Kebakaran di Kebayoran Lama, 128 Petugas Dikerahkan
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin (14/7/2025) dini hari. Sedikitnya 128 petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan keterangan Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Abdul Wahid, laporan kebakaran diterima melalui pusat panggilan darurat pada pukul 00.45 WIB. Petugas kemudian mengerahkan 20 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos terdekat, termasuk dari sektor Kebayoran Lama, Pesanggrahan, dan Cilandak. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam sebelum api akhirnya berhasil dilokalisasi.
"Kami mengerahkan personel dalam jumlah besar mengingat lokasi kebakaran berada di permukiman padat dengan gang sempit, sehingga akses mobil pemadam ke titik api cukup terbatas," jelas Abdul Wahid di lokasi kejadian.
Penyebab Diduga dari Korsleting Listrik
Dari hasil penyelidikan awal, tim identifikasi Dinas Gulkarmat menduga kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik dari salah satu rumah warga. Api diduga muncul dari bagian plafon rumah yang kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan lain karena material bangunan yang mudah terbakar serta hembusan angin pada malam hari.
Pihak berwenang belum dapat memastikan nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut. Namun, berdasarkan pendataan sementara, puluhan rumah semipermanen di kawasan itu mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari kerusakan sedang hingga berat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka maupun korban jiwa.
Sejumlah warga mengaku panik saat api mulai membesar. Mereka berupaya menyelamatkan barang berharga dan dokumen penting sebelum petugas datang. Warga sekitar juga berinisiatif melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam.
Posko Pengungsian dan Kebutuhan Dasar
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta langsung mendirikan posko darurat di sekitar lokasi kejadian. Posko ini difungsikan untuk pendataan korban, pelayanan kesehatan, serta distribusi bantuan logistik berupa selimut, tikar, pakaian layak pakai, air bersih, dan makanan siap saji.
Lurah setempat menyebutkan bahwa data sementara menunjukkan puluhan kepala keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian di antaranya ditampung di balai warga dan rumah kerabat terdekat. Pemerintah menjamin kebutuhan dasar para pengungsi akan dipenuhi selama masa tanggap darurat.
Dinas Sosial juga dikerahkan untuk memberikan pendampingan psikososial bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat peristiwa kebakaran. Petugas kesehatan dari puskesmas terdekat membuka layanan pemeriksaan gratis untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Imbauan Kewaspadaan terhadap Bahaya Kebakaran
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kebakaran di kawasan permukiman padat DKI Jakarta. Dinas Gulkarmat mengimbau warga untuk lebih rutin memeriksa instalasi listrik rumah, tidak menumpuk colokan secara berlebihan, serta tidak membiarkan peralatan elektronik menyala saat rumah ditinggalkan.
"Korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran di permukiman. Kami minta warga melakukan pengecekan berkala dan segera melaporkan jika menemukan kabel yang sudah rusak atau panas berlebihan," ujar Abdul Wahid.
Selain itu, petugas mengingatkan pentingnya penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan rukun tetangga serta pelatihan dasar penanganan kebakaran bagi warga. Keberadaan hidran lingkungan juga dinilai perlu terus dipelihara agar dapat difungsikan saat keadaan darurat.
Rekayasa Lalu Lintas dan Penanganan Lanjutan
Selama proses pemadaman, aparat kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Kebayoran Lama untuk memberi ruang bagi mobil pemadam dan kendaraan pendukung. Antrean kendaraan sempat terjadi hingga pagi hari sebelum arus lalu lintas kembali normal.
Setelah api dinyatakan padam, petugas tetap melakukan pendinginan di titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah kebakaran susulan. Tim identifikasi juga melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti dan melengkapi laporan resmi.
Bagi warga yang membutuhkan informasi atau bantuan, pemerintah daerah membuka layanan pengaduan melalui kanal resmi kecamatan dan kelurahan. Warga diminta tidak terprovokasi isu yang belum terverifikasi dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyatakan akan menyiapkan langkah rehabilitasi bagi rumah-rumah yang rusak, termasuk koordinasi dengan dinas terkait untuk proses verifikasi dan penyaluran bantuan. Proses pendataan akan dilakukan secara transparan agar bantuan tepat sasaran.
Hingga berita ini disusun, penyelidikan masih berlangsung dan nilai kerugian belum diumumkan secara resmi. Warga diimbau tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat yang memiliki risiko tinggi.
Komentar (0)