30, 2026
Teknologi

Depok Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, tapi CFD Tetap Ramai

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Depok Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, tapi CFD Tetap Ramai

Depok, Jawa Barat, mengalami dampat abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau pada Senin (15/1) pagi. Warga di sejumlah kecamatan di Kota Depok melaporkan turunnya hujan abu tipis sejak pukul 05.00 WIB. Meski demikian, aktivitas di pusat perbelanjaan dan fasilitas umum tetap berjalan normal, termasuk di CFD (Cibinong Fashion District) yang tetap ramai dikunjungi warga.

Kondisi Umum di Depok

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Depok, Ahmad Yani, mengatakan abu vulkanik mulai terdeteksi di sejumlah kecamatan sejak dini hari. "Abu vulkanik mulai turun di wilayah Beji, Sawangan, dan Limo sekitar pukul 05.00 WIB. Ketinggian abu tidak terlalu tebal, sehingga belum mengganggu aktivitas warga," jelasnya.

Menurut data yang diperoleh dari Stasiun BMKG Depok, partikel debu vulkanik bergerak dari arah barat daya (arah Selat Sunda) dengan kecepatan sekitar 15 km/jam. "Kondisi ini masih dalam ambang batas aman. Kami sudah melakukan monitoring terus menerus," tambahnya.

Dampab abu vulkanik terlihat jelas di permukaan kendaraan dan beberapa bangunan di sepanjang jalan utama di Depok. Warga sejumlah RT/RW melakukan penyiraman air untuk membersihkan abu yang menempel. "Saya langsung siram motor dan mobil saya karena khawatir abu menimbulkan kerusakan," kata Budi, warga Beji yang sedang membersihkan motornya.

CFD Tetap Ramai Meski Ada Abu Vulkanik

Menariknya, meski kota diguyur abu vulkanik, pusat perbelanjaan CFD di Jl. Raya Sultan Agung tetap ramai dikunjungi warga. Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi mengaku tidak terlalu khawatir dengan adanya abu vulkanik.

Sejumlah penjual di CFD mengatakan aktivitas berjualan berjalan normal. "Seperti biasa, ramai pengunjung. Mungkin karena ada yang beralasan untuk beraktivitas indoor," kata Ahmad, salah satu penjual di CFD.

Pihak pengelola CFD sendiri mengaku telah melakukan langkah preventif untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik. "Kami sudah mempersiapkan masker gratis bagi pengunjung dan meningkatkan kebersihan area," jelas Manager Operasional CFD, Ratna Dewi.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Depok telah mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. "Meskipun kondisi aman, kami tetap mengimbau warga untuk menggunakan masker, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit paru-paru," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Berdasarkan pantauan BPBD, kandungan sulfur dioksida (SO2) di udara masih dalam batas normal. "Tim kami sudah melakukan pengambilan sampel udara dan hasilnya masih aman. Tapi kami tetap akan monitoring terus," jelas Ahmad Yani.

Untuk memastikan kualitas udara, pemerintah telah mengerahkan tim mobile monitoring dari Dinas Lingkungan Hidup. "Kami akan terus memantau kualitas udara di beberapa titik di Depok. Jika ada peningkatan kadar SO2 yang signifikan, kami akan segera mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siti Aminah.

Kondisi Gunung Anak Krakatau

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau terus mengalami aktivitas vulkanik. Menurut PVMBG, letusan terjadi dengan amplitudo 35 mm dan durasi 46 detik. "Letusan tersebut mengakibatkan kolom abu setinggi 500 meter dari puncak kawah," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan.

PVMBG telah meningkatkan status Gunung Anak Krakatau menjadi level II (Waspada). "Kami meminta warga dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari puncak kawah," tambahnya.

Warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung yang berbatasan dengan Selat Sunda juga diminta waspada. "Potensi abu vulkanik dapat menyebar hingga ke wilayah pesisir, tergantung dari kecepatan dan arah angin," kata Hendra.

Penutupan Akses Wisata

Sebagai langkah preventif, pemerintah telah menutup sejumlah akses wisata di sekitar Selat Sunda. "Kami sudah menutup akses wisata ke Pulau Panjang dan Pulum Sebesi untuk sementara waktu," ujar Kepala Dinas Pariwisata Banten, Rudi Gunawan.

Wali Kota Depok meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik. "Pemerintah akan terus memberikan informasi terkait perkembangan kondisi. Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter