Penyerang Timnas Brasil, Neymar, menyatakan bahwa seluruh dunia sepak bola berutang budi kepada Lionel Messi. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah wawancara eksklusif yang membahas perjalanan karier Messi, termasuk keputusannya bergabung dengan Inter Miami di Major League Soccer (MLS) serta dampaknya terhadap perkembangan sepak bola di Amerika Serikat.
Menurut Neymar, Messi bukan sekadar pemain hebat dengan koleksi trofi yang sulit ditandingi. Lebih dari itu, kata dia, Messi telah mengubah cara banyak orang memandang sepak bola, terutama generasi muda yang tumbuh besar dengan menyaksikan aksi pemain Argentina tersebut di lapangan hijau.
Penghormatan dari Rekan Setim di Barcelona
Neymar dan Messi pernah memperkuat Barcelona bersama-sama selama empat musim, yakni dari 2013 hingga 2017. Duet keduanya bersama Luis Suarez membentuk trio yang dijuluki MSN, salah satu lini serang paling produktif dalam sejarah klub Catalan tersebut.
Selama periode itu, Barcelona meraih berbagai gelar, termasuk dua gelar La Liga, tiga Copa del Rey, satu Liga Champions, satu Piala Super UEFA, dan satu Piala Dunia Antarklub. Neymar menilai kerja samanya dengan Messi merupakan pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan.
"Bermain di sisi Messi membuat segalanya menjadi lebih mudah. Dia melihat hal-hal yang tidak dilihat pemain lain. Seluruh dunia berterima kasih kepadanya karena telah memberikan sepak bola yang begitu indah," ujar Neymar dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu bukan yang pertama kali dilontarkan Neymar. Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, ia juga menyebut Messi sebagai idolanya sejak masih remaja. Neymar bahkan pernah mengaku menangis saat pertama kali berlatih bersama Messi di Barcelona karena tidak menyangka bisa bermain di tim yang sama dengan pemain yang ia kagumi.
Dampak Messi bagi Sepak Bola Amerika Serikat
Sejak bergabung dengan Inter Miami pada Juli 2023, Messi disebut telah membawa perubahan besar bagi sepak bola Amerika Serikat. Kehadirannya meningkatkan jumlah penonton, nilai kontrak siaran, serta penjualan tiket dan atribut klub di MLS.
Banyak pihak menilai kedatangan Messi ke MLS menjadi titik balik bagi popularitas sepak bola di negara yang selama ini lebih identik dengan American football, bisbol, dan basket. Neymar termasuk yang mengakui hal tersebut.
"Dia pergi ke tempat yang mungkin tidak banyak diperhatikan orang, lalu membuat semua orang memperhatikannya. Itu bukan hal yang mudah dilakukan siapa pun," kata Neymar.
Selain Messi, sejumlah pemain bintang lain juga memilih berkarier di MLS, seperti Sergio Busquets dan Jordi Alba yang turut bergabung dengan Inter Miami. Fenomena ini dinilai semakin memperkuat posisi liga tersebut di peta sepak bola dunia.
Perjalanan Karier Messi yang Panjang
Messi memulai karier profesionalnya di Barcelona pada 2004 dan bertahan hingga 2021. Ia kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain selama dua musim sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Inter Miami.
Puncak karier Messi terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika ia membawa Argentina meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Gelar tersebut melengkapi koleksi trofinya yang sebelumnya sudah mencakup delapan Ballon d'Or, empat Liga Champions, dan berbagai penghargaan individu lainnya.
Meski kini berusia 37 tahun, Messi masih menunjukkan performa yang kompetitif di MLS. Ia tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak liga tersebut dan menjadi kapten Inter Miami dalam berbagai laga penting.
Hubungan Personal yang Tetap Terjaga
Meski tidak lagi bermain di klub yang sama, hubungan Neymar dan Messi dikabarkan tetap dekat. Keduanya kerap berkomunikasi dan saling mendukung dalam berbagai kesempatan, termasuk saat Neymar memperkuat Al Hilal di Liga Arab Saudi.
Neymar saat ini tengah berupaya memulihkan kondisi fisiknya setelah mengalami cedera panjang. Ia berharap bisa kembali memperkuat Timnas Brasil dalam waktu dekat dan membawa negaranya meraih prestasi di ajang internasional.
Dalam konteks persaingan sepak bola dunia yang semakin ketat, pernyataan Neymar mengenai Messi menjadi pengingat bahwa penghormatan antarpemain tetap terjaga, bahkan ketika mereka kini bermain di klub dan liga yang berbeda.
Sejumlah pengamat menilai sikap Neymar tersebut mencerminkan sportivitas yang tinggi. Mereka menilai persaingan di lapangan tidak harus menghapus rasa saling menghargai di luar lapangan, terutama antara pemain yang pernah meraih kesuksesan bersama.
Hingga kini, Messi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Neymar tersebut. Namun, hubungan baik antara kedua pemain itu telah menjadi salah satu kisah persahabatan yang paling sering dibahas dalam dunia sepak bola modern.
Komentar (0)