Satgas PRR Salurkan Bantuan Tali Asih kepada 31 Keluarga Korban Banjir di Pidie Jaya
Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Resiko Bencana (PRR) Aceh telah menyalurkan bantuan Tali Asih kepada 31 keluarga (KK) yang menjadi korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh tim satgas kepada para korban di beberapa desa terdampak banjir, guna membantu mereka mengatasi kesusahan pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Distribusi Bantuan di Lokasi Terdampak
Kepala Satgas PRR Aceh, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa bantuan Tali Asih disalurkan secara bertahap dan tepat sasaran kepada para korban banjir di Kecamatan Meureubo dan Kecamatan Ulee Kareng. Menurutnya, tim telah melakukan pendataan mendalam untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mencapai keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Kami telah melakukan verifikasi lapangan bersama aparat desa setempat untuk memastikan data korban akurat. Bantuan ini berupa paket sembako dan alat-alat kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan korban dalam keadaan darurat," jelas Yusuf saat menyalurkan bantuan di Desa Cot Girek, Kecamatan Meureubo, Rabu (15/3).
Yusuf menjelaskan bahwa Tali Asih merupakan program bantuan yang diselenggarakan Pemerintah Aceh melalui Satgas PRR untuk membantu korban bencana alam. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana, sehingga mereka dapat segera pulih dari krisis yang dialami.
Kondisi Terdampak Banjir
Banjir yang melanda Pidie Jaya beberapa waktu lalu disebabkan hujan deras yang mengakibatkan Sungai Meureubo meluap banjir. Banjir ini menggenangi sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Meureubo dan Kecamatan Ulee Kareng, sehingga puluhan rumah terendam dan puluhan warga mengungsi.
"Sebanyak 31 rumah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 hingga 150 sentimeter. Selain itu, satu unit jembatan penghubung antar desa juga rusak akibat terkena arus deras yang sangat kencang," ujar Kepala BPBD Pidie Jaya, Ahmad Fauzi.
Fauzi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir ke beberapa titik pengungsian sementara. Selain itu, tim juga memberikan bantuan sembako dasar dan alat kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit di tengah kondisi lingkungan yang tergenang air.
Tanggapan Korban
Salah satu korban banjir, Cut Raudiah (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Satgas PRR. Rumahnya yang terletak di Desa Cot Girek terendam banjir setinggi sekitar 1 meter, sehingga seluruh perabotan rumah tangga rusak akibat terkena lumpur dan air yang mengalir deras.
"Alhamdulillah bantuan ini sangat tepat waktu. Kebutuhan pokok kami pasca banjir ini memang sangat mendesak, terutama untuk kebutuhan makanan dan air bersih. Semoga bantuan ini bisa membantu kami untuk bangkit kembali dari musibah ini," ujar Raudiah sambil menangis.
Seorang korban lainnya, Muhammad Yusuf (52), berharap pemerintah dapat membantu untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir, terutama jembatan penghubung yang menghubungkan desanya dengan pusat kecamatan.
"Jembatan ini sangat vital bagi kami untuk aktivitas sehari-hari. Dengan jembatan rusak, kami kesulitan untuk beraktivitas dan mengakses pasar untuk menjual hasil pertanian kami. Semoga pemerintah dapat memperbaikinya secepatnya," harap Yusuf.
Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Selain menyalurkan bantuan darurat, Satgas PRR Aceh juga telah merencanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi untuk korban banjir di Pidie Jaya. Program ini meliputi perbaikan rumah rusak, pembangunan jembatan pengganti, serta peningkatan infrastruktur drainase untuk mencegah banjir kembali terjadi di masa depan.
"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk merencanakan program rekonstruksi yang berkelanjutan. Tujuannya adalah agar korban banjir tidak hanya menerima bantuan darurat, tetapi juga dapat membangun kembali pemukimannya yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan," jelas Yusuf.
Menurutnya, program rekonstruksi akan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan ketahanan bencana, sehingga pemukiman yang dibangun kembali dapat mengurangi risiko kerusakan jika terjadi bencana serupa di kemudian hari.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Satgas PRR Acej berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan dampak banjir di Pidie Jaya, termasuk BPBD setempat, TNI/Polri, relawan, serta organisasi masyarakat dan swasta. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan tidak ada tumpang tindih dalam penyaluran bantuan.
"Kami bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Dengan koordinasi yang baik, kami yakin dapat membantu korban banjir di Pidie Jaya untuk pulih kembali dari musibah ini," kata Yusuf.
Ia menambahkan bahwa Satgas PRR Aceh akan terus memantau perkembangan di wilayah terdampak banjir dan siap menanggapi segala kebutuhan korban yang mungkin muncul di kemudian hari.
Komentar (0)