30, 2026
Nasional

Mentan Temui Massa Petani, Dengar Aspirasi & Cari Solusi Kendala Pertanian

Sekitar 1.000 petani Indramayu demo di Kementan, sampaikan masalah irigasi dan alat pertanian. Mentan Amran berjanji akan tindak lanjuti kebutuhan mereka.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mentan Temui Massa Petani, Dengar Aspirasi & Cari Solusi Kendala Pertanian

Mentan Temui Massa Petani, Dengar Aspirasi dan Cari Solusi Kendala Pertanian

Menteri Pertanian menemui langsung massa petani dalam sebuah pertemuan yang digelar untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari jalan keluar atas berbagai kendala yang selama ini membelit sektor pertanian nasional. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku utama di lapangan, mulai dari petani kecil, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian yang sehari-hari mendampingi proses produksi.

Dalam forum itu, sejumlah persoalan mengemuka. Mulai dari harga hasil panen yang fluktuatif, kelangkaan dan mahalnya harga pupuk, keterbatasan air irigasi, hingga akses permodalan yang masih sulit dijangkau petani. Menteri Pertanian menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap keluhan tersebut dan berkomitmen mencari solusi yang aplikatif, bukan sekadar janji di atas kertas.

Keluhan Petani Jadi Fokus Utama

Massa petani yang hadir menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah soal harga pupuk yang dinilai memberatkan biaya produksi. Petani menyebut bahwa kenaikan harga sarana produksi tidak selalu diikuti kenaikan harga jual hasil panen, sehingga margin keuntungan mereka tergerus.

Selain itu, persoalan tata niaga hasil pertanian juga menjadi sorotan. Banyak petani mengaku kesulitan mendapatkan harga yang layak karena rantai distribusi yang panjang. Mereka berharap pemerintah hadir untuk memangkas rantai tersebut, misalnya melalui penguatan koperasi, badan usaha milik desa, atau kemitraan langsung dengan industri pengolahan.

Menteri Pertanian menampung seluruh aspirasi itu dan menyatakan akan menindaklanjutinya lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kementerian Pertanian karena menyangkut kebijakan perdagangan, infrastruktur, hingga keuangan.

Langkah Konkret yang Disiapkan Pemerintah

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memaparkan sejumlah langkah konkret yang tengah dan akan dijalankan. Pertama, penguatan ketersediaan pupuk bersubsidi agar tepat sasaran dan tepat jumlah. Pendataan penerima subsidi akan diperbaiki dengan memanfaatkan data petani yang terverifikasi, sehingga penyaluran tidak lagi tumpang tindih.

Kedua, percepatan perbaikan infrastruktur irigasi di daerah sentra produksi. Ketersediaan air menjadi faktor penentu, terutama pada musim kemarau yang berpotensi menurunkan produktivitas. Pemerintah mendorong sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan saluran irigasi tersier berfungsi optimal.

Ketiga, penguatan akses permodalan melalui skema kredit usaha rakyat sektor pertanian dengan bunga ringan. Petani didorong memanfaatkan fasilitas ini untuk membeli sarana produksi dan mengembangkan usaha tani, bukan sekadar untuk konsumsi.

Keempat, pendampingan dan penyuluhan yang lebih intensif. Penyuluh pertanian diminta aktif mendampingi petani dalam menerapkan teknologi budidaya, termasuk penggunaan benih unggul dan pengendalian hama terpadu.

Harapan Petani terhadap Tindak Lanjut

Sejumlah perwakilan petani menyambut baik pertemuan itu, namun mereka menekankan pentingnya tindak lanjut nyata di lapangan. Mereka berharap dialog semacam ini tidak berhenti pada seremonial, melainkan berbuah kebijakan yang dirasakan langsung manfaatnya.

Petani juga meminta pemerintah konsisten menjaga stabilitas harga, terutama saat panen raya. Serapan hasil panen oleh badan usaha milik negara dan mitra swasta dinilai perlu diperkuat agar harga tidak jatuh di tingkat petani.

Selain itu, mereka mendorong percepatan regenerasi petani. Kaum muda dinilai enggan masuk sektor pertanian karena dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi. Insentif bagi petani milenial, akses lahan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi harapan baru untuk menarik minat generasi muda.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Menteri Pertanian menekankan bahwa penyelesaian masalah pertanian memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kementerian Pertanian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan kementerian keuangan, pekerjaan umum, perdagangan, serta pemerintah daerah.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pelaku usaha, dan organisasi petani, untuk duduk bersama merumuskan solusi. Pendekatan dari bawah ke atas atau bottom-up dinilai lebih tepat karena memahami kondisi riil di lapangan.

Pemerintah berkomitmen menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas karena perannya strategis dalam ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, dan pengentasan kemiskinan di pedesaan. Dengan dialog yang berkelanjutan, diharapkan kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan petani dan mendorong produktivitas nasional.

Pertemuan dengan massa petani ini menjadi penanda bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Keberhasilan kebijakan pertanian pada akhirnya tidak hanya diukur dari dokumen, tetapi dari kesejahteraan petani yang meningkat dan ketahanan pangan yang semakin kokoh.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter