10, 2026
Teknologi

Said Abdullah Berbagi Tali Asih, Tandai Pembangunan Sekolah Tahfidz Malang

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, membagikan tali asih dan meletakkan batu pertama Sekolah Tahfidz Al-Quran Puan Maharani di Malang.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Said Abdullah Berbagi Tali Asih, Tandai Pembangunan Sekolah Tahfidz Malang

Said Abdullah Luncurkan Program Tali Asih untuk Pembangunan Sekolah Tahfidz Malang

Kota Malang kembali menjadi sorotan dengan peluncuran program inovatif yang diinisiasi oleh Said Abdullah. Program bernama "Tali Asih" ini bertujuan untuk mengumpulkan dukungan masyarakat guna pembangunan sekolah tahfidz yang berlokasi di wilayah tersebut. Acara peluncuran yang berlangsung meriah dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemerintah daerah.

Visi Membangun Pendidikan Berkarakter

Dalam sambutannya, Said Abdullah menjelaskan bahwa ide munculnya program "Tali Asih" berasal dari keinginannya untuk membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter Islami. "Sekolah tahfidz yang kami bangun ini bukan sekadar tempat menghafal Al-Qur'an, tetupun tempat membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berbakti kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Said menjelaskan bahwa konsep "Tali Asih" sendiri mengandung makna hubungan kekeluargaan dan kebersamaan dalam membangun infrastruktur pendidikan. "Tali asih adalah simik kentalnya hubungan antara sesama manusia dalam membantu sesama. Kami percaya dengan bersatu, kita dapat menciptakan perubahan positif untuk masa depan generasi bangsa," tambahnya.

Proses Pembangunan dan Target Penyelesaian

Proses pembangunan sekolah tahfidz ini direncanakan akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan. Lokasi yang telah ditentukan berada di area strategis di kawasan utara Malang, yang mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai penjuru kota. Pembangunan ini mencakup pembangunan gedung utama, asrama santri, fasilitas olahraga, serta perpustakaan dan ruang multimedia.

Ketua Panitia Pembangunan Sekolah Tahfidz, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa target penyelesaian pembangunan adalah 18 bulan. "Dengan dukungan yang solid dari masyarakat, kami optimis dapat menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Setelah selesai, sekolah ini diharapkan dapat menerima 200 santri pada tahun pertama operasionalnya," jelasnya.

Fasilitas yang akan disediakan tidak hanya terbatas pada ruang belajar, tetapi juga mencakup area hijau, lapangan olahraga, dan kantor administrasi yang modern. Selain itu, akan disiapkan juga asrama untuk santri yang berasal dari luar kota Malang.

Partisipasi Masyarakat dan Dukungan Lainnya

Program "Tali Asih" telah mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Bupati Malang, H. Rendra Kresna, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Said Abdullah dan tim. "Pemerintah daerah mendukung penuh program ini karena sesuai dengan visi kami dalam membangun Malang sebagai kota berbasis pendidikan dan karakter. Kami akan memberikan fasilitas dan izin yang dibutuhkan agar pembangungan berjalan lancar," ujarnya.

Berbagai elemen masyarakat juga turut serta memberikan dukungan. Beberapa pengusaha lokal telah menyumbang dana untuk pembangunan, sementara para relawan dari berbagai komunitas ikut membantu dalam penggalangan dana dan sosialisasi program. "Kami juga akan mengadakan berbagai kegiatan seperti bazar, lari amal, dan konser untuk mengumpulkan dana," tambah Ahmad Fauzi.

Pengaruh Jangka Panjang untuk Kota Malang

Diharapkan, keberadaan sekolah tahfidz ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Malang. Selain menjadi pusat pembelajaran agama, sekolah ini diharapkan juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar.

"Pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun bangsa. Melalui sekolah tahfidz ini, kami berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral," tutup Said Abdullah dengan penuh harap.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter