30, 2026
Nasional

BUMN Beri Perhatian ke Keluarga 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sejumlah perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) menyalurkan perhatian kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di perairan Bali. Perhatian tersebut disampaikan melalui penyerahan santunan, kunjungan langsung ke kediaman keluarga korban, serta pendampingan proses pemulangan jenazah dari Bali ke sejumlah daerah asal.

Kronologi Insiden dan Identitas Korban

Insiden terjadi di perairan Bali ketika sebuah kapal yang mengangkut sejumlah penumpang, termasuk awak media yang tengah meliput kegiatan pelayaran, mengalami kecelakaan. Lima jurnalis dari berbagai media nasional dan tiga kru kapal dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sejumlah penumpang lain dilaporkan selamat dengan berbagai tingkat luka, dan langsung mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, serta tim medis darurat. Jenazah para korban kemudian dibawa ke rumah sakit di Bali untuk menjalani identifikasi sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Identifikasi dilakukan dengan pendekatan forensik, termasuk pencocokan data antemortem dan postmortem, guna memastikan keakuratan identitas sebelum diserahkan kepada keluarga.

Peran BUMN dalam Penanganan Korban

Beberapa BUMN yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut bergerak cepat setelah insiden terkonfirmasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan seluruh korban selamat mendapatkan perawatan intensif serta memfasilitasi komunikasi antara korban, keluarga, dan pihak penyelenggara. Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut membentuk tim khusus untuk mendampingi keluarga korban meninggal dunia, mulai dari pengurusan dokumen hingga pengawalan jenazah ke daerah asal.

Santunan diserahkan secara langsung kepada ahli waris masing-masing korban. Nilai santunan tidak diungkap secara rinci oleh perusahaan, namun pihak BUMN menyatakan bahwa pemberian tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan. Penyerahan dilakukan dengan pendekatan humanis, tanpa upacara seremonial berlebihan, agar tidak mengganggu suasana duka keluarga.

Kunjungan ke Kediaman Keluarga Korban

Perwakilan manajemen BUMN mengunjungi kediaman para korban di sejumlah wilayah, antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan belasungkawa mendalam serta menjamin bahwa seluruh hak korban dan keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka juga menegaskan komitmen untuk mengawal proses pemulangan jenazah hingga tuntas.

Sejumlah keluarga korban menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Meski demikian, mereka berharap insiden serupa tidak terulang di masa depan. Keluarga korban juga meminta agar aspek keselamatan kerja, khususnya bagi jurnalis yang bertugas di lapangan dan kru kapal yang mengoperasikan armada, menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan BUMN.

Tanggapan Institusi dan Serikat Jurnalis

Dewan Pers dan sejumlah organisasi jurnalis memberikan atensi serius terhadap peristiwa ini. Mereka mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan dalam kegiatan peliputan yang difasilitasi oleh BUMN maupun pihak lain. Serikat pekerja media juga menyoroti pentingnya jaminan perlindungan bagi jurnalis, termasuk asuransi kecelakaan kerja, pelatihan keselamatan, dan protokol darurat yang jelas sebelum penugasan di kawasan berisiko tinggi.

Kementerian BUMN menyatakan akan meminta laporan lengkap dari perusahaan-perusahaan terkait mengenai kronologi insiden, langkah penanganan, serta rencana perbaikan sistem keselamatan. Laporan tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi kebijakan, terutama untuk kegiatan yang melibatkan banyak pihak eksternal seperti media dan mitra kerja.

Aspek Keselamatan Jadi Sorotan

Pakar keselamatan transportasi menilai insiden ini menjadi pengingat bahwa prosedur keselamatan di sektor pelayaran perlu ditinjau secara berkala. Faktor cuaca, kelayakan armada, kapasitas penumpang, ketersediaan alat keselamatan, serta kompetensi kru menjadi variabel yang harus dipastikan sebelum operasi dijalankan. Pengawasan independen juga dinilai penting agar standar keselamatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.

Sejumlah pengamat menambahkan bahwa kolaborasi antara regulator, operator, dan pengguna jasa perlu diperkuat. Sistem peringatan dini cuaca ekstrem, jalur komunikasi darurat, serta simulasi evakuasi berkala disebut sebagai langkah yang dapat menekan risiko kecelakaan di perairan, khususnya di kawasan dengan arus dan gelombang yang dinamis seperti perairan Bali.

Hingga berita ini disusun, proses pemulangan seluruh jenazah dilaporkan berjalan sesuai rencana. Pihak BUMN memastikan pendampingan kepada keluarga korban akan terus dilakukan, termasuk bantuan administrasi untuk pengurusan hak-hak korban. Perusahaan juga menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi dari pihak berwenang begitu hasil investigasi resmi dipublikasikan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter