Buktinya, bisa dilihat di sekitarmu, jumlah kasus pembobolan kartu kredit makin banyak. Ada yang kartu kreditnya dicuri begitu saja, ada yang melalui cara hipnotis, pihak ketiga, dan masih banyak lagi. Jumlah korban pun diprediksi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Lantas, apa yang harus dilakukan saat kartu kredit dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab? Yuk, simak dalam beberapa tips berikut ini.
Baca Juga: Tips Menjaga Kartu Kredit agar Terhindar dari Penipuan
Data Kartu Kredit yang Harus Dijaga
Agar terhindar dari kejahatan siber, ada beberapa informasi sensitif pada kartu kredit yang sifatnya sangat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank:
-
Nomor Kartu Kredit (16 Digit): Merupakan identitas utama kartu kreditmu yang tertera di bagian depan.
-
Masa Berlaku Kartu (Expiry Date): Bulan dan tahun batas penggunaan kartu kredit.
-
Kode CVV/CVC: Tiga digit angka rahasia yang tertera di bagian belakang kartu. Kode ini merupakan kunci otorisasi transaksi online.
-
Kode OTP (One-Time Password): Kode verifikasi sementara yang dikirimkan melalui SMS atau aplikasi saat melakukan transaksi online.
-
PIN Kartu Kredit: Kode keamanan 6 digit yang digunakan untuk transaksi tatap muka (EDC) atau penarikan tunai di ATM.
Skema Pencurian Data Kartu Kredit yang Harus Diwaspadai
Pelaku kejahatan selalu menggunakan beragam trik untuk mencuri data kartu kredit nasabah. Berikut beberapa skema yang paling sering terjadi:
-
Phishing: Pelaku mengirimkan link palsu melalui SMS, email, atau aplikasi pesan yang menyerupai situs resmi bank untuk memancing korban memasukkan data sensitif.
-
Card Skimming: Pemasangan alat pemindai (skimmer) pada mesin ATM atau EDC untuk mencuri informasi dari pita magnetik kartu saat kamu menggeseknya.
-
Vishing (Voice Phishing): Penipuan melalui panggilan telepon di mana pelaku menyamar sebagai petugas bank dan meminta kode OTP, CVV, atau konfirmasi data pribadi dengan alasan pembaruan sistem atau penawaran promo.
-
Malware/Keylogger: Virus atau perangkat lunak berbahaya yang terpasang di perangkat milikmu (HP/komputer) untuk merekam setiap ketikan, termasuk nomor kartu dan kata sandi.
Cara Cek Apakah Data Kartu Kredit Dicuri
Mengetahui tanda-tanda awal pencurian data sangat krusial agar kamu bisa bertindak cepat sebelum timbul kerugian yang lebih besar. Berikut cara mengeceknya:
-
Periksa Notifikasi Transaksi: Rajinlah mengecek SMS atau push notification dari aplikasi mobile banking. Jika ada pemberitahuan transaksi yang tidak pernah kamu lakukan, segera laporkan.
-
Cek Lembar Tagihan Bulanan: Luangkan waktu untuk mengidentifikasi setiap riwayat transaksi di lembar tagihan. Perhatikan apakah ada nominal aneh atau transaksi asing.
-
Pantau Limit Kartu Kredit: Jika limit kartu kreditmu tiba-tiba berkurang secara drastis padahal kamu tidak banyak bertransaksi, ada kemungkinan kartu kreditmu telah dibobol.
-
Gunakan Fitur Cek Kebocoran Data: Kamu bisa memanfaatkan layanan verifikasi keamanan digital tepercaya untuk mengecek apakah email atau identitasmu masuk dalam daftar kebocoran data (data breach).
Tips Mengatasi Kartu Kredit yang Dibobol
Untuk memudahkanmu mengambil langkah penyelamatan yang terstruktur, simak poin-poin penting serta rincian tindakan darurat berikut ini:
-
Tetaplah Bersikap Tenang dan Jangan Panik
Memang, bersikap tenang saat kehilangan sesuatu itu adalah hal yang agak mustahil dilakukan. Apalagi kalau ada kaitannya dengan uang, pasti bisa terbawa pikiran sampai berhari-hari. Hal yang wajar, tapi jangan biarkan dirimu dilanda rasa panik yang berlebihan.
Kepanikan hanya akan membuat pikiranmu stuck sehingga kamu tidak bisa berpikir jernih mengenai upaya yang mesti dilakukan sehubungan dengan dibobolnya kartu kredit. Sebisa mungkin, tenanglah!
Tarik napas dalam-dalam, lalu buang, dan lakukan ini berulang kali sampai kamu merasa agak mendingan. Setelah itu, ingat-ingat alur cerita pembobolan kartu kredit. Ini akan memudahkan proses penyelidikan lanjutan sehingga pelaku mudah ditemukan.
-
Segera Hubungi Call Center
Sama seperti saat kamu kehilangan sesuatu, maka yang selanjutnya dilakukan adalah menghubungi seseorang yang bisa membantu. Mengingat urusannya dengan pihak bank, maka hubungi ke nomor call center dari bank yang bersangkutan. Kemudian, laporkan masalah pembobolan data kredit yang kamu alami.
Informasikan juga perihal nominal transaksi terakhir yang dibayarkan menggunakan kartu kredit. Jika nantinya ada transaksi di luar yang disebutkan, bisa dipastikan itu adalah ulah hacker atau pencuri sehingga bank tidak akan menagihkan biaya itu kepadamu.
Berikan informasi yang jelas mengenai nominal, tempat berbelanja, sekaligus waktunya untuk memudahkan proses pelacakan transaksi pada kartu kredit. Call center umumnya aktif selama 24 jam sehingga kamu bisa menelepon kapan saja saat dibutuhkan.
-
Blokir Kartu Kredit
Selagi kamu menghubungi call center, kamu juga bisa sekaligus meminta untuk memblokir kartu kredit milikmu. Hal ini tentunya untuk menghindari adanya pemakaian kartu kredit berikutnya.
Menariknya, beberapa bank telah menyediakan layanan pemblokiran kartu kredit melalui m-banking, lho! Ini tentunya akan makin memudahkan kamu untuk menindaklanjuti kasus pembobolan kartu kredit yang baru saja dialami. Dengan begitu, kamu tidak perlu telepon call center atau datang ke kantor dari bank yang bersangkutan, karena kamu bisa lakukan pemblokiran sendiri.
Keakuratan dan keamanan bisa dipastikan terjamin karena bank pada umumnya sudah menggunakan sistem keamanan yang canggih untuk menjamin data-data nasabah.
Tugasmu selanjutnya adalah mencari tahu bank yang menawarkan layanan blokir lewat m-banking ini. Ketika kartu kredit dibobol, maka kamu bisa bertindak cepat sebelum hacker menggunakan kartu kreditmu semena-mena.
-
Catat Detail Kejadian
Meski memiliki ingatan yang tajam, tapi kamu tidak bisa menjamin akan mengingat nama tempat, waktu, dan tanggal terjadinya pembobolan kartu kredit. Terlebih lagi kalau kamu sudah dihantui rasa panik yang tak karuan, maka berpikir pun tidak lagi bisa maksimal.
Sebaiknya catat nama tempat, waktu, tanggal serta kronologi kejadian secara lengkap. Jadikan ini sebagai informasi tambahan saat kamu melaporkan kasus kehilangan kartu kredit kepada bank penerbit.
Catatan ini lebih penting lagi kalau ternyata kamu tidak bisa menghubungi layanan call center pada hari kejadian karena sejatinya bisa digunakan pada hari berikutnya. Intinya, simpan baik-baik sebagai bukti kalau kartu kredit milikmu benar-benar dibobol oleh orang lain.
-
Ajukan Surat Sanggahan
Surat ini bukan surat biasa, melainkan yang berisi tentang sanggahan atau penolakan atau konfirmasi kamu terhadap suatu keputusan yang ditetapkan oleh bank. Sebagai contoh, bank menyatakan kalau kamu melakukan transaksi pada bulan Juni 2020 di salah satu mall padahal itu bukan transaksi milikmu melainkan orang lain.
Nah, di sinilah kamu bisa layangkan surat sanggahan tersebut kepada pihak bank yang menerbitkan kartu kredit. Surat sanggahan bisa diminta dari bank penerbit melalui email atau datang langsung ke kantor bank yang bersangkutan sehingga sanggahanmu cepat diproses dan minim pembantahan.
Mengingat waktu mengurusnya tidak sebentar, sebaiknya luangkan waktumu selama 30-45 menit untuk menyelesaikan masalah pembobolan kartu kreditmu. Dengan demikian, bank bisa mengambil keputusan dan masalah selesai.
Namun, pastikan kembali, ya, ke pihak bank penerbit kartu kredit apakah tersebut memang diperlukan. Kamu bisa sekaligus menanyakan hal tersebut ketika menghubungi call center. Jika ternyata tidak diperlukan, kamu tidak harus repot-repot mengurusi permintaan surat sanggahan ini
-
Ganti dengan Kartu Kredit Baru
Setelah menelepon call center dan memblokir kartu, kini saatnya untuk meminta kartu kredit baru untuk menggantikan kartu yang sudah diblokir. Penggantian bisa dilakukan dengan mendatangi kantor pusat atau cabang. Kamu bahkan bisa meminta penggantian kartu pada saat pelaporan kasus di call center. Dengan begitu, proses penggantian kartu akan jadi lebih praktis dengan hasilnya tetap sama.
Penggantian kartu kredit biasanya tidak gratis, kamu akan dikenakan biaya antara Rp50.000 hingga Rp200.000 per kartu tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Biaya penggantian kartu ini akan dibebankan langsung pada tagihan kartu kredit, yang akan langsung memotong limit kartu kredit.
Segera lakukan aktivasi dan buatkan PIN untuk transaksi kartu kredit. Lakukan di mobile banking dan internet banking kalau kamu ingin menggunakan kesda fasilitas ini untuk memudahkan urusan transaksi.
Segera Ambil Tindakan Pasca Pembobolan Kartu Kredit
Pembobolan kartu kredit bukan hal yang baru lagi dalam dunia perbankan. Ini sangat sering terjadi, terutama untuk yang baru pertama kali menggunakan kartu kredit. Laporkan masalah ini kepada pihak bank agar bank bisa segera tangani, sebelum kartu kredit digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Semakin cepat kamu merespons, makin besar pula peluangmu untuk menyelamatkan limit dan kerugian finansial yang tak diinginkan. Tetap waspada, jaga kerahasiaan data pribadi, dan pastikan kamu selalu tanggap mengatasi segala bentuk kejanggalan pada transaksi kartu kreditmu.
Komentar (0)