentukan dalam setiap kontestasi politik.

Selain itu, Syahganda menghadapi ujian dalam mengelola komunikasi krisis. PKB, seperti partai lain, tidak luput dari potensi konflik internal maupun eksternal. Kemampuan Bakom merespons isu sensitif secara cepat, akurat, dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan akan menjadi indikator keberhasilan kepemimpinannya.

Meski demikian, Syahganda menyatakan optimistis. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bekerja sendiri. Menurutnya, kekuatan Bakom terletak pada kolaborasi dengan seluruh elemen partai, termasuk sayap-sayap organisasi seperti Garda Bangsa, Perempuan Bangsa, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang memiliki jaringan luas di akar rumput.

Harapan Partai

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berharap Bakom di bawah kepemimpinan Syahganda mampu meningkatkan elektabilitas partai. Ia meminta Bakom tidak hanya berfokus pada pencitraan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Menurut Muhaimin, komunikasi politik yang baik adalah komunikasi yang lahir dari empati terhadap persoalan rakyat.

Dengan pelantikan ini, PKB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur politik menjelang tahun-tahun penuh agenda elektoral. Posisi Syahganda sebagai Kepala Bakom akan menjadi salah satu kunci keberhasilan partai dalam menjaga relevansi dan daya tarik di mata publik.

Bagi Syahganda sendiri, jabatan ini bukan sekadar amanah organisasi, melainkan medan uji bagi gagasan-gagasan yang selama ini ia suarakan. "Ngeri-ngeri sedap" mungkin terdengar ringan, tetapi di baliknya tersimpan kesadaran penuh akan beratnya tanggung jawab. Kini, publik menanti langkah nyata Bakom di bawah komando barunya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter