30, 2026
Nasional

Seniman Den Baguse Ngarso Berpulang

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Seniman Den Baguse Ngarso Berpulang, Meninggalkan Warisan Seni yang Abadi

Den Baguse Ngarso, salah satu seniman papan atas Indonesia yang dikenal luas melalui karya-karyanya yang memukau, telah berpulang pada usia 78 tahun. Kehilangan ini duka mendalam bagi dunia seni dan budaya Tanah Air, yang kehilangan seorang maestro yang telah mengabdikan seumur hidupnya untuk mengembangkan seni lukis Indonesia hingga meraih pengakuan internasional.

Den Baguse Ngarso menghembuskan napas terakhirnya di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, pada Sabtu (15/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Seniman yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 15 Mei 1945 ini telah lama menderita penyakit yang tidak disebutkan secara rinci oleh keluarga. Jenazahnya akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Boyolali sesuai dengan ritual adat Jawa.

Kehidupan dan Perjalanan Seni

Den Baguse Ngarso menunjukkan bakat artistik sejak usia dini. Ia menempuh pendidikan formal di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan menyelesaikan studinya pada tahun 1972. Selama berkuliah, ia aktif dalam berbagai kegiatan seni dan sering kali menjadi peserta dalam pameran-pameran yang diadakan kampus.

Setelah lulus, Den Baguse Ngarso memilih untuk tetap tinggal di Yogyakarta, pusat seni dan budaya Indonesia. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di studio pribadinya di Kotagede, Yogyakarta, tempat ia menciptakan karya-karya ikoniknya yang sering kali mengangkat tema-ema filosofis dan spiritual.

Gaya Karya dan Pengaruh

Den Baguse Ngarso dikenal dengan gaya lukisnya yang unik, menggabungkan teknik tradisional Jawa dengan pendekatan kontemporer. Karyanya sering kali menggambarkan figur manusia dengan ekspresi yang mendalam, sering kali terlihat sedang dalam prosesi refleksi atau meditasi. Ia menggunakan warna-warna pekat dan kontras yang memberikan kedalaman emosional pada setiap lukisannya.

"Lukisan Den Baguse Ngarso bukan sekadar gambar, tetapi sebuah cerita yang terukir dalam setiap goresan kuasnya," kata Bambang Soedijono, seorang kritikus seni yang telah lama mengamati perkembangan karya seniman ini. "Ia berhasil menangkap esensi spiritualisme Jawa dan menghadirkannya dalam bentuk visual yang memukau."

Sebagai seniman, Den Baguse Ngarso tidak hanya fokus pada karya pribadi, tetapi juga turut aktif dalam membina generasi muda seniman. Ia pernah menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi seni di Indonesia dan sering mengadakan workshop bagi para pelukis muda. Dedikasinya dalam mengembangkan bakat seni generasi penerus membuatnya dihormati di kalangan seniman muda.

Penghargaan dan Pengakuan

Selama karirnya yang panjang, Den Baguse Ngarso telah menerima banyak penghargaan bergengsi, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya adalah Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia pada tahun 2000, penghargaan dari ASEAN untuk seni rupa pada 2005, dan penghargaan internasional di Biennale Lukis Asia di Tokyo pada 2010.

Karyanya telah dipamerkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Prancis, dan Australia. Banyak kolektor pribadi dan museum internasional yang mengoleksi karya-karya Den Baguse Ngarso, yang menunjukkan pengakuan global atas kontribusinya dalam dunia seni rupa.

Karya Terakhir dan Warisan

Sebelum wafat, Den Baguse Ngarso sedang mengerjakan seri lukisan yang mengangkat tema "Harmoni Alam Manusia". Proyek ini ia rintis sejak awal tahun 2022 dan baru sebagian selesai. Keluarga menyatakan akan menyelesaikan karya terakhir ini sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang maestro.

Warisan yang ditinggalkan Den Baguse Ngarso tidak hanya berupa karya-karya seni, tetapi juga filosofi hidup dan pandangan seni yang telah membentuk karakter seni Indonesia modern. Melalui karyanya, ia telah mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai keindahan serta kedalaman budaya Indonesia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan duka yang mendalam atas kepergian Den Baguse Ngarso. "Kehilangan beliau adalah kehilangan bagi bangsa. Kontribusi beliau dalam mengembangkan seni Indonesia tidak akan terlupakan dan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang," ujarnya dalam keterangannya resmi.

Kondisi Terakhir dan Penghormatan Terakhir

Den Baguse Ngarso sempat dirawat intensif selama sebulan terakhir di RSUP Dr. Sardjito akibat kondisi kesehatannya yang menurun. Keluarga menyatakan bahwa meskipun dalam keadaan sakit, seniman ini tetap aktif menggambar di tempat tidurnya menggunakan alat-alat sederhana.

Den Baguse Ngarso meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan enam cucu. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati meskipun telah meraih banyak kesuksesan dalam dunia seni. Kehidupannya yang sederhana dan fokus pada karya seni membuatnya dihormati banyak kalangan, baik di dalam maupun luar negeri.

Kehilangan Den Baguse Ngarsi menandai sebuah titik balik dalam dunia seni Indonesia. Namun, melalui karya-karya warisan yang ditinggalkannya, esensi jiwa seni Indonesia akan terus hidup dan terus menginspirasi generasi mendatang untuk mengembangkan potensi seni yang dimiliki bangsa ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter