09, 2026
Nasional

Jalan Arteri Kelapa Gading, Satu Lagi Proyek Mangkrak Digarap Pramono

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jalan Arteri Kelapa Gading, Satu Lagi Proyek Mangkrak Digarap Pramono

Pemerintah DKI Jakarta kembali menghadapi kritik terkait kelancaran proyek infrastruktur. Kali ini, proyek peningkatan Jalan Arteri Kelapa Gading yang sempat mangkrak kembali digarap oleh Gubernur Anies Baswedan melalui Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria atau Pramono. Proyek yang seharusnya rampung tahun 2020 ini terhambat berbagai masalah administrasi dan teknis.

Jalan Arteri Kelapa Gading menjadi salah satu akses utama bagi warga Jakarta Utara menuju pusat kota. Proyek peningkatan jalan yang dimulai pada 2018 ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kawasan yang padat penduduk tersebut. Namun, hingga kini proyek tersebut belum tuntas dengan berbagai kendala yang muncul sepanjang pelaksanaannya.

Kronologi Proyek yang Terhambat

Proyek peningkatan Jalan Arteri Kelapa Gading dimulai pada masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dibanderol dengan anggaran mencapai Rp 400 miliar, proyek ini direncanakan rampung dalam 18 bulan atau tepatnya pada tahun 2020. Sayangnya, pelaksanaan proyek terhambat berbagai masalah mulai dari perizinan, sengketa lahan, hingga perubahan rencana pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.

Pada 2019, proyek sempat terhenti karena adanya sengketa lahan yang melibatkan beberapa pihak. Pihak yang bersangkutan menuntut ganti rugi yang lebih tinggi dari yang ditawarkan pemerintah. Masalah ini memaksa pekerjaan di sejumlah titik di sepanjang jalan harus dihentikan sementara waktu.

Keadaan semakin rumit ketika pemerintah mengubah rencana pembangunan dari flyover menjadi underpass. Perubahan ini menyebabkan proyek harus mengalami penyesuaian dokumen perencanaan yang memakan waktu cukup lama. Akibatnya, jadwal pelaksanaan proyek terpaksa ditunda berkali-kali.

Setelah beberapa waktu dibiarkan mangkrak, Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono mengambil alih untuk menghidupkan kembali proyek ini. Melalui rapat koordinasi dengan dinas terkait, Pramono menekankan pentingnya penyelesaian proyek ini guna mengurangi beban kemacetan di Jakarta Utara.

"Kita harus menyelesaikan proyek ini secepat mungkin. Kemacetan di Kelapa Gading sudah sangat mengganggu aktivitas warga," ujar Pramono saat rapat koordinasi beberapa waktu lalu.

Untuk mempercepat pelaksanaan, pemerintah melakukan evaluasi ulang terhadap seluruh dokumen perencanaan dan perizinan proyek. Pihak berwenang juga melakukan mediasi dengan para pemilik lahan yang masih memiliki sengketa untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk menutup biaya-biaya yang muncul selama proyek terhenti. Anggaran tambahan ini mencakup biaya administrasi, biaya mediasi, serta biaya penyesuaian rencana pembangunan dari flyover menjadi underpass.

Meskipun telah digarap kembali, proyek peningkatan Jalan Arteri Kelapa Gading masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masalah koordinasi antar dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Beberapa dinas seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Bina Marga, serta Satuan Polisi Pamong Praja masih sering kali tidak serasi dalam penanganan proyek ini.

Selain itu, adanya perubahan personel di tingkat kepala dinis juga menjadi tantang tersendiri. Setiap kali ada perubahan kepala dinas, sering kali terjadi perubahan rencana atau kebijakan yang pada akhirnya memperlambat pelaksanaan proyek.

Tantangan lain adalah masalah keterlambatan serah terima lahan dari pihak pemilik. Beberapa titik di sepanjang jalan masih belum diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah, sehingga pekerjaan di area tersebut belum bisa dilakukan.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah menargetkan proyek peningkatan Jalan Arteri Kelapa Gading dapat rampung pada akhir tahun 2023. Target ini tentunya masih bergantung pada kelancaran koordinasi antar pihak terkait dan tidak ada lagi kendangan yang muncul selama pelaksanaan.

"Kami berharap dengan adanya komitmen dari seluruh pihak, proyek ini bisa tuntas sesuai target yang ditetapkan. Ini penting untuk kenyamanan warga Jakarta Utara," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Ahmad Rizki.

Warga Kelapa Gading sendiri berharap proyek ini benar-benar dapat diselesaikan dengan baik dan tidak terulangi lagi proyek yang mangkrak. Mereka merasa sangat terganggu dengan kondisi jalan yang selalu macet akibat pembangunan yang berlarut-larut.

Dengan begitu, penyelesaian proyek Jalan Arteri Kelapa Gading menjadi uji nyata bagi kemampuan pemerintah DKI Jakarta dalam mengelola infrastruktur yang selama ini sering kali terhambat berbagai masalah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter