09, 2026
Nasional

El Nino Masih Berlanjut hingga Oktober, Pramono Anung Wanti-wanti Kebakaran Jakarta

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/07/6ac620e9e87a3-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung-wibowo_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

El Nino Masih Berlanjut hingga Oktober, Pramono Anung Wanti-wanti Kebakaran Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Menurutnya, fenomena tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang, sehingga risiko kebakaran masih tinggi.

Dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Pramono Anung menyatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran di ibu kota. "Kami mengimbau seluruh warga Jakarta untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sampah atau limbah secara sembarangan," ujarnya.

Situasi Karhutla di Jakarta

Menurut data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) DKI Jakarta, sejak Januari hingga Agustus 2023, telah terjadi 132 kejadian kebakaran di berbagai wilayah di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 58 kasus terjadi di lahan kosong, 37 di area perumahan, dan 37 di fasilitas umum.

"Kebakaran di Jakarta umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sisa pembakaran sampah, korsleting listrik, serta kelalaian masyarakat dalam menyalakan api. Dengan kondisi cuaca yang kering akibat El Nino, risiko kebakaran menjadi lebih besar," jelas Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) BPBD DKI Jakarta, Arifin.

Persiapan dan Langkah Pencegahan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan sejumlah langkah preventif untuk mengantisipasi kebakaran. Salah satunya adalah memperbanyak pos jaga di titik-titik rawan kebakaran, terutama di area-area yang pernah mengalami kebakaran sebelumnya.

"Kami telah menyiapkan 50 pos jaga yang tersebar di 10 wilayah administrasi Jakarta. Setiap pos akan dijaga oleh personel dari BPBD, Damkar, dan relawan. Mereka akan bertugas memantau situasi 24 jam sehari," tambah Arifin.

Selain itu, pemerintah juga telah mempersiapkan peralatan pemadam kebakaran modern, termasuk dua unit mobil pemadam kebakaran kapasitas besar yang baru saja diperoleh dari pusat. "Kami juga melakukan koordinasi dengan TNI/Polri dan instansi terkait untuk memastikan respons cepat jika terjadi kebakaran," ujar Pramono.

Imbauan kepada Masyarakat

Gubernur Pramono Anung secara khusus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah atau limbah di area terbuka. Ia juga meminta agar warga segera melapor ke pihak berwenang jika melihat adanya aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

"Jika melapi api atau asap mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda, segera hubungi satuan darurat 113 atau langsung ke posko terdekat. Jangan menunggu kebakaran membesar baru melapor," pesannya.

Untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik, pemerintah juga meminta warga untuk melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala. "Pastikan instalasi listrik di rumah Anda dalam keadaan baik dan tidak ada kabel yang terkelupas atau overload," kata Arifin.

Kerja Sama Antar Instansi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sekitar untuk memastikan sinergi dalam penanganan potensi kebakaran. "Kami akan terus berkomunikasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait potensi karhutla," ujar Pramono.

Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkait prakiraan cuaca yang akurat. "Dengan data yang akurat, kami bisa lebih mempersiapkan diri dan mengantisipasi potensi bahaya," tambahnya.

Tanggapan dari Ahli

Menurut ahli klimatologi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budi Hidayat, fenomena El Nino yang berlangsung saat ini memang berdampak signifikan terhadap pola cuaca di Indonesia. "El Nino menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Ini membuat kondisi menjadi lebih kering dan rawan kebakaran," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu melakukan langkah-langkah proaktif, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. "Pencegahan adalah kunci utama. Jika masyarakat sadar dan peduli, risiko kebakaran bisa diminimalisir," tutupnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter