15, 2026
Nasional

Shin Tae-yong Kecam Penyerangan Bus Persib U-18 dan The Jakmania Cikampek: Klub Harus Beri Peringatan Tegas, Pelaku Mesti Dihukum Berat

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Shin Tae-yong Kecam Penyerangan Bus Persib U-18 dan The Jakmania Cikampek

Manajer timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan respons keras terkait insiden penyerangan bus yang membawa tim Persib U-18 oleh sekelompok suporter di Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Rabu (15/3/2023). Kejadian yang terjadi di tengah perjalanan tim menuju Bogor ini menimbulkan kecemasan di kalangan pengurus sepakbola Indonesia, terutama Shin Tae-yong yang sebelumnya sempat berinteraksi dengan para pemain Persib U-18.

"Saya mendengar tentang insiden tersebut dan sangat mengecam tindakan tidak bertanggung jawab ini. Tindakan seperti ini tidak boleh terulang dalam sepak bola Indonesia. Ini adalah hal yang sangat tidak profesional dan berbahaya," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers persiapan timnas jelang laga melawan Myanmar.

Insiden yang Menghebohkan

Insiden penyerangan bus Persib U-18 terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Raya Cikampek, tepatnya di dekat pom bensin. Menurut keterangan saksi mata, bus yang membawa 25 pemain Persib U-18 diserang oleh sekitar 20 orang yang diduga merupakan anggota The Jakmania cabang Cikampek. Para penyerang melempar batu dan benda tajam lainnya ke arah bus, menyebabkan kerusakan pada beberapa jendela dan bagian depan bus.

Ketua tim Persib U-18, Eka Firmansyah, mengungkapkan bahwa insiden ini sangat mengkhawatirkan. "Kami sedang dalam perjalanan menuju Bogor untuk mengikuti turnamen persahabatan. Tiba-tiba, ada kelompok orang yang mengejar bus dan melempar batu. Saya berterima kasih kepada sopir bus yang mampu mengendalikan situasi dan membawa tim ke tempat yang aman," kata Eka.

Kekhawatiran Shin Tae-yong

Shin Tae-yong mengungkapkan kekhawatirannya terkait keamanan para pemain muda di Indonesia. "Pemain muda adalah aset masa depan sepak bola Indonesia. Mereka harus dilindungi dan diberikan lingkungan yang aman untuk berkembang. Tindakan kekerasan seperti ini bisa merusak mental para pemain bahkan sejak usia dini," tutur pelatih asal Korea Selatan ini.

Ia menambahkan bahwa ia sempat berinteraksi dengan beberapa pemain Persib U-18 sebelumnya dan terkesan dengan profesionalitas mereka. "Saya melihat potensi besar di sana. Tapi insiden seperti ini bisa menghancurkan semangat mereka. Saya harap pihak berwenang dan PSSI segera mengambil tindakan yang tegas," ucap Shin.

Respons PSSI dan Polisi

Presiden PSSI, Mochamad Iriawan, langsung merespons insiden ini dengan mengecam keras tindakan para penyerang. "PSSI mengecam tindakan kekerasan ini. Ini adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang sesuai," kata Iriawan.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto, mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap tiga orang tersangka dalam insiden ini. "Kami telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya. Kami akan menindak tegas sesuai aturan berlaku," jelas Agung.

Reaksi Publik dan Implikasi bagi Sepak Bola Indonesia

Insiden ini memicu berbagai reaksi dari publik. Banyak pihak mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok suporter. "Ini bukan cara mendukung tim. Suporter harus menjadi bagian dari solusi, bukan masalah," kata seorang penggemar sepak bola yang tidak mau disebutkan namanya.

Pelatih Persib Bandung senior, Jacksen F. Tiago, menambahkan bahwa insiden ini bisa merusak citra sepak bola Indonesia. "Kita sudah berusaha membangun citra positif sepak bola Indonesia, tapi insiden seperti ini membuat semua usaha itu sia-sia. Pihak manajemen klub harus memberikan peringatan tegas kepada suporter dan tidak ragu untuk menghukum mereka jika terbukti bersalah," ujar Jacksen.

Tindakan yang Perlu Diambil

Shin Tae-yong menyarankan agar klub memberikan sanksi yang berat bagi pelaku dan juga melakukan edukasi kepada seluruh suporter. "Klub harus mengambil langkah tegas. Selain itu, perlu program edukasi bagi suporter tentang cara mendukung tim yang positif dan tidak melibatkan kekerasan," papar Shin.

Ia juga berharap PSSI dapat memperketat regulasi terkait keamanan dalam sepak bola. "Mungkin perlu diterapkan sistem tiket elektronik atau penjagaan keamanan yang lebih ketat saat tim melakukan perjalanan. Keamanan para pemain harus menjadi prioritas utama," tambahnya.

Dengan adanya insiden ini, semoga pihak terkait dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Sepak bola Indonesia membutuhkan lingkungan yang aman dan positif untuk dapat berkembang pesat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter