Wakil DIY Kena Sanksi Komdis PSSI: PSIM Didenda Rp110 Juta, PSS Rp30 Juta
Wakil Wilayah DIY Komisi Disiplin (Komdis) PSSI resmi menetapkan sanksi terhadap dua klub sepak bola di wilayahnya. PSIM Yogyakarta menjadi klub yang mendapat sanksi berat dengan denda sebesar Rp110 juta, sementaraPSS Sleman mendapat sanksi lebih ringan sebesar Rp30 juta. Keputusan ini diambil usai Komdis melakukan investigasi terkait berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh kedua klub selama musim kompetisi 2022/2023.
Denda PSIM Yogyakarta Sebesar Rp110 Juta
PSIM Yogyakarta menjadi klub yang mendapat sanksi paling berat dalam putusan ini. Komdis menetapkan denda sebesar Rp110 juta terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan klub sepanjang musim kompetisi. Beberapa di antaranya meliputi terlambatnya pelaporan keuangan kepada PSSI, adanya insiden di tribun penonton saat laga kandang, serta tidak mematuhi aturan mengenai penggunaan pemain asing.
Dalam putusan resminya, Komdis menyatakan bahwa PSIM telah melakukan beberapa kali pelanggaran yang merugikan citarsepak bola di DIY. "Kesalahan-kesalahan yang dilakukan PSIM secara berulang kali menunjukkan kurangnya komitmen klub dalam mematuhi aturan yang berlaku," bunyi pernyataan Komdis dalam putusan sanksi tersebut.
Sanksi tersebut tidak hanya berupa denda semata. Komdis juga menegaskan bahwa jika dalam satu tahun ke depan klub kembali melakukan pelanggaran serupa, sanksi yang akan diterapkan akan jauh lebih berat. PSIM juga diwajibkan untuk membuat laporan perbaikan yang harus disampaikan kepada Komdis dalam kurun waktu satu bulan sejak putusan ini dijatuhkan.
PSS Sleman Didenda Rp30 Juta
Di sisi lain, PSS Sleman juga mendapat sanksi dari Komdis meskipun besarnya lebih ringan dibandingkan PSIM. Klub berjuluk Super Elang Jawa ini didenda sebesar Rp30 juta terkait pelanggaran administrasi dan tidak mematuhi aturan mengenai pelaporan cedera pemain.
Komdis menilai bahwa meskipun PSS Sleman hanya melakukan beberapa pelanggaran, namun salah satunya terkait isu krusial seperti pelaporan cedera pemain. "Pelaporan cedera pemain adalah hal yang sangat penting bagi keamanan dan kelangsungan karir pemain, sehingga pelanggaran ini tidak bisa ditoleransi," jelas Komdis dalam putusannya.
Sama seperti PSIM, PSS Sleman juga diwajibkan untuk membuat laporan perbaikan dan menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam mematuhi aturan di masa depan. Komdis memberikan peringatan keras bahwa sanksi berat akan segera dijatuhkan jika klub kembali melakukan pelanggaran serupa.
Reaksi dari Kedua Klub
PSIM Yogyakarta mengaku akan mengikuti putusan Komdis meskipun menganggap sanksi yang diberikan terlalu berat. "Kami akan membayar denda tersebut dan segera membuat laporan perbaikan yang diminta oleh Komdis. Namun, kami berharap Komdis dapat mempertimbangkan kembali sanksi yang diberikan karena beberapa pelanggaran yang kami lakukan tidak disengaja," ujar manajer PSIM, Ahmad Dhani, dalam konferensi pers usai putusan dijatuhkan.
Sementara itu, PSS Sleman menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap putusan tersebut. "Kami menerima sanksi yang diberikan Komdis dan menganggapnya sebagai pelajaran berharga. Kami akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pelanggaran serupa yang terjadi di masa depan," kata direktur operasional PSS Sleman, Budi Santoso.
Tanggapan Wakil Wilayah DIY Komdis PSSI
Ketua Wakil Wilayah DIY Komdis PSSI, Drs. H. Sutrisno, M.Pd., menegaskan bahwa penerapan sanksi ini adalah bentuk komitmen PSSI untuk membersihkan citar sepak bola Indonesia dari berbagai pelanggaran. "Kami tidak toleran terhadap pelanggaran apa pun, baik itu dilakukan secara disengaja maupun tidak. Tujuan utama kami adalah untuk menjaga kejelasan aturan dan keadilan dalam kompetisi sepak bola di Indonesia," ujarnya.
Sutrisno juga menambahkan bahwa Komdis akan terus melakukan monitoring terhadap kedua klub untuk memastikan bahwa sanksi yang dijatuhkan benar-benar dijalani dan tidak ada lagi pelanggaran serupa di masa depan. "Kami akan memberikan supervisi ketat terhadap PSIM dan PSS Sleman selama satu tahun ke depan," tegasnya.
Dampak Sanksi terhadap Kedua Klub
Sanksi yang dijatuhkan tentunya akan memberikan dampak signifikan terhadap kedua klub. Untuk PSIM, denda sebesar Rp110 jula merupakan beban finansial yang cukup berat, terutama karena klub tengah menghadapi berbagai masalah keuangan. Sementara itu, PSS Sleman meskipun mendapat sanksi lebih ringan, namun tetap harus waspada agar tidak kembali melakukan pelanggaran yang dapat merugikan klub.
Kedua klub diyakini akan menggunakan putusan ini sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem internal dan memastikan bahwa semua aturan dipatuhi dengan baik di masa depan. Sanksi dari Komdis PSSI ini juga diharapkan dapat menjadi peringatan bagi klub-klub lain di Indonesia agar lebih waspada dalam mematuhi aturan yang berlaku.
Komentar (0)