30, 2026
Nasional

7 Polisi Diperiksa Propam Polda Sulsel Buntut Tawuran Tewaskan Satu Orang di Makassar

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/27/6ab939b9520b9-kabid-humas-polda-sulsel-kombes-pol-didik-supranoto-tengah_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

7 Polisi Diperiksa Propam Polda Sulsel Buntut Tawuran Tewaskan Satu Orang di Makassar

Makassar — Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan memeriksa tujuh personel polisi terkait peristiwa tawuran antarwarga yang menewaskan satu orang di Kota Makassar. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan kelalaian dalam penanganan konflik yang berujung pada hilangnya nyawa seorang warga.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan adanya pemeriksaan terhadap tujuh personel tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari proses investigasi internal guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur dalam pengamanan situasi di lapangan.

"Betul, ada tujuh personel yang diperiksa Propam. Pemeriksaan ini untuk mendalami sejauh mana peran masing-masing anggota dalam penanganan kejadian tersebut," ujar Didik kepada wartawan di Makassar.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa bermula dari bentrokan antara dua kelompok warga yang saling menyerang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul. Tawuran terjadi pada malam hari di salah satu kawasan padat penduduk. Akibatnya, seorang warga mengalami luka parah dan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan medis intensif.

Selain korban tewas, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit terdekat. Sejumlah kendaraan serta bangunan milik warga juga dilaporkan rusak akibat aksi saling serang tersebut.

Kepolisian menyatakan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan dalam tawuran. Polisi juga masih memburu pihak-pihak yang diduga sebagai pemicu utama bentrokan.

Fokus Pemeriksaan Propam

Pemeriksaan terhadap tujuh personel itu menyoroti sejumlah aspek, mulai dari respons awal personel di lapangan, kecepatan pengamanan, hingga koordinasi antarunit saat kejadian berlangsung. Propam juga menelusuri apakah ada anggota yang lalai atau justru terlibat dalam memicu eskalasi konflik.

Didik menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara terbuka dan profesional. Ia memastikan tidak ada upaya melindungi anggota yang terbukti bersalah. "Jika ada yang terbukti melanggar, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kami tidak akan menutup-nutupi," tegasnya.

Dalam konteks penegakan disiplin internal, Propam memiliki kewenangan memeriksa anggota yang diduga melakukan pelanggaran kode etik maupun tindak pidana. Sanksi yang dapat dijatuhkan beragam, mulai dari teguran, penundaan kenaikan pangkat, hingga proses pidana jika terbukti melakukan kejahatan.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Polda Sulsel menyatakan telah menambah personel untuk menjaga situasi keamanan di wilayah rawan tawuran. Patroli rutin ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan terjadinya bentrokan. Pendekatan preemtif dan preventif juga dilakukan bersama aparat kecamatan serta tokoh masyarakat setempat.

Kapolda Sulsel melalui jajarannya mengimbau warga agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada aparat hukum. Masyarakat diminta segera melaporkan jika mengetahui adanya indikasi akan terjadi bentrokan susulan.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar," kata Didik.

Tanggapan Masyarakat dan Pengamat

Pengamat kepolisian menilai peristiwa ini menjadi ujian bagi transparansi Polda Sulsel dalam menangani kasus internal. Menurut mereka, hasil pemeriksaan Propam harus diumumkan secara jelas kepada publik agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.

Sejumlah warga di lokasi kejadian berharap ada solusi jangka panjang untuk mencegah tawuran berulang. Mereka menilai pendekatan keamanan saja tidak cukup tanpa penyelesaian akar masalah, seperti persoalan sosial dan ekonomi yang memicu gesekan antarwarga.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Polda Sulsel belum merinci identitas ketujuh personel maupun hasil sementara pemeriksaan. Publik menantikan perkembangan kasus ini, terutama terkait pertanggungjawaban aparat dalam peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter