19, 2026
Nasional

Amarah Legenda Arsenal Lihat Kerusuhan Prancis

Prancis dilanda kerusuhan yang dipicu demonstrasi besar-besaran. Legenda Arsenal Emmanuel Petit amat geram melihat negaranya dirusak seperti itu.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Amarah Legenda Arsenal Lihat Kerusuhan Prancis

Kemarahan menyala di kalangan pesepakbola Prancis, termasuk legenda Arsenal Thierry Henry, menyusul gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota di negara itu. Mantan penyerang tim nasional Prancis tersebut menilai kekacauan yang terjadi bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan cermin luka sosial yang lama dibiarkan menganga di wilayah pinggiran kota.

Henry, yang menghabiskan masa emas kariernya bersama Arsenal dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub itu, menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusuhan yang dipicu insiden penembakan seorang remaja oleh aparat kepolisian dalam sebuah pemeriksaan lalu lintas di wilayah pinggiran Paris. Baginya, peristiwa itu membangkitkan ingatan panjang tentang ketegangan antara warga imigran dan aparat negara.

Gelombang Kerusuhan yang Meluas

Kerusuhan meletus setelah kematian seorang remaja dalam insiden penembakan oleh polisi. Rekaman amatir yang beredar luas di media sosial memicu kemarahan publik dan memantik demonstrasi yang berujung pada bentrokan. Dalam beberapa malam berturut-turut, ratusan kendaraan dan bangunan umum dibakar, sejumlah sekolah serta balai kota mengalami kerusakan, dan ribuan orang diamankan aparat.

Pemerintah Prancis merespons dengan mengerahkan personel keamanan dalam jumlah besar, termasuk unit khusus dan kendaraan lapis baja, terutama di kawasan ibu kota dan kota-kota besar lain seperti Marseille, Lyon, dan Lille. Sejumlah layanan transportasi umum dibatasi, jam malam diterapkan di beberapa daerah, dan sejumlah acara publik dibatalkan. Otoritas menyebut tindakan itu diperlukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, meski kritik terhadap penggunaan kekuatan berlebihan juga menguat.

Di tengah situasi itu, suara dari dunia sepak bola dinilai penting karena banyak pemain besar Prancis lahir dan tumbuh di kawasan yang kini menjadi pusat kerusuhan. Henry sendiri berasal dari Les Ulis, sebuah kawasan pinggiran di selatan Paris yang menjadi salah satu simbol mobilitas sosial melalui olahraga.

Les Ulis dan Ingatan Masa Kecil

Henry tidak pernah menyembunyikan asal-usulnya. Ia kerap menyebut Les Ulis sebagai tempat yang membentuknya, baik sebagai pesepakbola maupun sebagai pribadi. Dari lapangan beton di kawasan itu, ia melangkah ke akademi klub profesional, kemudian ke AS Monaco, Juventus, Arsenal, dan Barcelona, sebelum menutup karier sebagai juara dunia bersama Prancis pada 1998.

Namun keberhasilan itu, menurutnya, tidak boleh menutup mata dari kenyataan bahwa tidak semua anak di kawasan serupa mendapat jalan keluar yang sama. Henry berulang kali menyoroti persoalan kesenjangan kesempatan, keterbatasan akses pendidikan, dan hubungan yang tegang antara warga pinggiran dengan aparat keamanan. Bagi dia, kerusuhan adalah gejala, bukan penyebab.

Suara dari Dunia Sepak Bola

Henry tidak sendirian. Sejumlah pesepakbola Prancis, termasuk yang berkarier di klub-klub Inggris dan Spanyol, menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban serta menyerukan pengusutan yang transparan. Beberapa klub menggelar aksi simbolis sebelum pertandingan, sementara federasi menghadapi desakan untuk lebih vokal terhadap isu-isu sosial.

Kritik juga diarahkan kepada otoritas olahraga yang dinilai kerap membatasi ekspresi politik pemain. Sejumlah pesepakbola mengingatkan bahwa larangan bersikap politik di lapangan bertentangan dengan kenyataan bahwa banyak dari mereka berasal dari komunitas yang paling terdampak kebijakan negara.

Rekam Jejak di Luar Lapangan

Sepanjang kariernya, Henry dikenal aktif dalam kampanye melawan rasisme dan diskriminasi. Ia terlibat dalam berbagai inisiatif untuk memperluas akses anak-anak dari keluarga kurang mampu terhadap pendidikan dan olahraga. Konsistensi itu membuat reaksinya atas kerusuhan dipandang bukan sebagai komentar sesaat, melainkan bagian dari sikap yang telah lama ia pegang.

Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa sepak bola tidak pernah benar-benar lepas dari konteks sosial. Stadion, menurutnya, adalah tempat bertemunya orang dari berbagai latar belakang, sehingga pesepakbola memiliki tanggung jawab moral untuk berbicara ketika ketidakadilan terjadi di luar lapangan.

Jalan Keluar yang Belum Tuntas

Hingga kini, ketegangan di sejumlah kota Prancis belum sepenuhnya mereda. Pemerintah menekankan pentingnya pemulihan keamanan dan penegakan hukum, sementara keluarga korban serta organisasi masyarakat sipil menuntut proses hukum yang adil dan transparan. Sejumlah pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap prosedur kepolisian dan kebijakan pembangunan di kawasan pinggiran.

Di tengah perdebatan itu, kemarahan Henry dan sejumlah pesepakbola lain memperlihatkan satu hal: persoalan yang meledak di jalanan Prancis tidak dapat dilepaskan dari persoalan kesempatan, pengakuan, dan martabat warga yang selama puluhan tahun merasa ditinggalkan. Selama akar persoalan itu belum diselesaikan, kerusuhan hanya akan menjadi episode yang berulang, dengan wajah dan korban yang berganti.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter