Bandara Riyadh Masih Ditutup, Jamaah Umrah Diminta Chek Status Penerbangannya
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi, masih dalam keadaan tutup sementara setelah diserang oleh serangan drone milik kelompok Houthi dari Yaman. Kepala Badan Penerbangan Sipil Arab Saudi, Abdulaziz bin Abdullah al-Duailej, mengumumkan bahwa operasi penerbangan di bandara tersebut masih dibatasi hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Serangan yang terjadi pada Rabu (9 Oktober 2024) ini menyebabkan sejumlah kerusakan pada fasilitas bandara. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, infrastruktur kritis termasuk landasan pacu dan sistem navigasi mengalami dampak dari serangan tersebut. Pihak berwenang Arab Saudi segera memulai proses evaluasi keamanan dan perbaikan untuk memastikan keselamatan penerbangan dapat dipulihkan.
Dampak pada Penerbangan Umrah
Dampak langsung dari situasi ini terasa pada para jemaah umrah yang berencana melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah untuk secara rutin memeriksa status penerbangan mereka melalui aplikasi resmi atau situs web maskapai yang bersangkutan.
"Kami memahami bahwa situasi ini dapat menimbulkan kebingungan bagi para jemaah. Oleh karena itu, kami menyarankan agar selalu memantau perkembangan terbaru sebelum berangkat ke bandara," kata juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ahmad bin Muhammad al-Sulaimi.
Para jemaah yang tiket penerbangannya sudah dipesan namun terdampak penutupan bandara disarankan untuk menghubungi maskapai terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi tentang jadwal penerbangan alternatif atau pengembalian dana. Beberapa maskapai telah mengumumkan kebijakan penggantian tiket tanpa biaya tambahan bagi penumpang yang terkena dampak.
Respon Internasional
Insiden ini mendapatkan perhatian dari berbagai negara, terutama negara-negara yang memiliki warga negaranya yang sedang berada di Arab Saudi atau berencana melakukan perjalanan umrah. Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Riyadh segera mengeluarkan siaga terkait situasi ini.
"Kami telah meminta kepada seluruh warga Indonesia di wilayah Riyadh untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang lokal. Selain itu, kami juga sedang memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan para jemaah umrah asal Indonesia," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebien.
Organisasi Penerbangan Sipilan Internasional (ICAO) juga menyatakan keprihatinannya atas serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil. "Kami mengecam keras serangan terhadap bandara sipil. Infrastruktur penerbangan sipil harus dilindungi dan tidak boleh menjadi target dalam konflik apa pun," ujar juru bicara ICAO dalam pernyataan resminya.
Proses Pemulihan
Tim teknis dari Badan Penerbangan Sipil Arab Saudi bekerja keras untuk memulihkan operasional bandara King Khalid. "Tim kami sedang melakukan inspeksi menyeluruh terhadap semua fasilitas bandara untuk memastikan tidak ada bahaya tersisa sebelum operasi penerbangan dapat dilanjutkan," jelas al-Duailej.
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi telah meningkatkan keamanan di sekitar bandara-bandara internasional lainnya di negara tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah serangan serupa terjadi di fasilitas kritis lainnya.
Saran bagi Jamaah Umrah
Bagi para jemaah umrah yang berencana melakukan perjalanan, berikut adalah beberapa saran yang diberikan oleh pihak berwenang:
- Selalu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara
- Membawa dokumen perjalanan lengkap termasuk paspor dan visa umrah
- Menyiapkan persediaan obat-obatan pribadi yang cukup
- Menghubungi pihak travel agent atau maskapai jika ada perubahan jadwal
- Mengikuti arahan dari petugas keamanan dan staf bandara
Para jemaah juga disarankan untuk tetap tenang dan sabar menghadapi situasi yang tidak terduga. Pemerintah Arab Saudi berjanji akan melakukan segala upaya untuk memulihkan operasional bandara secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Sementara menunggu bandara kembali beroperasi normal, beberapa jemaah yang sudah tiba di Arab Saudi diminta untuk tetap tinggal di tempat penginapan mereka dan menghindari berkumpul di area keramaian hingga ada pemberitahuan resmi lagi.
Komentar (0)