PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memantau kondisi penumpang dan awak KMP Batumandi yang mengalami kebakaran saat berada dalam pelayaran. Selain memastikan seluruh penumpang tercatat dan mendapat penanganan, perusahaan pelat merah itu memfasilitasi proses pemulangan penumpang ke daerah asal masing-masing setelah evakuasi dilakukan.
Dalam keterangan resmi manajemen, proses pendataan dilakukan sejak tahap evakuasi hingga penumpang tiba di titik penampungan sementara. ASDP menyatakan seluruh penumpang yang berada di dalam kapal telah diidentifikasi berdasarkan manifes, dan data tersebut dicocokkan dengan hasil pendataan lapangan. Pemantauan dilakukan bersama instansi terkait agar tidak ada penumpang yang terlewat.
"Prioritas kami adalah keselamatan penumpang dan awak. Seluruh penumpang yang dievakuasi mendapatkan penanganan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga kebutuhan dasar selama masa penampungan," demikian pernyataan manajemen ASDP yang diterima media.
Pendataan Penumpang Dilakukan Menyeluruh
Manajemen menyebutkan, pendataan tidak hanya dilakukan terhadap penumpang dewasa, tetapi juga anak-anak dan bayi yang ikut dalam perjalanan. Petugas mencatat identitas, kondisi kesehatan, serta tujuan akhir penumpang. Data itu menjadi dasar bagi penyusunan skema pemulangan, termasuk penentuan moda transportasi yang akan digunakan.
Bagi penumpang yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, ASDP memastikan difasilitasi untuk mendapat layanan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Perusahaan juga menyiagakan petugas untuk mendampingi penumpang yang mengalami luka ringan maupun yang memerlukan pemantauan kondisi psikologis pascakejadian.
Selain penanganan fisik, ASDP menyiapkan layanan konseling awal bagi penumpang yang terdampak secara emosional. Langkah itu dinilai penting mengingat insiden kebakaran kapal dapat meninggalkan dampak psikologis, terutama bagi penumpang lanjut usia dan anak-anak.
Fasilitasi Pemulangan ke Daerah Asal
Proses pemulangan penumpang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing individu. Penumpang yang dinyatakan sehat dan tidak memerlukan perawatan diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan semula. ASDP menyediakan bantuan transportasi serta koordinasi dengan operator angkutan darat untuk kelancaran proses tersebut.
Penumpang yang berasal dari luar daerah diberi opsi untuk kembali ke tempat asal atau melanjutkan perjalanan sesuai kebutuhan. Petugas di lapangan mencatat pilihan tersebut agar penyaluran bantuan dan tiket pengganti dapat dilakukan secara tertib. Manajemen menegaskan bahwa seluruh proses pemulangan tidak dipungut biaya tambahan.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan ketersediaan tempat penampungan sementara, konsumsi, serta kebutuhan dasar lain selama proses pemulangan berlangsung. Dukungan itu mencakup penyediaan air bersih, pakaian pengganti, dan perlengkapan bagi penumpang yang kehilangan barang bawaan.
Posko Informasi dan Pendampingan Keluarga
ASDP mendirikan posko informasi untuk memudahkan keluarga penumpang memperoleh kabar terkini. Posko tersebut melayani permintaan informasi mengenai data penumpang, kondisi kesehatan, hingga jadwal pemulangan. Petugas posko juga mencatat laporan keluarga yang belum menemukan anggota keluarganya agar dapat segera ditindaklanjuti bersama instansi berwenang.
Manajemen mengimbau keluarga penumpang untuk menyampaikan laporan melalui kanal resmi perusahaan agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi. Informasi yang beredar di media sosial diminta untuk diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Koordinasi dengan Instansi Berwenang
Penanganan pascakebakaran melibatkan sejumlah pihak, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Badan SAR Nasional, kepolisian, serta pemerintah daerah. ASDP menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan otoritas berwenang untuk mengetahui penyebab insiden.
Perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang dan berkomitmen memberikan data serta keterangan yang dibutuhkan. Hasil investigasi nantinya diharapkan menjadi dasar perbaikan prosedur keselamatan di lingkungan pelabuhan penyeberangan.
Evaluasi Keselamatan dan Imbauan bagi Pengguna Jasa
ASDP menegaskan pentingnya protokol keselamatan dalam setiap pelayaran. Pengguna jasa diminta mematuhi seluruh arahan petugas, memperhatikan jalur evakuasi, serta memastikan kendaraan yang dibawa tidak membawa barang berbahaya. Pemeriksaan muatan dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan insiden di atas kapal.
Manajemen juga mengingatkan penumpang agar selalu melengkapi dokumen perjalanan dan mengikuti briefing keselamatan yang disampaikan sebelum kapal berangkat. Kesadaran penumpang dinilai menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga keselamatan pelayaran.
Hingga saat ini, ASDP menyatakan terus memperbarui perkembangan penanganan penumpang KMP Batumandi. Perusahaan berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajiban kepada penumpang, termasuk pemenuhan hak-hak pengguna jasa sesuai ketentuan yang berlaku.
Komentar (0)