15, 2026
Nasional

Ledakan di Pasar Cimanggis Tewaskan 2 Orang, Dipastikan Bukan Bom

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ledakan di Pasar Cimanggis Tewaskan Dua Orang, Polisi Pastikan Bukan Bom

Tragedi menggemparkan Pasar Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (15/3) siang. Ledakan hebat terjadi di salah satu kios pasar yang mengakibatkan dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Berdasarkan hasil investigasi awal, polisi telah memastikan bahwa ledakan tersebut bukanlah aksi terorisme melainkan kecelakaan akibat kebocoran gas LPG.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kepala Polisi Resor (Polres) Depok, AKBP Budi Santoso, ledakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di kios yang menjual makanan dan minuman. "Saksi mata melihat ada kobaran api yang besar sebelum terdengar ledakan keras. Api dengan cepat menyebar ke kios-kios di sekitarnya," ujarnya dalam konferensi pers singkat.

Dua korban tewas telah diidentifikasi sebagai pemilik kios, Ahmad (45), dan seorang pembeli, Siti Aminah (32). Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka bakar berat dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok untuk mendapatkan perawatan intensif.

Proses Evakuasi dan Penanganan

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Depok, dan petugas pemadam kebakaran segera diterjunki ke lokasi kejadian. Mereka bekerja keras untuk mengevakuasi korban dan memadamkan api yang masih menyala. "Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 30 menit usai ledakan. Kami juga harus berhati-hati karena ada potensi ledakan kembali akibat tabung gas yang masih tersisa di kios-kios sekitar," jelas Kepala BPBD Depok, Eko Purnomo.

Setapi api padam, tim forensik Polres Depok segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengambil sampel material di sekitar lokasi ledakan untuk dianalisis lebih lanjut. "Kami telah mengamankan beberapa saksi mata yang berada di dekat lokasi kejadian untuk dimintai keterangan," tambahkan AKBP Budi Santoso.

Hasal Investigasi Awal

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan analisis, polisi menyimpulkan bahwa ledakan tersebut bukanlah aksi terorisme. "Berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli forensik dan keterangan saksi, ledakan ini disebabkan oleh kebocoran tabung gas LPG di dalam kios korban. Kemungkinan besar ada kesalahan dalam penanganan tabung gas sehingga menyebabkan kebocoran dan terjadinya ledakan," jelas Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Hendra Gunawan.

Polisi juga menemukan beberapa tabung gas LPG yang masih dalam kondisi utuh di k-kios sekitar lokasi kejadian. "Kami akan mengamankan semua tabung gas di pasar tersebut untuk diperiksa keamanannya. Selain itu, kami juga akan memeriksa izin usaha para pedagang untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku," tambahnya.

Respon Pemerintah dan Masyarakat

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, segera meninjau lokasi kejadian dan memberikan bantuan langsung kepada para korban dan keluarganya. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Depok. Pemerintah akan membantu biaya pengobatan untuk korban luka dan memberikan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia," ujarnya.

Tragedi ini juga membuat masyarakat sekitar pasar menjadi gelisah. Banyak dari mereka khawatir akan keamanan dan keselamatan saat beraktivitas di pasar. "Harus ada evaluasi ulang mengenai penggunaan tabung gas di pasar-pasar tradisional. Keselamatan para pedagang dan pembeli harus menjadi prioritas utama," ujar Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Cimanggis, Hasanudin.

Tindakan Pencegahan ke Depan

Menindaklanjuti kejadian ini, pemerintah kota bersama Polresta Depok berencana untuk melakukan pemeriksaan keselamatan di seluruh pasar tradisional di wilayahnya. "Kami akan memeriksa penggunaan gas LPG dan sistem kelistrikan di setiap kios untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi," jelas Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) Depok, Rina Kartika.

Sementara itu, Kompol Hendra Gunawan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tabung gas LPG. "Selalu periksa kebocoran gas sebelum menggunakan kompor. Jika terjadi bau gas sebelum menyalakan api, segera buka ventilasi dan keluar dari ruangan. Jangan gunakan api terbuka untuk mencari sumber kebocoran," pesannya.

Tragedi di Pasar Cimanggis ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya keselamatan dalam penggunaan gas LPG, terutama di tempat-tempat keramaian seperti pasar. Harapan semoga musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat dan pemerintah dalam mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter