23, 2026
Nasional

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bengkulu

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Getaran dilaporkan terasa di sejumlah kawasan permukiman, perkantoran, dan pusat aktivitas warga, sehingga sebagian orang sempat keluar rumah untuk mencari tempat terbuka. Hingga informasi ini disusun, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut sebagai peristiwa tektonik yang berpusat di zona pertemuan lempeng di lepas pantai barat Sumatra. Berdasarkan karakteristiknya, gempa dangkal di kawasan itu umumnya terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, atau akibat pergeseran sesar lokal di kerak bumi. Kedua mekanisme tersebut sama-sama lazim di wilayah Bengkulu dan menjadi bagian dari dinamika tektonik yang berlangsung terus-menerus.

Getaran Dirasakan di Sejumlah Kawasan

Meski kekuatannya tergolong menengah, gempa magnitudo 5,2 dapat dirasakan cukup jelas oleh warga yang berada di dekat pusat gempa, terutama pada bangunan bertingkat. Getaran dengan durasi singkat kerap menimbulkan kepanikan, terutama bagi warga yang pernah mengalami gempa besar pada masa lalu. Sebagian warga memilih keluar dari bangunan dan menunggu di ruang terbuka sampai situasi dipastikan aman.

Intensitas getaran biasanya berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain, bergantung pada jarak dari pusat gempa, jenis batuan di bawah permukaan, serta kondisi bangunan. Kawasan dengan tanah lunak dan bangunan tanpa struktur tahan gempa umumnya merasakan guncangan lebih kuat dibandingkan daerah dengan batuan padat.

Tidak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan pemantauan parameter gempa, peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa dengan magnitudo di bawah 6,0 dan berpusat di darat atau di laut dangkal umumnya tidak cukup kuat untuk mengangkat kolom air dalam skala besar yang dapat memicu gelombang tsunami. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau warga untuk tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

BMKG juga mengingatkan bahwa setelah gempa utama, masih mungkin terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Gempa susulan merupakan proses pelepasan sisa energi di sekitar pusat gempa dan biasanya berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Warga diminta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk pesan berantai yang menyebutkan prediksi gempa besar.

Bengkulu Berada di Zona Aktif

Bengkulu secara geografis terletak di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Provinsi ini berhadapan langsung dengan zona megathrust Sunda di Samudra Hindia, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun. Akumulasi energi pada bidang kontak lempeng tersebut menjadi sumber gempa besar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain megathrust, Bengkulu juga dilalui sejumlah struktur sesar aktif di darat, seperti Segmen Musi dan struktur sesar di kawasan Bukit Barisan. Aktivitas sesar darat inilah yang kerap memicu gempa dangkal dengan guncangan lokal yang cukup kuat meskipun magnitudonya tidak besar.

Pelajaran dari Gempa Besar Masa Lalu

Wilayah Bengkulu memiliki catatan panjang peristiwa gempa besar. Pada Juni 2000, gempa berkekuatan magnitudo 7,9 mengguncang kawasan ini dan menimbulkan kerusakan cukup luas serta korban jiwa. Pada September 2007, gempa magnitudo 8,4 yang berpusat di Samudra Hindia memicu peringatan tsunami di sejumlah negara dan terasa hingga ke beberapa provinsi di Sumatra. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi gempa bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang mendesak.

Pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan telah berulang kali menggelar sosialisasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta prosedur penyelamatan diri. Sekolah-sekolah di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu juga telah dilatih menghadapi simulasi gempa dan tsunami, terutama di kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan laut lepas.

Imbauan Mitigasi bagi Warga

Masyarakat diimbau memahami langkah dasar penyelamatan diri saat gempa terjadi. Ketika guncangan terasa, warga disarankan segera berlindung di bawah meja kokoh, menjauhi kaca dan benda yang mudah jatuh, lalu keluar dengan tenang setelah getaran berhenti. Penggunaan lift saat gempa harus dihindari karena berisiko terjebak.

Bagi warga yang berada di kawasan pesisir, kewaspadaan terhadap potensi tsunami tetap penting, terutama bila getaran terasa sangat kuat dan berlangsung lama. Dalam kondisi seperti itu, langkah terbaik adalah segera menuju tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu sirene berbunyi. Prinsipnya sederhana, yaitu menjauh dari pantai dan mencari dataran tinggi.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sistem peringatan dini, memeriksa kelayakan bangunan publik, serta memastikan jalur evakuasi tetap terbuka. Kesiapan infrastruktur dan pemahaman warga menjadi kunci dalam mengurangi risiko dampak gempa, mengingat Bengkulu akan terus hidup berdampingan dengan aktivitas tektonik yang tidak dapat diprediksi secara pasti.

Hingga kini, pemantauan terhadap perkembangan situasi terus dilakukan. Warga diminta memperoleh informasi hanya dari sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter