30, 2026
Nasional

Bumi Ternyata Tidak Bulat, Bentuknya Berubah Sedikit Demi Sedikit

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bentuk Bumi perlahan berubah, dengan kutub terangkat dan khatulistiwa turun, menjadikannya sedikit lebih bulat.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Bumi Ternyata Tidak Bulat, Bentuknya Berubah Sedikit Demi Sedikit

Bumi yang selama ini digambarkan sebagai bola sempurna ternyata tidak benar-benar bulat. Bentuk planet tempat manusia hidup ini terus mengalami perubahan secara perlahan, dipengaruhi oleh berbagai gaya internal dan eksternal yang bekerja tanpa henti. Perubahan tersebut tidak terjadi dalam hitungan hari atau tahun, melainkan berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun, sehingga sulit dirasakan langsung oleh penghuninya.

Sejak lama ilmuwan mengetahui bahwa Bumi bukanlah bola yang mulus. Planet ini berbentuk oblate spheroid atau geoid, yakni menggembung di bagian ekuator dan sedikit pipih di kedua kutubnya. Bentuk itu merupakan hasil dari rotasi Bumi yang berputar pada porosnya. Gaya sentrifugal akibat perputaran tersebut membuat materi di sekitar ekuator terdorong ke luar, sementara wilayah kutub tertarik ke dalam.

Namun, bentuk Bumi tidak berhenti pada kondisi geoid yang statis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa planet ini terus berubah sedikit demi sedikit. Perubahan itu disebabkan oleh kombinasi pergerakan lempeng tektonik, pencairan es di kutub, pergeseran massa air laut, hingga pengaruh gravitasi benda langit seperti Bulan dan Matahari.

Pengaruh Rotasi dan Gaya Sentrifugal

Rotasi Bumi menjadi salah satu faktor utama yang membentuk dan mengubah geometri planet. Dalam satu hari, Bumi berputar penuh pada porosnya dengan kecepatan di ekuator mencapai sekitar 1.670 kilometer per jam. Kecepatan itu menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat bagian ekuator menggembung sekitar 21 kilometer lebih jauh dari pusat Bumi dibandingkan wilayah kutub.

Meski demikian, kecepatan rotasi Bumi tidak selalu sama. Sejumlah penelitian mencatat adanya variasi kecil dalam kecepatan rotasi akibat perpindahan massa di permukaan dan di dalam Bumi. Ketika massa berpindah, distribusi berat planet ikut berubah, dan hal itu memengaruhi bentuk serta posisi sumbu rotasi.

Salah satu contoh nyata adalah peristiwa gempa bumi besar. Gempa dahsyat yang terjadi di Samudra Hindia pada 2004 dan di Jepang pada 2011 disebut turut mengubah distribusi massa Bumi. Perubahan itu berdampak sangat kecil terhadap bentuk planet, tetapi cukup terdeteksi oleh instrumen ilmiah. Bahkan, panjang satu hari disebut berubah dalam hitungan mikrodetik setelah peristiwa tersebut.

Pencairan Es dan Pergeseran Massa

Perubahan bentuk Bumi juga dipengaruhi oleh mencairnya lapisan es di kutub. Ketika es yang sebelumnya menumpuk di daratan Greenland dan Antartika mencair, airnya mengalir ke laut dan menyebar ke berbagai wilayah. Massa yang semula terkonsentrasi di kutub berpindah menuju ekuator, sehingga distribusi berat Bumi berubah.

Proses ini membuat Bumi sedikit lebih menggembung di wilayah ekuator. Selain itu, perpindahan massa air dapat menggeser posisi sumbu rotasi Bumi secara perlahan. Para ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai pergerakan kutub atau polar motion. Perubahan posisi kutub tidak berarti Bumi oleng secara dramatis, tetapi bergeser dalam skala sentimeter per tahun.

Pencairan gletser juga berkontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut. Ketika air laut naik, tekanan pada kerak Bumi di wilayah tertentu ikut berubah. Kerak Bumi yang bersifat elastis kemudian mengalami penyesuaian atau rebound, yakni proses naik dan turunnya permukaan tanah setelah beban es atau air berkurang.

Lempeng Tektonik dan Aktivitas Vulkanik

Faktor lain yang membuat bentuk Bumi berubah adalah pergerakan lempeng tektonik. Lempeng-lempeng raksasa yang menyusun kerak Bumi bergerak beberapa sentimeter setiap tahun. Pergerakan itu dapat mengangkat pegunungan, membentuk palung laut, dan mengubah topografi permukaan planet.

Aktivitas vulkanik juga memainkan peran penting. Letusan gunung berapi memindahkan material dari dalam Bumi ke permukaan. Meskipun jumlahnya tidak sebesar perpindahan massa akibat pencairan es, letusan besar tetap memengaruhi distribusi massa secara lokal maupun global.

Di sisi lain, proses konveksi di dalam mantel Bumi turut membentuk permukaan planet. Material panas di dalam Bumi bergerak naik, sementara material dingin turun. Pergerakan ini mendorong lempeng tektonik dan menciptakan perubahan bentuk permukaan dalam jangka panjang.

Pengaruh Gravitasi Bulan dan Matahari

Gravitasi Bulan dan Matahari menghasilkan pasang surut air laut yang terjadi setiap hari. Meskipun tampak sepele, pasang surut memindahkan massa air dalam jumlah besar dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan massa ini sedikit mengubah bentuk Bumi, terutama pada lapisan air dan kerak yang bersifat lentur.

Selain itu, gaya gravitasi benda langit juga menyebabkan fenomena yang disebut Earth tide atau pasang surut Bumi. Permukaan tanah sebenarnya naik dan turun beberapa sentimeter akibat tarikan gravitasi Bulan. Efek ini tidak dirasakan manusia, tetapi dapat diukur dengan alat presisi tinggi seperti GPS dan gravimeter.

Mengapa Perubahan Ini Penting

Memahami perubahan bentuk Bumi bukan sekadar perkara akademis. Data tentang bentuk dan rotasi Bumi digunakan dalam sistem navigasi satelit, pengukuran waktu, serta pemantauan perubahan iklim. Ketika distribusi massa Bumi berubah, sistem referensi yang digunakan untuk menentukan posisi di permukaan Bumi juga harus disesuaikan.

Para ilmuwan terus memantau perubahan tersebut melalui satelit, stasiun pengamatan geodetik, dan jaringan sensor global. Dengan data yang terus diperbarui, mereka dapat memahami bagaimana Bumi berevolusi dari waktu ke waktu. Perubahan yang terjadi memang sangat kecil, tetapi akumulasinya selama ribuan tahun memberikan gambaran bahwa planet ini adalah sistem dinamis yang tidak pernah benar-benar diam.

Dengan demikian, pernyataan bahwa Bumi tidak bulat bukanlah ungkapan yang menyesatkan, melainkan pengingat bahwa planet ini memiliki bentuk kompleks yang terus berubah. Perubahan itu berlangsung lambat, bertahap, dan dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait, mulai dari rotasi, pencairan es, pergerakan lempeng, hingga tarikan gravitasi benda langit.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter