17, 2026
Teknologi

Alasan Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai di Jakarta, Ini Kata Pakar

Asap karhutla dari Kalimantan terdeteksi di Jakarta. Ini penjelasan pakar kebencanaan.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Alasan Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai di Jakarta, Ini Kata Pakar

Asap Karhutla Kalimantan Menyebar Luas, Pakar Jelaskan Penyebab Sampai ke Jakarta

Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan telah mencapai wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana asap dapat menyebar sejauh itu, mengingarak jarak antara Kalimantan dan Jakarta sangat jauh. Sejumlah pakar memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyebaran asap yang mencapib ibu kota tersebut.

Mekanisme Penyebaran Asak ke Jakarta

Dr. Ahmad Zuhdi, ahli meteorologi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa penyebaran asak karhutla ke Jakarta dipengaruhi oleh beberapa faktor. "Pertama, kondisi cuaca saat ini yang cenderung kering dan minim hujan memungkinkan partikel-partikel asap untuk terbawa angin jauh dari sumbernya," ujarnya.

Menurut Zuhdi, angin muson barat-tenggara yang biasa terjadi pada periode ini memiliki kekuatan yang cukup untuk membawa partikel-partikel asak dari Kalimantan hingga ke Pulau Jawa. "Angin tidak hanya membawa uap air, tetapi juga partikel-partikel halus seperti asak dari karhutla. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel-partikel ini dapat terbawa jauh oleh arus udara," tambahnya.

Faktor Kondisi Atmosfer

Prof. Siti Nurhaliza, seorang ahli atmosfer dari Institut Teknologi Bandung, menyoroti pentingnya kondisi atmosfer dalam mempercepat penyebaran asak. "Kita sedang mengalami kondisi stabilitas atmosfer yang tinggi. Artinya, udara di lapisan atmosfer bawah cenderung tidak bergerak vertikal, sehingga partikel-partikel asak terperangkap dan menyebar secara horizontal," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa fenomeni inversi juga memainkan peran penting. "Inversi atmosfer terjadi ketika suhu udara di permukaan lebih dingin daripada di atasnya. Kondisi ini mencegah partikel-partikel asak untuk naik dan tersebar di ketinggian, sehingga akumulasi asak terjadi di permukaan tanah dan menyebar lebih jauh," urainya.

Dampak Kebakaran Luas di Kalimantan

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa luasan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan tahun ini mencapai puluhan ribu hektare. Kebakaran terutama terjadi di provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

"Luasan kebakaran yang sangat luas ini menyebabkan produksi asak dalam jumlah besar. Jika kondisi cuaca tidak mendukung, partikel-partikel asak akan terus terakumulasi dan menyebar ke berbagai arah," jelas Juru Bicara BNPB, Abdul Muhari.

Menurutnya, kebakaran di lahan gambut menjadi penyumbang utama asak tebal. "Kebakaran di lahan gambut menghasilkan asak yang sangat pekat dan mengandung partikel-partikel halus. Asak ini sulit diurai dan dapat menyebar jauh dari sumbernya," tambahnya.

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Penyebaran asak ke Jakarta telah berdampak signifikan terhadap kualitas udara di ibu kota. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa titik di Jakarta mencapai level tidak sehat bahkan berbahaya.

"Partikel-partikel halus dalam asak, khususnya PM2.5, dapat masuk ke saluran pernafasan manusia bahkan sampai ke alveoli paru-paru. Ini berisiko menyebabkan gangguan pernafasan, iritasi mata, dan gangguan kardiovaskular, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis," kata dr. Ratna Sari dari Asosiasi Dokter Paru Indonesia.

Sementara itu, dampak lingkungan juga dirasakan secara luas. Asak yang menyebar ke berbagai wilayah mengganggu aktivitas sehari-hari, mengurangi visibilitas, dan dapat merusak ekosistem di area terdampak.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Pemerintah telah sejak lama berupaya mengatasi masalah karhutla di Kalimantan. Upaya-upaya tersebut meliputi penanggulangan api secara dini, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta restorasi lahan gambut.

"Kami terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari penegakan hukum terhadap pelaku pembukaan lahan dengan cara membakar, hingga program restorasi lahan gambet yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Bagi masyarakat yang tinggal di area terdampak asak, pihak berwenang menyarankan untuk mengenakan masker berkualitas baik, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kesehatan dengan cara minum air yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi.

Dengan kondisi cuaca yang belum menunjukkan perbaikan, potensi asak dari karhutla di Kalimantan untuk terus menyebar ke wilayah lain termasuk Jakarta masih cukup besar. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif dan mitigasi perlu ditingkatkan untuk mengurangi dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter