16, 2026
Nasional

Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat, Nyatakan Kembali ke NKRI

TNI menangkap Zakarias Fatem, Wakil Panglima OPM Kodap IV Sorong Raya, yang menyatakan kembali ke NKRI dan mengajak simpatisan untuk menyerah.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat, Nyatakan Kembali ke NKRI

Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat, Nyatakan Kembali ke NKRI

Operasi penangkapan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Papua berhasil mengamankan seorang pria yang diketahui sebagai Wakil Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Maybrat, Papua Barat. Penangkapan ini berlangsung pada hari Kamis (15/9) dini hari tanpa adanya perlawanan berarti dari tersangka. Pria yang diketahui menggunakan nama samaran "Goliath" ini ternyata merupakan salah satu tokoh kunci dalam jaringan separatis yang aktif di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Kepala Satgas Papua Brigadir Jenderal TNI I Putu Danny Karyana mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap Goliath merupakan hasil dari operasi intelijen yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir. "Tim kami telah melakukan penyelidikan mendalam terkait aktivitas separatis yang dilakukan oleh kelompok ini. Setelah mendapatkan informasi yang valid, kami melaksanakan operasi penangkapan yang berlangsung dengan aman dan lancar," jelasnya dalam konferensi pers yang digelar di Jayapura pada hari yang sama.

Identitas dan Latar Belakang Tersangka

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Satgas Papua, tersangka yang berusia sekitar 45 tahun ini telah menjadi anggota OPM selama lebih dari dua deade. Ia pernah menjabat sebagai komandan di beberapa daerah di Papua seakhirnya menjabat sebagai Wakil Panglima OPM di bawah pimpinan Joni Botak. Goliath diketahui memiliki peran penting dalam mengorganisir kegiatan separatis serta membina jaringan untuk merekrut anggota baru, terutama di kalangan pemuda di wilayah perbatasan.

Dalam pengakuannya, Goliath mengakui telah melakukan berbagai aksi yang bertentangan dengan negara Republik Indonesia. Namun, ia juga menyatakan penyesalannya dan bersedia kembali ke pangkuan NKRI. "Saya sudah menyadari kesalahan saya. Saya ingin kembali ke jalan yang benar dan membantu pemerintah dalam membangun Papua yang lebih maju dan sejahtera," ucapnya saat diperiksa oleh penyidik.

Proses Penangkapan dan Pengungkapan Informasi

Operasi penangkapan Goliath dilakukan oleh tim gabungan dari TNI dan Polri di sebuah lokasi terpencil di Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat. Penangkapan ini berlangsung sekitar pukul 02.00 WIT dini hari. Menurut Kepala Satgas, Goliat tidak memberikan perlawanan saat tim masuk ke lokasi. "Kami berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa satu unit senjata api jenis SS dan amunisi berjumlah 15 butir," jelasnya.

Selain senjata api, tim juga menyita beberapa dokumen yang diduga mengandung informasi mengenai rencana aksi separatis di beberapa wilayah Papua. "Dari pengakuan tersangka, kami mendapatkan informasi penting mengenai jaringan dan rencana aksi kelompok separatis di beberapa wilayah. Informasi ini sangat berguna bagi kami untuk mencegah aksi-aksi yang dapat mengganggu keamanan di Papua," tambahnya.

Reaksi Pemerintah dan Masyarakat

Penangkapan Wakil Panglima OPM ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa penangkapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas segala bentuk kekerasan dan separatisme di Papua. "Kami terus melakukan berbagai upaya untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di Papua. Penangkapan ini adalah bukti nyata bahwa tidak ada ruang bagi separatisme di Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat Maybrat memberikan respons positif terhadap penangkapan ini. Beberapa tokoh masyarakat setempat menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan pemerintah. "Kami harap dengan penangkapan ini, kondisi keamanan di Maybrat dapat lebih terjamin dan kita bisa menjalani aktivitas dengan aman," kata seorang tokoh adat setempat, Yulius Wanma.

Rencana Penanganan Selanjutnya

Setelah diamankan, Goliath langsung dibawa ke Markas Satgas Papua di Jayapura untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Satgas Papua menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan perlindungan hukum yang adil kepada tersangka sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Tersangka akan mendapatkan haknya untuk pembelaan dalam proses hukum yang adil," jelasnya.

Sementara itu, pemerintah juga berencana untuk melakukan program deradikalisasi terhadap para anggota separatis yang telah ditangkap. Program ini bertujuan untuk membantu mereka kembali ke jalan yang benar dan menjadi warga negara yang baik. "Kami tidak hanya menangkap, tetapi juga ingin membantu mereka menyadari kesalahan dan kembali menjadi bagian dari bangsa Indonesia," tambah Mahfud MD.

Penangkapan Wakil Panglima OPM ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para anggota separatis lainnya bahwa aksi-aksi yang bertentangan dengan negara tidak akan ditoleransi. Pemerintah terus berkomitmen untuk menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter