30, 2026
Nasional

46 Penyelam Dikerahkan Cari 126 Korban Kapal Virgo Transport 8

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/18/6aaccf54f0e3b-penampakan-km-virgo-transport-8-di-bawah-laut_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

46 Penyelam Dikerahkan untuk Mencari 126 Korban Kapal Virgo Transport 8

Pencarian terhadap 126 korban kapal feri Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terus dilakukan. Sebanyak 46 tim penyelam dari berbagai instansi terkait dikerahkan untuk melakukan pencarian di dalam kapal yang karam tersebut.

Kapal penumpang Virgo Transport 8 tenggelam pada Sabtu (16/9/2023) sekitar pukul 16.30 WIB saat dalam perjalanan dari Pulau Pagai Utara ke Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kapal yang membawa 151 penumpang dan 12 awak ini mengalami masalah saat melintasi perairan yang cukup ganas.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jamarun Lubis mengatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi masih terus berjalan hingga hari ini. "Kami masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang," ujar Jamarun dalam konferensi pers, Senin (18/9/2023).

Upaya Pencarian yang Terus Dilakukan

Sebanyak 46 penyelam dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD setempat telah diterjunkan untuk melakukan penyelaman di dalam kapal yang karam. Para penyelam ini bergantian berpatroli di sekitar lokasi kapal tenggelam untuk mencari korban yang masih terperangkap di dalam kapal.

"Kondisi di dalam kapal masih sangat rumit. Kapal tenggelam dengan posisi miring dan terdapat banyak bagian yang terhambat oleh reruntuhan," jelas seorang penyelam yang terlibat dalam operasi ini.

Selain tim penyelam, pihak juga menggunakan alat bantu seperti sonar untuk mendeteksi adanya objek di dalam kapal. Selain itu, tim juga memasang penerangan di sekitar area kapal untuk memudahkan proses pencarian di tengah kegelapan dasar laut.

Kondisi Korban yang Selamat

Dari total 163 orang yang berada di kapal, 37 orang berhasil diselamatkan dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 126 orang masih dinyatakan hilang dan diduga masih terperangkap di dalam kapal yang karam.

Korban yang selamat sebagian besar mengalami hipotermi dan luka-luka ringan. Mereka langsung dievakuasi ke RSUD Sikakap dan beberapa rumah sakit di Padang untuk mendapatkan perawatan medis.

Seorang korban yang selamat, Ahmad (45), menceritakan pengalamannya saat kapal mulai tenggelam. "Tiba-tiba kapal terasa miring dan ada air yang mulai masuk. Kami panik dan mencoba melarikan dira dengan melompat ke laut," ujarnya sambil menangis.

Kronologi Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8

Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Sikakap menuju Pelabuhan Sumenep, Pulau Pagai Utara pada Sabtu (16/9/2023) pukul 13.00 WIB. Kapal membawa 151 penumpang dan 12 awak kapal.

Sekitar pukul 16.30 WIB, saat berada di tengah perjalanan, kapal tiba-tiba terasa miring dan air mulai masuk ke dalam kapal. Upaya untuk mengevakuasi penumpang dilakukan secara cepat, namun kondisi yang kacau membuat banyak penumpang terjebak di dalam kapal.

Kapal akhirnya tenggelam sepenuhnya pada pukul 17.30 WIB di posisi koordinat 1°45'16"S dan 99°38'41"E. Tim SAR langsung diterjunkan setelah mendapat laporan tentang tenggelamnya kapal tersebut.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal Virgo Transport 8. "Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui apa yang menyebabkan kecelakaan ini," kata Budi Karya saat memberikan keterangan pers.

Di sisi lain, masyarakat setempat dan beberapa organisasi sosial turut membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan korban tenggelamnya kapal. Mereka menyediakan tempat penampungan sementara bagi korban yang selamat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah membentuk tim khusus untuk menangani dampak dari musibah ini. Tim ini akan membantu koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan korban dan keluarga korban.

Keselamatan Pelayaran di Perairan Mentawai

Insiden tenggelamnya Virgo Transport 8 kembali menyoroti isu keselamatan pelayaran di perairan Indonesia, khususnya di daerah dengan kondisi alam yang tidak menentu seperti Kepulauan Mentawai.

Perairan Mentawai dikenal memiliki arus laut yang cukup kuat dan sering diguyur hujan lebat, terutama pada musim hujan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kapal-kapal kecil yang sering mengoperasikan rute di daerah tersebut.

Basarnas mengimbau kepada seluruh operator pelayaran untuk selalu mematuhi standar keselamatan navigasi dan memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berlayar. "Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Semua protokol keselamatan harus dipatuhi," tegas Jamarun Lubis.

Operasi pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Pihak berharap dengan kerja keras tim SAR, semua korban yang masih hilang dapat ditemukan segera.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter