01, 2026
Nasional

Sederet Jabatan Penting Wahyu Hadiningrat, Kini Resmi Jadi Wakapolri

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) resmi berpindah tangan. Komjen Pol Wahyu Hadiningrat ditunjuk menduduki posisi tersebut melalui surat telegram yang diterbitkan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penunjukan ini menandai babak baru dalam karier perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian tahun 1993 itu, sekaligus mengisi kursi Wakapolri yang sebelumnya diemban oleh Komjen Pol Agus Andrianto yang telah beralih tugas ke kementerian.

Wahyu Hadiningrat bukan nama baru dalam peta kepemimpinan Polri. Sepanjang perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai perwira yang menghabiskan banyak waktu di ranah reserse dan intelijen, dua fungsi yang kerap dianggap sebagai jantung operasional kepolisian. Rekam jejaknya membentang dari jabatan strategis di tingkat kewilayahan hingga posisi sentral di lingkungan Mabes Polri.

Jejak Karier di Ranah Reserse dan Intelijen

Sebelum dipercaya menjadi orang nomor dua di Korps Bhayangkara, Wahyu menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Posisi itu ia emban sejak tahun 2023, menggantikan Komjen Pol Ahmad Dofiri. Sebagai Kabaintelkam, Wahyu bertanggung jawab atas pengelolaan informasi intelijen kepolisian, termasuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan nasional, pengawasan terhadap organisasi masyarakat, hingga pemetaan dinamika sosial-politik yang berdampak pada stabilitas keamanan.

Sebelumnya, ia pernah menempati kursi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Jabatan itu diemban Wahyu pada periode 2021 hingga 2023. Selama memimpin Bareskrim, ia menangani sejumlah perkara besar yang menyita perhatian publik, mulai dari kasus korupsi berskala besar, kejahatan siber lintas negara, hingga pengungkapan jaringan narkotika internasional. Kepemimpinannya di Bareskrim dinilai sebagai fase penting dalam kariernya karena berhasil mengoordinasikan penyidikan yang melibatkan banyak satuan kerja di daerah.

Pengalaman di Kewilayahan dan Staf Khusus

Selain meniti karier di Mabes Polri, Wahyu Hadiningrat juga memiliki pengalaman panjang di tingkat kewilayahan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten. Di wilayah hukum Polda Banten, ia memimpin pengamanan berbagai agenda nasional, termasuk pengelolaan kamtibmas di kawasan industri dan pelabuhan strategis. Pengalaman serupa juga ia dapatkan saat dipercaya memimpin Polda Jawa Timur, salah satu polda terbesar dengan kompleksitas persoalan sosial yang tinggi.

Sebelum menduduki jabatan Kapolda, pria kelahiran Surabaya ini pernah bertugas sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Densus 88 merupakan satuan elite yang menangani penindakan terorisme. Kepemimpinannya di satuan tersebut berlangsung pada periode yang krusial, ketika ancaman terorisme masih menjadi perhatian utama di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman memimpin operasi antiteror itu kemudian menjadi salah satu modal penting dalam pengelolaan intelijen dan keamanan di tingkat nasional.

Tidak hanya itu, Wahyu juga pernah dipercaya sebagai staf khusus di lingkungan kepresidenan. Penugasan itu memberinya perspektif lebih luas mengenai koordinasi lintas lembaga, termasuk hubungan antara Polri, TNI, dan kementerian lain dalam kerangka sistem keamanan nasional. Kombinasi pengalaman operasional, manajerial, dan politik-keamanan inilah yang membuat namanya mencuat dalam bursa calon Wakapolri.

Tantangan Sebagai Wakapolri

Sebagai Wakapolri, Wahyu Hadiningrat akan menghadapi sejumlah tantangan strategis. Pertama, penguatan reformasi internal Polri yang mencakup transparansi penanganan kasus, peningkatan profesionalisme personel, serta pengawasan terhadap potensi pelanggaran kode etik. Kedua, pengelolaan keamanan menjelang dan setelah agenda politik nasional yang menuntut netralitas institusi. Ketiga, penanganan kejahatan lintas negara seperti narkotika, terorisme, dan kejahatan siber yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Selain itu, posisi Wakapolri memiliki fungsi koordinasi yang sangat luas. Ia bertanggung jawab membantu Kapolri dalam menyusun kebijakan operasional, mengawasi pelaksanaan tugas seluruh satuan kerja, serta memastikan sinergi antara fungsi pembinaan dan operasional. Dalam struktur organisasi Polri, Wakapolri juga kerap dipercaya mewakili Kapolri dalam forum-forum lintas kementerian dan lembaga.

Penunjukan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri juga menandai pola karier yang konsisten di jalur reserse dan intelijen. Dua bidang itu dianggap saling melengkapi karena sama-sama menuntut kemampuan analisis, ketelitian, dan pengambilan keputusan cepat dalam situasi tekanan tinggi. Publik tentu menantikan arah kebijakan yang akan dibawanya, terutama dalam hal penegakan hukum yang adil dan transparan.

Dengan rekam jejak yang panjang dan beragam, Wahyu kini memikul ekspektasi besar untuk memperkuat institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Jabatan Wakapolri menjadi panggung terbaru bagi perwira yang telah melewati hampir seluruh jenjang kepemimpinan di korps tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter