10, 2026
Nasional

Serangan di Bandara Riyadh, Arab Saudi Sebut 3 Warganya Tewas

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/09/6ac880eabde07-bandara-king-khalid-di-riyadh-diserang-kelompok-houthi-yaman_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Serangan di Bandara Riyadh, Arab Saudi Konfirmasi 3 Warganya Tewas

Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan rudal dan drone pada Rabu (9/11/2022). Pihak berwenang Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan tiga warga negara tersebut dan melukai delapan orang lainnya. Kelompok pemberontak Houthi dari Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan fasilitas penting di ibu kota Arab Saudi ini.

Detail Insiden

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, serangan terjadi sekitar pukul 10:30 waktu setempat saat sistem pertahanan udara negara berhasil menembak jatuh sejumlah drone dan rudal yang mengarah ke bandara. Namun, serangan tersebut masih berhasil menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di antara penumpang dan staf bandara.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa "serangan kotor ini dilakukan oleh teroris Houthi yang mendukung Iran" dan menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut. Bandara Raja Khalid, yang merupakan salah satu bandara terbesar di dunia, tetap beroperasi normal setelah serangan tersebut, meskipun sebagian area sementara ditutup untuk investigasi.

Tanggung Jawab Houthi

Seorang juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Sarea, mengumumkan bahwa kelompoknya meluncurkan serangan "balasan" terhadap "target penting" di Arab Saudi. Menurutnya, serangan tersebut adalah respons terhadap "agresi dan blokade" Arab Saudi terhadap Yaman, yang telah berlangsung selama tujuh tahun terakhir.

Sarea mengklaim bahwa Houthi berhasil menargetkan "fasilitas penting" di Riyadh dengan menggunakan drone dan rudal balistik. Namun, ia tidak secara spesifik menyebutkan bandara sebagai target, meskipun gambar dan video yang diunggah oleh kelompok tersebut menunjukkan asap naik dari area dekat bandara.

Korban Luka

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan bahwa tiga warga negara tewas dalam serangan tersebut, sementara delapan orang lainnya mengalami luka-luka yang bervariasi. Para korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Saksi mata di bandara melaporkan mendengar ledakan keras melihat asap naik dari area parkir pesawat. Beberapa penumpang yang sedang menunggu penerbangan panik dan mencari tempat berlindung saat alarm berbunyi. Sistem evakuasi darurat diaktifkan untuk memastikan keselamatan para penumpang dan staf.

Tanggapan Internasional

Serangan ini mendapat kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional. Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut dan menyalahkan Iran mendukung Houthi. "Serangan ini menunjukkan perlunya tekanan internasional terhadap Iran untuk menghentikan dukungan mereka terhadap Houthi," kata sepejabat Pentagon.

Uni Eropa juga mengeluarkan pernyataan serupa, menyebut serangan tersebut "tidak dapat diterima" dan meminta semua pihak untuk menahan diri dari eskalasi kekerasan. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kawasan tersebut.

Konteks Konflik

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak 2014 ketika Houthi menguasibu kota Sana'a dan memaksa pemerintahan yang diakui internasional melarung diri. Arab Saudi dan koalisinya memulai intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman melawan Houthi.

Serangan terhadap target-target di Arab Saudi, termasuk bandara, fasilitas minyak, dan kota-kota perbatasan, telah menjadi hal biasa dalam konflik berkepanjangan ini. Houthi secara teratur meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Arab Saudi, sering kali menargetkan infrastruktur ekonomi penting.

Dampak Terhadap Penerbangan

Meskipun bandara Raja Khalid tetap beroperasi, serangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan penerbangan di kawasan ini. Beberapa maskapai sudah mengevaluasi rute penerbangan mereka untuk menghindari wilayah yang berpotensi konflik.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah mengeluarkan peringatan kepada maskapai tentang risiko keamanan di wilayah udara di sekitar Arab Saudi dan Yaman. Beberapa negara telah menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan tidak penting ke kawasan tersebut.

Masa Depan Konflik

Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik di Yaman masih jauh dari penyelesaian, meskipun ada upaya diplomasi untuk mencapai gencatan senjata. Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik terus saling menyalahkan atas eskalasi kekerasan.

Arab Saudi menegaskan akan terus melindungi wilayahnya dan infrastrutur kritisnya dari serangan. Sementara itu, Houthi menegaskan akan terus melancarkan serangan selama Arab Saudi dan koalisinya terus melakukan intervensi di Yaman.

Komunitas internasional terus meminta semua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan mencapai solusi politik untuk konflik yang telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia ini. Lebih dari 24 juta orang di Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan, dengan lebih dari 80% populasi membutuhkan jenis bantuan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter