24, 2026
Politik

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan keprihatinan atas penyelundupan 1,16 ton ketamin yang digagalkan di Sumatera Utara.]]>

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 1,16 ton yang disembunyikan dalam kapal bernama KM Jaya Raja berbendera Malaysia. Penangkapan ini merupakan hasil operasi intelijen yang dilakukan oleh Tim Detasmas Khusus BNN bekerja sama dengan satuan terkait. Narkotika senilai puluhan miliar rupai ini diselundupkan dari Malaysia menuju Indonesia.

Ketua BNN, Komisaris Jenderal Polisi (Kompol) Heru Winarko, mengatakan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama antar negara dalam mengatasi masalah narkotika. "Kami terus memperketas koordinasi dengan pihak berwenang di negara tetangga untuk mencegah masuknya narkotika ke Indonesia," ujar Heru dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BNN, Jakarta, Kamis (15/9).

Modus Penyelundupan yang Canggih

Menurut Heru, narkotika jenis ketamin tersebut disembunyikan dengan sangat canggih di dalam kompartemen khusus yang dibuat di bawah dek kapal. "Para pelaku membuat ruang rahasia di bawah dek utama kapal untuk menyembunyikan narkotika. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat berpengalaman dalam penyelundupan," jelasnya.

Tim Detasmas BNN berhasil mengidentifikasi kecurigaan terhadap KM Jaya Raja setelah mendapat intelijen bahwa kapal tersebut akan membawa barang ilegal. Setelah melalui pengawasan intensif, akhirnya tim melakukan pengecekan lebih lanjut dan menemukan kompartemen rahasia tersebut. Di dalam kompartemen itu, ditemukan 500 kantong plastik berisi bubuk putih yang diduga adalah ketamin dengan berat total 1,16 ton.

Hasil tes laboratorium BNN mengonfirmasi bahwa bubuk putih tersebut memang adalah ketamin dengan kadar murniyah mencapai 97%. "Nilai pasar di pasar gelap untuk narkotika ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah," tambah Heru.

Penangkapan Pelaku dan Pengembangan Penyidikan

Dalam operasi ini, BNN berhasil menangkap tiga orang pelaku yang merupakan awak kapal KM Jaya Raja. Mereka adalah seorang warga negara Indonesia dan dua warga negara Malaysia. Ketiga tersangka diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, saat kapal tersebut sedang bersandar.

Menurut Kepala BNN, para pelaku ini merupakan bagian dari jaringan internasional yang terlibat dalam penyelundupan narkotika. "Kami akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan ini. Karena ini jelas merupakan tindakan kejahatan terorganisir yang meresahkan," ujar Heru.

Dalam pengembangan penyidikan, BNN telah menyita beberapa barang bukti lainnya, termasuk dokumen kapal, telekomunikasi, dan catatan navigasi. Selain itu, tim juga sedang memeriksa beberapa saksi untuk mengetahui alur peredaran narkotika tersebut dari Malaysia hingga ke Indonesia.

Tegaran Dasco Soal Ancaman Narkoba

Menanggapi penangkapan ini, Komandan Jenderal (Danjen) Komando Cadangan Strategis (Kostrad) Jenderal TNI Dasco Priyanto menegaskan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba. "Narkoba adalah musuh yang sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara. Kita harus bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya ini," ujar Dasco usai menghadiri acara di Jakarta, Jumat (16/9).

Dasco mengapresiasi langkah BNN yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. "Operasi ini menunjukkan bahwa komitmen kita dalam melawan narkoba sangat tinggi. Namun, ini bukan tugas BNN semata, tapi semua pihak harus turut serta dalam melindungi generasi muda," tambahnya.

Menurut Dasco, penyalahgunaan narkotika dapat merusak masa depan generasi muda, yang pada akhirnya akan berdampak pada pembangunan bangsa. "Kita tidak bisa berpangku tangan melihat generasi muda kita terjerumus ke dalam dunia narkoba. Kita harus terus memberikan edukasi dan penegakan hukung yang tegas," tegasnya.

Komitmen Pemerintah Melawan Narkoba

Pemerintah melalui BNN terus menggencarkan program pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika. Selain penindakan terhadap pelaku, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada rehabilitasi bagi korban narkoba.

Heru Winarko menambahkan bahwa BNN akan terus melakukan upaya pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi secara terintegrasi. "Kita tidak hanya fokus pada penangkapan, tapi juga bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat terutama generasi muda tentang bahaya narkoba," ujarnya.

Operasi penangkapan KM Jaya Raja ini merupakan operasi terbesar yang berhasil digagalkan BNN dalam beberapa terakhir. Pihak berwenak mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan imbalan finansial yang ditawarkan oleh sindikat narkoba, karena di balik itu ada ancaman hukuman yang berat.

Untuk para pelaku, ancaman yang dihadapi adalah pidana mati sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Kami akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam kejahatan narkoba, tanpa pandang bulu," pungkas Heru.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter