17, 2026
Nasional

Jantung Saudi Dibombardir, Anak Buah Raja Salman Buka Suara

Kedubes Arab Saudi di Jakarta mengutuk serangan Houthi yang terus berlanjut. Simak selengkapnya!]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jantung Saudi Dibombardir, Anak Buah Raja Salman Buka Suara

Jantung Saudi Dibombardir, Anak Buah Raja Salman Buka Suara

Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, putra mahkota Arab Saudi dan salah satu figur paling berpengaruh di kerajaan, secara mengejutkan mengungkapkan pandangannya mengenai serangan yang menargetkan fasilitas minyak Abqaiq di provinsi Khobar, Arab Saudi. Pernyataan tersebut menjadi fokus perhatian dunia internasional mengingat posisi strategis Abdullah sebagai salah satu pewaris tahta dan penasihat senior bagi Raja Salman.

Serangan yang terjadi pada bulan September lalu mengakibatkan sebagian fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia lumpuh sementara. Houthi, kelompok pemberontak dari Yaman, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut yang dilakukan menggunakan drone dan rudal. Namun, Amerika Serikat menunjuk Iran sebagai otak di balik serangan tersebut, klaim yang dibantah keras oleh pihak Iran.

Kritikan Terhadap Respons Pemerintah

Dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisiyun Al Arabiya, Abdullah tidak menyebut secara langsung pihak mana yang diyakini bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, ia secara tegas mengkritisis respons pemerintah Arab Saudi terhadap insiden tersebut. "Kita tidak bisa terus menerus menjadi sasaran tanpa memberikan balasan yang setimpal," tegasnya.

Abdullah menyoroti bahwa serangan terhadap aset strategis nasional merupakan tantangan langsung terhadap kedaulatan Arab Saudi. Ia menekankan perlunya kekuatan militer yang lebih mampu menjaga keamanan negara dan memberikan respons yang efektif terhadap ancaman-ancaman yang semakin meningkat.

Putra mahkota yang pernah menjabat sebagai gubernur provinsi Madinah ini juga menyampaikan kecemasannya mengenai ketergantungan Arab Saudi pada teknologi pertahanan asing. "Kita harus memperkuat industri pertahanan kita sendiri agar tidak terlalu bergantung pada negara lain saat menghadapi ancaman," ujarnya.

Reaksi Politik Internal dan Eksternal

Pernyataan Abdullah dianggap sebagai langka mengingat biasanya anggota keluarga kerajaan Saudi menjaga harmoni internal dan menghindari kritikan terbuka terhadap kebijakan pemerintah. Beberapa analis melihat pernyataan ini sebagai indikasi adanya perbedaan pendapat di antara elit kekuasaan Saudi mengenai cara menghadapi ancaman regional.

Sementara itu, serangan terhadap Abqaiq telah memicu gejolak harga minyak global. Harga minyak Brent melonjak hampir 20% setelah serangan tersebut sebelum akhirnya stabil kembali setelah Arab Saudi menyatakan bahwa produksinya akan pulih dalam waktu singkat.

Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Arab Saudi, menunjuk Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut. Presiden Donald Trump mengancam akan memberikan respons militer yang "tak terbayangkan" terhadap Iran. Namun, pihak Arab Saudi sendiri menunjukkan sikap lebih hati-hati dan mengumumkan akan mengandalkan dukungan internasional untuk menyelidiki insiden tersebut.

Implikasi bagi Kebijakan Luar Negeri Saudi

Pernyataan Abdullah menunjukkan potensi perubahan arah dalam kebijakan luar negeri Arab Saudi, terutama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Sejauh ini, kebijakan Saudi di bawah pimpinan Mohammed bin Salman cenderung agresif dalam menangani ancaman yang diyakini berasal dari Iran.

Beberapa analis menduga bahwa pernyataan Abdullah mungkin mencerminkan pandangan di kalangan senior keluarga kerajaan yang lebih mengutamakan solusi diplomatis daripada konfrontasi militer. Posisi Abdullah sebagai putra mahkota dan penasihat senior memberinya pengaruh signifikan dalam membentuk kebijakan masa depan.

Serangan terhadap Abqaiq menjadi pengingat bagi dunia tentang betapa rentannya infrastruktur energi global terhadap serangan. Arab Saudi, yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia, terus berupaya memulihkan citra keamanannya dan menunjukkan kemampuan menjaga aset strategisnya.

Di tengah tekanan internasional dan tantangan keamanan yang semakin kompleks, pernyataan Abdullah bin Abdulaziz menandai momen penting dalam politik Saudi yang mungkin akan membawa perubahan dalam pendekatan negara tersebut dalam menghadapi ancaman regional dan membangun industri pertahanan yang lebih mandiri.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter