30, 2026
Nasional

SBY-JK Melayat ke Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) melayat ke rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/6/2024). Kedatangan keduanya disambut oleh sejumlah anggota keluarga besar Soekarnoputra yang tengah berduka atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno sekaligus adik dari Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Kedatangan SBY dan JK Disambut Pihak Keluarga

Berdasarkan pantauan di lokasi, SBY tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih berlengan panjang dan masker berwarna putih. Ia turun dari kendaraan pribadi dan langsung berjalan menuju pintu masuk rumah duka. Kedatangan SBY tampak disambut oleh sejumlah kerabat serta tokoh yang telah lebih dahulu hadir, termasuk beberapa petinggi partai politik dan mantan pejabat negara.

Tidak berselang lama, Jusuf Kalla menyusul tiba di lokasi yang sama. Wakil Presiden pada masa pemerintahan SBY tersebut datang dengan mengenakan kemeja batik bernuansa cokelat. JK terlihat berbincang singkat dengan sejumlah tokoh yang berada di halaman rumah duka sebelum masuk untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Kehadiran kedua tokoh nasional tersebut menambah daftar panjang pelayat yang datang sejak kabar duka disampaikan kepada publik. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, gubernur, anggota DPR, serta tokoh lintas agama dan organisasi masyarakat juga tercatat hadir untuk melayat.

Ucapan Belasungkawa dari Berbagai Kalangan

Usai melayat, SBY menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Guruh Soekarnoputra. Ia menyatakan turut berduka cita atas berpulangnya salah satu tokoh yang dikenal aktif dalam dunia seni dan budaya Indonesia tersebut. Menurut SBY, almarhum merupakan figur yang memiliki kontribusi tersendiri bagi perkembangan kesenian tanah air, khususnya melalui karya-karya yang dihasilkan bersama kelompok musik yang dibentuknya.

Jusuf Kalla dalam kesempatan terpisah juga menyampaikan duka cita mendalam. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana dan memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan serta kebudayaan. JK mengaku pernah beberapa kali berinteraksi dengan almarhum dalam sejumlah kegiatan seni dan sosial, dan menilai Guruh sebagai pribadi yang hangat terhadap siapa pun.

Selain SBY dan JK, sejumlah tokoh nasional lain turut menyampaikan ucapan belasungkawa melalui pernyataan tertulis maupun pesan singkat kepada awak media. Mereka menyebut almarhum sebagai bagian penting dari sejarah keluarga besar Soekarno yang tetap menjaga tradisi kesenian dan kebudayaan hingga akhir hayatnya.

Profil Singkat Guruh Soekarnoputra

Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan putra termuda dari Presiden Soekarno dan Fatmawati. Selama hidupnya, Guruh dikenal sebagai seniman yang aktif menekuni bidang seni tari, musik, dan penulisan naskah. Ia mendirikan kelompok seni Swara Maharddhika pada era 1970-an yang menampilkan pertunjukan tari dan musik tradisional Indonesia di berbagai panggung, baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam dunia politik, Guruh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia duduk di kursi parlemen selama beberapa periode dan terlibat dalam pembahasan sejumlah rancangan undang-undang di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penulis buku dan penggiat pelestarian nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan ayahnya.

Jenazah Guruh Soekarnoputra disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Sejumlah karangan bunga dari berbagai institusi, partai politik, dan perorangan memenuhi halaman serta area sekitar rumah duka. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung setelah seluruh rangkaian penghormatan terakhir selesai dilakukan.

Antrean Pelayat dan Pengaturan Keamanan

Kepadatan pelayat di kawasan Jalan Sriwijaya membuat aparat kepolisian menerapkan pengaturan lalu lintas di beberapa ruas jalan sekitar. Kendaraan yang melintas diarahkan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan akibat antrean kendaraan tamu yang datang dan pergi. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian, TNI, dan petugas keamanan dalam juga dikerahkan untuk memastikan prosesi berjalan tertib dan aman.

Sejumlah pelayat yang ditemui di lokasi mengaku datang atas dasar kedekatan pribadi maupun penghormatan terhadap perjalanan hidup almarhum. Mereka menuturkan bahwa Guruh Soekarnoputra merupakan sosok yang telah memberikan warna tersendiri dalam jagat seni dan politik Indonesia, sehingga kepergiannya menjadi kehilangan bagi banyak pihak.

Hingga berita ini diturunkan, rumah duka masih terus menerima kunjungan dari berbagai kalangan. Keluarga besar Soekarnoputra meminta agar seluruh prosesi berlangsung dengan khidmat serta mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan oleh masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter