11, 2026
Teknologi

Wacana Pemakzulan Gibran Mencuat, PDIP Minta Karhutla Jadi Prioritas

Ganjar menilai fokus saat ini harus tetap dialihkan pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang masih belum padam.]]>

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wacana Pemakzulan Gibran Mencuat, PDIP Minta Karhutla Jadi Prioritas

Wacana Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka Mencuat, PDIP: Fokus pada Penanganan Karhutla

Wacana pemakzulan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka kini mulai mencuat di tengah masyarakat. Isu ini muncul seiring dengan berbagai kontroversi yang melibatkan Gibran, termasuk kasus dugaan pelanggaran etik dalam proses pencalonan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pilpres 2024. Meski demikian, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini harus tetap pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini masih menjadi masalah serius di Indonesia.

Menurut informasi yang beredar, wacana pemakzulan tersebut didorong oleh beberapa pihak yang merasa ada pelanggaran etik yang dilakukan Gibran dalam menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Surakarta. Beberapa aktivis dan organisasi masyarakat telah menyampaikan keberatan mereka terkait langkah-langkah yang diambil Gibran, terutama dalam konteks pencalonannya sebagai Cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Mereka berargumen bahwa langkah tersebut melanggar aturan tentang dualisme jabatan dan kode etik pejabat publik.

Sementara itu, PDIP sebagai partai pendukung Gibran dalam konteks politik nasional, menegarkan posisinya dengan menyatakan bahwa isu pemakzulan saat ini bukanlah prioritas. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam keterangannya menyebutkan bahwa seluruh energi dan sumber daya pemerintah harus dialokasikan untuk menangani masalah karhutla yang semakin memburuk di beberapa wilayah di Indonesia. "Kita tidak boleh teralihkan oleh isu-isu yang tidak produktif saat ini. Masalah karhutla membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah," ujar Megawati.

Isu Pemakzulan dan Tanggapan Publik

Isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka pertama kali mencuat melalui media sosial dan beberapa forum diskusi publik. Beberapa analis hukum menyatakan bahwa ada dasar hukum yang cukup kuat untuk mempertanyakan keabsahan langkah Gibran dalam mencalonkan diri sebagai Cawapres sambil masih menjabat sebagai Wali Kota. Mereka merujuk pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melarang ASN, termasuk pejabat terpilih, untuk memiliki jabatan di partai politik atau menjadi calon dalam pemilihan umum selama masa jabatannya.

Di sisi lain, ada pula pandangan yang menyatakan bahwa pemakzulan terhadap Gibran merupakan upaya politis dari pihak-pihak yang tidak terlalu suka dengan keberhasilannya membangun Surakarta sebagai kota pariwisata dan budaya. Beberapa tokoh masyarakat Surakarta sendiri meminta agar isu ini tidak dianggap berlebihan dan menyerukan agar fokus tetap pada pembangunan kota yang sedang berjalan.

Prioritas Nasional: Penanganan Karhutla

Dalam tengah gencarnya isu pemakzulan, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menggencarkan upaya penanganan karhutla. Data terakhir menunjukkan bahwa selama tahun 2023, luasan area terbakar di Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta hektare, dengan Provinsi Riau dan Kalimantan Timur menjadi wilayah yang paling terdampak.

Kepala KLHK Siti Nurbaya Bakar dalam konferensi persnya menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk penanganan karhutla tahun ini. Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat sistem pemantauan kebakaran hutan, meningkatkan kapasitas pemadam kebakaran, serta melakukan restorasi lahan yang terbakar. "Kami sedang memperkuat sistem early warning melalui satelit dan drone untuk mendeteksi titik api lebih cepat. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan komunitas setempat untuk melakukan pencegahan secara dini," jelas Siti Nurbaya.

DPD PDIP se-Indonesia pun turut mengimbau seluruh kader dan simpatisannya untuk tidak terpancing dengan isu pemakzulan yang tengah berkembang. Ketua DPD PDIP Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa energi politik harus digunakan untuk memenangkan Pilpres 2024 dan memastikan program pemerintah berjalan dengan baik. "Isu pemakzulan hanya akan mengalihkan fokus dari masalah-masalah nyata yang dihadapi rakyat. Mari kita fokus pada bagaimana cara menangani karhutla dan masalah ekonomi yang masih menjadi beban masyarakat," kata Pramono.

Reaksi dari Gibran Rakabuming Raka

Gibran Rakabuming Raka sendiri hingga kini belum memberikan respons resmi mengenai wacana pemakzulan yang menimpanya. Melalui juru bicaranya, Gibran hanya menyatakan bahwa fokusnya masih terletak pada tugas-tugas sebagai Wali Kota Surakarta dan sebagai Cawapres dalam Pilpres 2024. "Kami akan terus fokus pada program-program yang telah direncanakan untuk kemajuan Surakarta dan Indonesia secara keseluruhan," ucap juru bicara Gibran.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Gibran telah menyatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota Surakarta jika terpilih sebagai Wakil Presiden. Namun, banyak pihak yang tetap menganggap langkah tersebut belum memenuhi syarat hukum dan etik karena proses pengunduran dirinya tersebut baru akan dilakukan setelah resmi terpilih pada September 2024.

Seiring dengan berkembangnya isu ini, beberapa lembaga survei mulai melakukan polling untuk mengetahui tingkat dukungan masyarakat terhadap Gibran Rakabuming Raka. Hasil sementara menunjukkan bahwa meski ada keberatan terkait isu dualisme jabatan, tingkat elektabilitas Gibran sebagai Cawapres masih relatif tinggi, terutama di kalangan masyarakat Jawa Tengah.

Dengan demikian, wacana pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming Raka terus menjadi perdebatan di ruang publik. Namun, seiring dengan tegaskan PDIP dan pemerintah pusat, fokus nasimal masih harus tertuju pada penanganan masalah-masalah mendesak seperti karhutla yang kini masih menghantui berbagai wilayah di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter