13, 2026
Teknologi

Man City Dinyatakan Bersalah, Erling Haaland Santai Beli Rumah Baru di Abu Dhabi

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Manchester City Dinyatakan Bersalah Pelanggaran Aturan Finansial Liga Inggris

Manchester City menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah dinyatakan bersalah oleh Liga Inggris atas pelanggaran aturan finansial selama sembilan tahun terakhir. Klub asuhan Pep Guardiola ini diduga melanggar aturan keuangan Liga Premier dengan menyalahgunakan dana sponsor dan memalsukan catatan keuangan. Sanksi yang berpotensi dihadapi City sangat berat, mulai dari pengurangan poin hingga pemecatan dari kompetisi Eropa.

Kasus ini telah berlangsung sejak 2018 ketika Liga Premier membuka investigasi atas dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) oleh Manchester City. Setelah pemeriksaan mendalam atas dokumen keuangan klub selama periode 2009-2018, badan pengatur sepakbola Inggris menyimpulkan bahwa City telah melanggar aturan dengan sengaja. Klub dituduh menyalahgunaan dana sponsor dari Abu Dhabi United Group dan Etihad Airways dengan menandatangani kontrak sponsor yang berlebihan untuk menyembunyikan pengeluaran operasional mereka.

Reaksi dari Manchester City

Dalam pernyataan resminya, Manchester City membantah keras semua tuduhan yang dilayangkan Liga Premier. Klub menyatakan bahwa mereka telah bekerja sama sepenuhnya dengan investigasi selama lima tahun terakhir dan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. "Kami sangat kecewa dengan keputusan ini yang kami anggap tidak memiliki dasar yang kuat dan melanggu prosedur yang telah ditetapkan," demikian pernyataan klub yang diterbitkan secara resmi.

Pep Guardiola, manajer Manchester City, menolak berkomentar secara detail soal kasus ini, namun menegarkan bahwa fokusnya tetap pada permainan dan persiapan tim untuk musim kompetisi mendatang. "Saya adalah pelatih sepakbola, bukan ahli hukum. Saya akan fokus pada apa yang saya lakukan terbaik untuk membawa tim ini meraih kesuksesan di lapangan," ujar Guardiola dalam konferensi pers jelaga laga melawan Arsenal.

Erling Haaland Tetap Fokus dengan Pembelian Properti Mewah di Abu Dhabi

Sementara klub menghadapi krisis hukum dan aturan, penyerang andalan Manchester City, Erling Haaland, tampaknya tidak terlalu terganggu dengan situasi yang dihadapi klubnya. Pemain asal Norwegia ini dilaporkan baru saja membeli properti mewah senilai 7 juta poundsterling di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Rumah berlantai empat ini dilengkapi dengan kolam renang pribadi, taman, dan pemandangan Teluk Persia yang memukau.

Haaland, yang bergabung dengan City dari Borussia Dortmund musim panas tahun 2022 dengan nilai transfer mencapai 60 juta euro, telah menunjukkan performa impresif di Liga Inggris. Pemain berusia 22 tahun ini berhasil mencetak 36 gol dalam 35 penampilan di semua kompetisi musim pertamanya di Etihad Stadium. Kontribusinya menjadi kunci utama bagi City meraih treble winner pada musim 2022-2023.

Sumber dekat Haaland menyatakan bahwa pemain tersebut telah merencanakan pembelian properti ini sebelumnya dan tidak ada hubungannya dengan situasi yang dihadapi klub. "Erling adalah pemain yang fokus dan profesional. Ia memisahkan kehidupan pribadi dan karirnya. Investasi di properti di Abu Dhabi sudah direncanakan sejak lama sebagai bagian dari diversifikasi asetnya," kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Dampak Potensial terhadap Masa Depan Manchester City

Putusan Liga Premier terhadap Manchester City dapat memiliki dampak signifikan terhadap masa depan klub. Sanksi berat termasuk pemecatan dari Liga Champions atau Liga Europa dapat mengancam pendapatan klub yang signifikan dari kompetisi Eropa. Selain itu, pengurangan poin dapat menghambambas peluang City mempertahankan gelar Liga Premier.

Analisis dari para ahli hukum sepakbola menunjukkan bahwa Liga Premier memiliki bukti yang cukup kuat dalam kasus ini. Dokumen internal yang ditemukan menunjukkan adanya komunikasi antara pejabat klub dan sponsor yang menunjukkan adanya kesengajaan untuk memanipulasi catatan keuangan. "Ini adalah kasus yang sangat serius. Jika buktinya memang seperti yang dilaporkan, Manchester City akan menghadapi konsekuensi yang serius," kata James Corbett, seorang ahli hukum olahraga yang mengikuti kasus ini.

Fanatik Manchester City sendiri terbagi atas putusan ini. Sebagian besar fans mendukung klub dalam mengajukan banding dan percaya bahwa ada motif politik di balik kasus ini. Sementara itu, fans klub lain menyoroti perlunya keadilan dalam sepakbola dan menyerukan agar aturan ditegakkan secara merata untuk semua klub.

Saat ini, Manchester City memiliki 14 hari untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. Jika banding ditolak, klub dapat membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Proses hukum yang panjang ini akan menjadi cerita utama dalam dunia sepakbola Inggris dan Eropa untuk beberapa waktu ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter