30, 2026
Teknologi

RTX 5090 Dijadikan eGPU Wireless, Performanya Gimana?

Perusahaan teknologi WiCi merilis WiCi One, perangkat kartu grafis eksternal (eGPU) nirkabel pertama di dunia yang dijanjikan bisa dipakai secara wireless.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

RTX 5090 Dijadikan eGPU Wireless, Performanya Gimana?

RTX 5090 Dijadikan eGPU Wireless, Bagaimana Performanya?

Kartu grafis flagship Nvidia, GeForce RTX 5090, kembali menjadi bahan eksperimen komunitas teknologi. Kali ini, sebuah proyek modifikasi mencoba mengubah GPU tersebut menjadi unit grafis eksternal (eGPU) yang terhubung secara nirkabel ke sebuah laptop. Eksperimen ini menarik perhatian karena menantang asumsi umum bahwa bandwidth koneksi kabel, terutama Thunderbolt atau PCIe, masih menjadi faktor penentu utama dalam menjaga performa kartu grafis kelas atas.

Percobaan tersebut dilakukan dengan menggabungkan RTX 5090 ke sebuah enclosure eGPU yang dimodifikasi, kemudian menghubungkannya ke laptop melalui koneksi nirkabel berlatensi rendah. Pendekatan ini berbeda dari eGPU konvensional yang masih mengandalkan kabel Thunderbolt 3, Thunderbolt 4, atau Thunderbolt 5 untuk mentransfer data antara laptop dan kartu grafis.

Metode Pengujian dan Konfigurasi

Dalam pengujian yang dipublikasikan sejumlah kanal teknologi, RTX 5090 ditempatkan di dalam docking station khusus yang telah dimodifikasi. Alih-alih menggunakan kabel, koneksi dilakukan melalui modul nirkabel yang memanfaatkan standar transmisi data berkecepatan tinggi. Modul ini kemudian dipasangkan dengan adaptor di sisi laptop yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara sistem dan GPU eksternal.

Perangkat laptop yang digunakan dalam pengujian merupakan model kelas menengah dengan prosesor generasi terbaru dan kapasitas memori yang memadai untuk menjalankan sejumlah judul game berat serta aplikasi produktivitas berbasis GPU. Sistem operasi dan driver yang dipakai adalah versi terbaru yang mendukung arsitektur RTX 50 series.

Beberapa skenario pengujian disiapkan, mulai dari benchmark sintetis seperti 3DMark, game dengan resolusi 1440p dan 4K, hingga beban kerja rendering dan komputasi berbasis AI. Tujuannya adalah mengukur seberapa besar penurunan performa akibat keterbatasan bandwidth nirkabel dibandingkan koneksi kabel standar.

Hasil Benchmark Sintetis

Pada pengujian 3DMark, skor yang dihasilkan RTX 5090 melalui koneksi nirkabel tercatat lebih rendah dibandingkan saat kartu yang sama dipasang langsung di slot PCIe desktop. Penurunan berkisar antara 15 hingga 25 persen, tergantung pada jenis tes. Skor grafis murni menunjukkan selisih yang lebih kecil, sementara tes yang melibatkan transfer data intensif antar-sistem mengalami penurunan lebih signifikan.

Meski demikian, hasil tersebut masih jauh di atas performa GPU eGPU kelas menengah yang umum digunakan saat ini. Artinya, meskipun ada overhead dari koneksi nirkabel, tenaga mentah RTX 5090 masih cukup besar untuk menutupi sebagian besar kehilangan bandwidth.

Performasi dalam Game

Pada pengujian game, hasilnya bervariasi. Judul-judul dengan kebutuhan bandwidth tinggi, seperti game open-world dengan tekstur resolusi besar, mengalami penurunan frame rate yang lebih terasa. Pada resolusi 4K dengan pengaturan grafis maksimal, beberapa game kehilangan sekitar 10 hingga 20 fps dibandingkan konfigurasi kabel.

Namun, pada game kompetitif yang tidak terlalu bergantung pada transfer aset besar, perbedaan performa relatif kecil dan masih berada dalam ambang batas nyaman, terutama jika teknologi peningkatan frame seperti DLSS 4 diaktifkan. Latensi tambahan yang ditimbulkan koneksi nirkabel juga disebut masih dapat ditoleransi untuk sebagian besar genre game, meski untuk game kompetitif cepat, pemain profesional kemungkinan tetap memilih koneksi kabel.

Kendala Teknis dan Catatan Penting

Salah satu kendala utama dalam eksperimen ini adalah stabilitas koneksi. Koneksi nirkabel berkecepatan tinggi rentan terhadap gangguan sinyal, terutama di lingkungan dengan banyak perangkat yang beroperasi pada frekuensi serupa. Beberapa pengujian melaporkan adanya frame drop mendadak atau bahkan pemutusan koneksi singkat saat sistem berada di ruangan dengan interferensi tinggi.

Masalah lain adalah konsumsi daya. RTX 5090 dikenal sebagai salah satu kartu grafis dengan kebutuhan daya tertinggi di pasaran. Menyalurkannya melalui modul nirkabel menuntut solusi catu daya terpisah yang mampu menyediakan daya stabil dalam jumlah besar. Ini membuat konsep eGPU nirkabel untuk kartu kelas flagship masih belum praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Selain itu, dukungan driver dan firmware masih menjadi tantangan. Tidak semua sistem operasi dan platform laptop mengenali eGPU nirkabel secara native, sehingga pengguna harus melakukan konfigurasi manual yang rumit dan berisiko menimbulkan ketidakstabilan sistem.

Prospek eGPU Nirkabel ke Depan

Meskipun eksperimen ini masih bersifat eksperimental dan jauh dari produk komersial, hasilnya memberikan gambaran bahwa koneksi nirkabel untuk GPU eksternal bukanlah hal yang mustahil. Perkembangan standar transmisi nirkabel generasi berikutnya diprediksi akan meningkatkan bandwidth dan menurunkan latensi, sehingga membuka peluang eGPU nirkabel yang lebih praktis.

Untuk saat ini, eGPU berbasis kabel seperti Thunderbolt 5 masih menjadi pilihan paling masuk akal bagi pengguna yang ingin meningkatkan performa grafis laptop. Konsep eGPU nirkabel dengan RTX 5090 lebih tepat dipandang sebagai eksperimen teknis yang menunjukkan arah potensial perkembangan teknologi, bukan solusi yang siap digunakan konsumen dalam waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter