Gunung Api Ili Lewotolok di NTT Meletus, Kolom Abu Setinggi 600 Meter
Gunung Api Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi pada Rabu (12/7/2023). Erupsi ini mengakibatkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter dari puncak gunung api tersebut. Badan Geologi dan Mineral Nasional (BGMN) atau yang lebih dikenal dengan Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa (PVMBG) telah meningkatkan status gunung api ini dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Menurut keterangan dari PVMBG, erupsi terjadi pukul 09:15 WITA dengan durasi sekitar 45 detik. Kolom abu yang dihasilkan teramati berwarna abu-abu dengan intensitas tebal dan mengarah ke arah barat laut. Gunung api ini sebelumnya juga pernah mengalami erupsi pada Juni 2023 lalu, meskipun intensitasnya tidak sebesar erupsi terkini.
Aktivitas Vulkanik Meningkat
Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, mengatakan bahwa aktivitas vulkanik di Gunung Ili Lewotolok telah mengalami peningkatan sejak beberapa pekan terakhir. "Sejak Juni 2023, kita telah mengamati peningkatan frekuensi gempa vulkanik dan gempa tektonik di sekitar gunung api ini. Erupsi terbaru ini menunjukkan bahwa aktivitasnya semakin meningkat dan memerlukan perhatian lebih," ujar Hendra dalam siaran persnya.
Sebelum dinaikkan ke Level III, PVMBG telah memantau aktivitas gunung api ini dari posko pengamatan di lokasi. Peningkatan status dari Level II ke Level III dilakukan setelah PVMBG menemukan indikasi-indikasi yang menunjukkan adanya potensi erupsi lebih besar di masa dekat.
Evakuasi Warga Terdampak
Seiring dengan peningkatan status gunung api, pemerintah setempat telah melakukan evakuasi warga yang tinggal di zona bahaya sekitar gunung api. Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Yohanes Bria, mengatakan bahwa pihaknya telah mengungsikan sekitar 500 warga dari tiga desa di sekitar kaki gunung api.
"Kita telah menyiapkan tiga posko pengungsian di Kecamatan Lebatukan dan Atadei. Warga yang diungsikan adalah mereka yang tinggal dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung api. Kondisi pengungsi saat ini aman dan kita sedang menyiapkan sembako dan alat kesehatan yang memadai," jelas Yohanes.
Warga yang diungsikan terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari lansia, ibu hamil, hingga anak-anak. Mereka sementara menempati aula desa, gedung sekolah, dan rumah warga yang berada di luar zona bahaya. Pemerintah setempak juga memberikan masker kepada warga yang tinggal di luar zona pengungsian untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik.
Dampak Erupsi Terhadap Penerbangan
Erupsi Gunung Ili Lewotolok juga berdampak pada aktivitas penerbangan di wilayah tersebut. Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Wilayah IX NTT mengumumkan bahwa arus lalu lintas udara di Bandara J. Hasan Aroeboesman, Maumere, NTT mengalami penyesuaian.
"Kita telah mengarahkan pesawat untuk menghindari area sekitar gunung api. Sejauh ini tidak ada penerbangan yang dibatalkan, tetapi beberapa rute mengalami penundaan karena harus mengambil jalur alternatif," kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Wilayah IX NTT, Budi Santoso.
Maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah NTT seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air telah memberikan informasi kepada penumpang tentang potensi penundaan penerbangan. Penumpang diminta untuk selalu memantau informasi terkini dari maskapai masing-masing.
Upaya Mitigasi Bencana
Pemerintah pusat dan daerah bersama-sama melakukan berbagai upaya mitigasi bencana gunung api di NTT. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PVMBG terus memantau aktivitas gunung api di seluruh Indonesia, termasuk Gunung Ili Lewotolok.
Gunung Ili Lewotolok merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di pulau Lembata. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.659 meter di atas permukaan laut dan telah beberapa kali mengalami erupsi dalam sejarahnya. Erupsi terbesar terjadi pada tahun 1999 dengan kolom abu setinggi 2.000 meter.
Masyarakat di sekitar gunung api diminta untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah serta PVMBG. Informasi terkait aktivitas gunung api dapat diakses melalui aplikasi PVMBG atau situs resmi instansi tersebut.
Komentar (0)