Update Hari Kelima Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat melintasi Selat Sunda memasuki hari kelima pada Rabu (12/7). Tim SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan para korban yang terdiri dari wartawan dari berbagai media. Pencarian ini dilakukan di area yang luas dengan tantangan cuaca yang tidak menentu.
Kondisi Pencarian Terkini
Kepala Basarnas Bambang Soesilo dalam konferensi pers menyatakan bahwa hingga hari ini, tim SAR telah mengalokasikan 12 kapal pencari, termasuk dua kapal patroli Polri dan dua kapal dari TNI AL. Selain itu, dua pesawat juga turut serta melakukan pencarian dari udara. "Tim masih fokus di area terakhir kali kontak terputus dengan memperhitungkan arus dan arah angin," jelas Bambang.
Para jurnalis yang hilang kontak adalah Wandi S. Putra (TV One), Rizki Aditya (Kompas TV), Adi Satya Wibawa (detikcom), Fajar Sidik (CNN Indonesia), dan Rizky Febrian (Metro TV). Mereka sedang dalam perjalanan melintasi Selat Sunda dari Jakarta ke Lampung menggunakan KM Sabuk Nusantara pada Sabtu (8/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal dilaporkan mengalami gangguan komunikasi sejak pukul 18.00 WIB.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Tim SAR menerapkan sistem grid search dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor. Setiap sektor disisir secara sistematis oleh tim di darat, laut, dan udara. "Kami menggunakan teknologi seperti sonar dan drone untuk memperluas area pencarian," tambah Bambang. Namun, hingga saat ini belum ada penemuan yang signifikan.
Kondisi cuaca di Selat Sunda yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri. Menurut BMKG, wilayah tersebut masih mengalami gelombang setinggi 2-3 meter dengan kecepatan angin 15-20 knot. "Kondisi ini mempersulit operasi pencarian namun kami tidak akan berhenti sebelum menemukan para jurnalis," ujar Bambang dengan tegas.
Keluarga Korban Tetap Optimis
Keluarga para jurnalis yang hilang kontak menunjukkan sikap tabah dan optimis. Mereka terus berkoordinasi dengan tim SAR dan Basarnas untuk memantau perkembangan pencarian. "Kami percaya mereka akan ditemukan dengan selamat. Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat," kata Ayah Wandi S. Putra, H. Ahmad Sobari.
Sejumlah rekan wartawan juga turut mendukung upaya pencarian dengan menggalang doa dan membagikan informasi melalui media sosial. Aksi serupa juga dilakukan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menggelar doa bersama di beberapa kota.
Kronologi Peristiwa
Menurut data yang dikumpulkan, KM Sabuk Nusantara berangkat dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada Sabtu (8/7) pukul 13.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Bakauheni Lampung. Kapal membawa 15 awak kapal dan 10 penumpang, termasuk lima jurnalis. Laporan terakhir dari kapal diterima pukul 17.30 WIB sebelum komunikasi terputus.
Tim SAR menerima laporan hilang kontak pada pukul 19.00 WIB dan langsung memulai operasi pencarian. Pencarian pertama kali dilakukan di area terakhir kali kapal dilaporkan berada, sekitar 50 mil barat daya dari Pelabuhan Muara Angke.
Tanggapan Pemerintah
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan pemerintah memberikan dukungan penuh dalam operasi pencarian. "Kami telah mengaktifkan satuan tugas khusus untuk mengkoordinasikan komunikasi dan informasi seputar pencarian ini," kata Johnny dalam keterangannya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan siap membantu segala bentuk dukungan logistik bagi tim pencari. "Kami telah menyiapkan fasilitas di Pelabuhan Bakauheni sebagai pusat koordinasi tambahan jika diperlukan," tambahnya.
Upaya pencarian terus berlanjut dengan harapan para jurnalis bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tim SAR berjanji akan tidak menghentikan operasi hingga korban berhasil ditemukan.
Komentar (0)