15, 2026
Nasional

Pejabat Bilang Karhutla Kalimantan Aman, Jerome Polin Naik Pitam: Udah Nirempati, Inkompeten!

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2023/01/19/63c8c861cbe51-jerome-polin_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jerome Polin Kritik Tajam Pernyataan Pejabat soal Karhutla Kalimantan

YouTuber dan influencer edukasi Jerome Polin kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena konten matematikanya, melainkan karena kritik pedasnya terhadap pernyataan seorang pejabat mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Jerome menilai pernyataan pejabat tersebut tidak mencerminkan empati dan menunjukkan inkompetensi dalam memahami masalah lingkungan yang sedang terjadi.

Kritik itu disampaikan Jerome melalui akun media sosialnya, menanggapi pernyataan seorang pejabat yang menyebut bahwa kondisi karhutla di Kalimantan relatif aman. Menurut Jerome, pernyataan semacam itu sangat tidak sensitif mengingat masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan tengah menghadapi dampak langsung dari kabut asap, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.

Latar Belakang Pernyataan Pejabat

Pernyataan kontroversial tersebut muncul dalam sebuah forum resmi ketika pejabat yang bersangkutan memberikan keterangan kepada wartawan. Ia mengklaim bahwa situasi karhutla di Kalimantan berada dalam kondisi terkendali dan tidak perlu dikhawatirkan. Pernyataan itu langsung menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk pegiat lingkungan, akademisi, dan warganet.

Jerome Polin termasuk salah satu figur publik yang paling vokal menanggapi. Ia menilai pernyataan itu tidak hanya keliru secara faktual, tetapi juga menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap realitas di lapangan. Menurut Jerome, seorang pejabat seharusnya memiliki data yang akurat sebelum berbicara di ruang publik, terutama menyangkut isu yang berdampak luas bagi masyarakat.

Respons Jerome Polin di Media Sosial

Dalam unggahannya, Jerome menggunakan diksi yang tegas. Ia menyebut pejabat tersebut "udah nirempati" dan "inkompeten". Ungkapan itu dengan cepat menjadi viral dan memicu perdebatan di berbagai platform digital. Banyak warganet yang mendukung sikap Jerome, sementara sebagian lain mengingatkan agar kritik tetap disampaikan dengan cara yang santun.

Jerome menegaskan bahwa kritiknya bukan sekadar emosi. Ia menyoroti pentingnya data dan transparansi pemerintah dalam menangani bencana lingkungan. Menurutnya, karhutla bukan persoalan sepele karena menyangkut kesehatan jutaan orang, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Dampak Karhutla bagi Masyarakat Kalimantan

Karhutla di Kalimantan menjadi persoalan tahunan yang berulang. Kabut asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan kualitas udara, serta terganggunya penerbangan dan kegiatan pendidikan. Sekolah-sekolah di sejumlah daerah terpaksa diliburkan karena udara tidak sehat.

Selain dampak kesehatan, karhutla juga menimbulkan kerugian ekonomi. Petani dan pelaku usaha kecil merasakan langsung imbasnya karena aktivitas mereka terhambat. Ekosistem hutan gambut yang terbakar membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih, sementara emisi karbon yang dilepaskan memperburuk krisis iklim.

Para ahli lingkungan menilai pernyataan pejabat yang menyebut kondisi aman justru berpotensi menurunkan kewaspadaan. Mereka mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat sistem deteksi dini, penegakan hukum terhadap pembakar lahan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Kritik terhadap Cara Pemerintah Berkomunikasi

Kasus ini menyoroti persoalan lebih besar mengenai cara pejabat publik berkomunikasi. Di era media sosial, pernyataan yang tidak berdasar data dapat dengan cepat menuai reaksi publik. Kritik Jerome Polin mencerminkan harapan generasi muda agar pemerintah lebih terbuka, responsif, dan berbasis bukti dalam mengambil kebijakan.

Pengamat komunikasi politik menilai pejabat perlu memahami sensitivitas isu lingkungan. Menyampaikan klaim tanpa data yang kuat dapat merusak kepercayaan publik, terutama ketika masyarakat merasakan dampak langsung di lapangan. Sebaliknya, komunikasi yang jujur dan transparan justru dapat memperkuat kredibilitas pemerintah.

Seruan Aksi Nyata

Jerome Polin tidak hanya mengkritik. Ia juga mengajak publik untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan. Menurutnya, kesadaran kolektif diperlukan agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap tahun. Ia mendorong masyarakat untuk mengawasi kebijakan pemerintah dan mendukung upaya pelestarian hutan.

Sejumlah organisasi lingkungan mengapresiasi sikap Jerome. Mereka menilai figur publik memiliki peran penting dalam menyuarakan isu yang sering luput dari perhatian. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa kritik perlu diikuti solusi konkret, seperti rehabilitasi lahan gambut dan penguatan regulasi.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pejabat yang dikritik Jerome. Publik menunggu apakah akan ada klarifikasi atau perbaikan komunikasi dari pihak terkait. Yang jelas, perdebatan ini menegaskan bahwa isu karhutla bukan hanya persoalan lokal, melainkan tanggung jawab bersama yang menuntut perhatian serius dari semua pihak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter