06, 2026
Olahraga

Thailand Kalah Adu Penalti dari Timnas Indonesia, Chanathip Songkrasin: Kualitas Kami Tak Jauh Beda

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Timnas Indonesia memastikan langkah ke final Piala AFF 2024 setelah menyingkirkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 dalam laga semifinal leg kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Kekalahan tersebut menuai reaksi dari kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, yang menilai kualitas kedua tim sebenarnya tidak berbeda jauh.

Laga berjalan sengit sejak menit awal. Indonesia yang tertinggal agregat 0-1 dari leg pertama di Bangkok tampil menekan sejak kick-off. Gol pembalap kedudukan tercipta melalui sundulan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-23 memanfaatkan umpan silang Calvin Verdonk. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum dan membuat agregat imbang 1-1.

Pada babak kedua, Thailand berusaha keluar dari tekanan. Chanathip Songkrasin yang bermain sebagai gelandang serang beberapa kali menciptakan peluang melalui umpan terobosan. Namun, lini belakang Indonesia yang dikawal Rizky Ridho dan Jay Idzes tampil disiplin. Peluang terbaik Thailand datang pada menit ke-67 melalui sepakan Supachok Sarachat yang masih bisa diantisipasi kiper Maarten Paes.

Hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol. Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Di periode ini, kedua tim saling jual beli serangan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat skor tetap 1-0 untuk Indonesia. Wasit akhirnya menunjuk titik putih untuk menentukan pemenang.

Drama Adu Penalti

Dalam adu penalti, Indonesia tampil sebagai eksekutor pertama. Ragnar Oratmangoen sukses menjalankan tugasnya. Thailand membalas melalui Chanathip Songkrasin yang mengecoh Maarten Paes. Eksekutor kedua Indonesia, Calvin Verdonk, juga berhasil. Supachok Sarachat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Kegagalan Thailand terjadi pada eksekutor ketiga. Seakan-akan tertekan, sepakan Teerasil Dangda membentur tiang gawang. Indonesia yang diwakili Muhammad Ferrari tidak menyia-nyiakan kesempatan dan membawa tim unggul 3-2. Eksekutor keempat Thailand, Weerathep Pomphan, berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-3 setelah sebelumnya Ricky Kambuaya mencetak gol untuk Indonesia.

Penentu akhirnya datang dari kaki Pratama Arhan. Bek sayap kiri Indonesia itu mencetak gol kelima dengan tenang, memastikan kemenangan 5-3 dalam adu penalti dan agregat 5-4. Thailand harus menerima kenyataan tersingkir di semifinal.

Reaksi Chanathip Songkrasin

Usai pertandingan, Chanathip Songkrasin menyampaikan pandangannya kepada awak media. Menurut pemain yang berkarier di Liga Jepang itu, hasil adu penalti tidak menggambarkan kualitas sebenarnya kedua tim.

"Kualitas kami tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Hari ini keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Sepak bola memang kadang seperti ini," ujar Chanathip, dikutip dari keterangan pers usai laga.

Pemain berusia 31 tahun itu mengakui Indonesia tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Namun, ia menilai anak asuh Shin Tae-yong tidak superior secara kualitas permainan.

"Kami menguasai pertandingan di beberapa momen, tetapi tidak bisa mencetak gol. Adu penalti adalah lotre. Siapa yang lebih tenang, dialah yang menang," tambahnya.

Chanathip juga menyoroti atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno yang disebutnya memberi tekanan tersendiri bagi pemain Thailand. Meski demikian, ia menegaskan para pemainnya tidak gentar.

Kekecewaan di Kubu Thailand

Pelatih kepala Thailand, Masatada Ishii, turut menyampaikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Menurutnya, timnya sebenarnya memiliki peluang untuk menutup laga di waktu normal.

"Kami sudah menyiapkan strategi untuk menahan Indonesia. Tetapi kebobolan di babak pertama membuat rencana berubah. Secara keseluruhan, para pemain sudah berusaha maksimal," kata Ishii.

Meski gugur, Thailand masih menyisakan satu agenda, yaitu perebutan tempat ketiga Piala AFF 2024. Sementara itu, Indonesia akan melaju ke final dan menantang Vietnam yang lebih dahulu lolos setelah mengalahkan Singapura.

Pujian untuk Indonesia

Di sisi lain, pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, mengapresiasi kerja keras para pemainnya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari disiplin dan mentalitas yang kuat.

"Saya bangga dengan pemain. Mereka tidak panik meski tertinggal agregat. Adu penalti memang berisiko, tetapi kami sudah berlatih dengan baik," ujar Shin Tae-yong.

Shin juga menyinggung pernyataan Chanathip. Menurutnya, setiap tim berhak memiliki pendapat, tetapi hasil di lapangan yang menentukan.

"Kalau kualitas tidak jauh berbeda, kenapa kami yang ke final? Itu jawabannya," tuturnya singkat.

Kemenangan ini menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia yang kembali ke final Piala AFF setelah terakhir kali pada 2020. Peluang meraih gelar pertama semakin terbuka, meski Vietnam diprediksi menjadi lawan berat.

Pertandingan final leg pertama akan digelar di Hanoi, sementara leg kedua di Jakarta. Seluruh pemain Indonesia diharapkan tetap fokus dan tidak terlena dengan euforia.

Dampak bagi Kedua Tim

Kekalahan ini memaksa Thailand untuk menunda mimpi meraih gelar kesembilan. Sepanjang sejarah Piala AFF, Thailand adalah tim tersukses dengan sembilan trofi. Namun, dominasi mereka dalam beberapa edisi terakhir mulai tergeser oleh Vietnam dan Indonesia yang terus berkembang.

Bagi Indonesia, kemenangan ini bukan hanya soal final, tetapi juga bukti peningkatan kualitas sepak bola nasional. Kombinasi pemain lokal dan naturalisasi dinilai mulai menemukan chemistry yang tepat.

Meski demikian, perjalanan belum selesai. Vietnam yang memiliki kecepatan dan organisasi permainan rapi akan menjadi ujian sesungguhnya. Shin Tae-yong dituntut meracik strategi agar bisa membawa pulang trofi ke Tanah Air setelah 14 tahun penantian.

Sepak bola Asia Tenggara kembali menunjukkan persaingan yang ketat. Pernyataan Chanathip soal kualitas yang tak jauh berbeda menjadi cermin bahwa mental dan eksekusi akhir menjadi pembeda antara juara dan yang tersingkir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter