Tak Boleh Jalan Mendahului, Begini Suasana Eskalator Stasiun Duri Sore Ini
Stasiun Duri menjadi salah satu titik transit yang padat setiap sore hari. Ribuan penumpang kereta api yang hendak pulang ke rumah melalui stasiun ini harus melewati berbagai fasilitas, termasuk eskalator yang menghubungkan peron dengan area parkir dan jalan umum. Namun, pada sore ini suasana di sekitar eskalator stasiun Duri cukup berbeda.
Sejumlah petugas keamanan dan staf stasiun Duri terlihat mengawal eskalator dengan ketat. Mereka menghimbau para penumpang untuk tidak berjalan atau berlari saat menggunakan eskalator. Aparat keamanan ini ditempatkan di bagian atas dan bawah eskalator untuk memastikan aturan tersebut ditaati oleh seluruh pengguna.
Aturan Baru Penggunaan Eskalator
Menurut informasi yang diperoleh, aturan ini diberlakukan setelah terjadi beberapa insiden kecelakaan di sejumlah stasiun besar di Jakarta. Kepala Stasiun Duri, Budi Santoso, mengatakan bahwa aturan ini diterapkan demi keselamatan para penumpang.
Aturan yang diberlakukan ini memang cukup drastis bagi sebagian penumpang. Banyak di antara mereka yang terbiasa berjalan di eskalator untuk mempercepat perjalanan, terutama saat jam pulang kerja yang padat.
Reaksi Para Penumpang
Ketika ditemui di lokasi, sejumlah penumpang memberikan beragam respon terhadap aturan ini. Ahmad, seorang pegawai swasta yang rutin naik kereta dari stasiun Duri, mengaku sedikit kecewa dengan kebijakan ini.
"Memang lebih aman, tapi agak merepotkan ya. Kalau lagi terburu-buru, jalan di eskalator memang lebih cepat. Tapi kalau memang aturannya begitu, ya harus diikuti aja," ujarnya sambil menunggu kereta.
Sementara itu, Ratna, seorang ibu rumah tangga yang membawa anak kecil, menyambut baik kebijakan ini. Menurutnya, aturan ini akan membuat eskalator lebih aman, terutama bagi anak-anak.
"Saya setuju dengan aturan ini. Banyak anak kecil yang suka berlari di eskalator, bahkan ada yang main mengejar. Dengan aturan ini, mereka diajarkan untuk berdiri diam saja, jadi lebih aman," tambahnya.
Tindakan Pencegahan dan Penegakan
Untuk menegakkan aturan ini, pihak stasiun menempatkan sejumlah petugas di setiap eskalator. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga langsung memberikan teguran kepada penumpang yang mencoba melanggar aturan.
Pihak stasiun juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberikan sanksi bagi pelanggar berat. Meskipun belum ada sanksi tegas seperti denda, pelanggar yang dianggap berulang bisa diminta untuk mengisi surat pernyataan.
Dampak terhadap Arus Penumpang
Diterapkannya aturan ini tentu berdampak pada kelancaran arus penumpang, terutama pada jam-jam sibuk. Beberapa penumpang mengaku membutuhkan waktu lebih lama untuk menyeberangi eskalator karena tidak bisa berjalan.
"Memang agak macet ya, karena orang-orang berjejer rapi di eskalator. Tapi kalau dilihat dari sisi keselamatan, ini lebih baik. Justru kalau ada yang berlari, itu yang bisa bikin macet dan berisiko," ujar Rudi, salah satu penumpang lainnya.
Budi Santoso menambahkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menambah jumlah eskalator di stasiun Duri untuk mengurangi kepadatan penumpang saat jam sibuk.
Kesimpulan
Penerapan aturan tidak boleh berjalan di eskalator di Stasiun Duri memang menuai pro dan kontra. Namun, dari sisi keselamatan, aturan ini dianggap sangat perlu untuk mencegah kecelakaan. Pihak stasiun berkomitmen untuk terus mengawasi dan menegakkan aturan ini demi kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang.
Komentar (0)