20, 2026
Nasional

Polda Metro Siapkan 9.505 Personel Kawal Aksi Massa di Monas

Polda Metro Jaya siapkan 9.505 personel untuk amankan aksi massa di Monas. Kapolda menekankan pentingnya pelayanan dan komunikasi humanis dalam pengamanan.]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polda Metro Siapkan 9.505 Personel Kawal Aksi Massa di Monas

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyiapkan 9.505 personel untuk mengamankan aksi massa yang berpusat di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Ribuan personel tersebut diterjunkan guna memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas warga ibu kota.

Personel yang disiagakan terdiri atas gabungan satuan kerja di lingkungan Polda Metro Jaya, termasuk Samapta, Intelkam, Lalu Lintas, Reserse, serta Bimas. Dukungan juga datang dari satuan wilayah kepolisian resor di sekitar Jakarta Pusat, ditambah personel pengamanan objek vital dan tim penanganan gangguan ketertiban umum.

Rincian Kekuatan dan Penempatan Personel

Pembagian tugas dilakukan berlapis. Lapisan terdepan ditempatkan di sekitar pintu masuk kawasan Monas untuk melakukan pemeriksaan dan penyaringan peserta aksi. Lapisan berikutnya mengamankan jalur utama menuju lokasi, sementara lapisan belakang bersiap sebagai kekuatan cadangan yang dapat digerakkan sewaktu-waktu.

Selain personel berseragam, Polda Metro Jaya menyiagakan tim pendukung seperti unit kesehatan, tim pemadam kebakaran bersama instansi terkait, serta tim komunikasi dan informasi. Keberadaan tim ini dimaksudkan agar penanganan situasi darurat dapat dilakukan cepat tanpa mengganggu jalannya kegiatan.

Menurut keterangan kepolisian, jumlah 9.505 personel ditetapkan setelah dilakukan penghitungan berdasarkan perkiraan jumlah peserta, luas area kegiatan, dan jumlah jalur akses yang harus dijaga. Angka itu juga mempertimbangkan kebutuhan personel untuk tetap menjalankan tugas rutin pelayanan masyarakat di wilayah lain.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas yang sifatnya situasional. Pengalihan arus akan diberlakukan apabila kepadatan kendaraan dinilai mengganggu pergerakan peserta aksi maupun mobilitas warga.

Jalur yang berpotensi terdampak antara lain ruas di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Utara, serta Jalan Budi Kemuliaan dan sekitarnya. Pengendara dari arah selatan diimbau mencari jalur alternatif, sedangkan kendaraan dari arah utara diarahkan mengikuti petunjuk petugas di lapangan.

Kepolisian juga mengingatkan agar masyarakat menghindari kawasan Monas dan sekitarnya pada jam-jam puncak kegiatan, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi yang tidak berkepentingan langsung. Penggunaan angkutan umum dinilai lebih efektif untuk mengurangi kepadatan.

Imbauan kepada Peserta dan Penyelenggara Aksi

Polda Metro Jaya mengimbau penyelenggara dan peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketertiban umum dan hak warga lain.

Peserta diminta tidak membawa senjata tajam, benda berbahaya, maupun atribut yang berpotensi memicu benturan antar kelompok. Kepolisian juga meminta agar massa tidak melakukan aksi anarkis, merusak fasilitas umum, atau memblokir jalur yang menjadi akses layanan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran.

Bagi peserta yang membawa kendaraan, diimbau memarkir kendaraan di lokasi yang telah ditentukan dan mengikuti arahan petugas. Kepolisian menyatakan tidak akan ragu menindak pelanggaran hukum yang mengancam keselamatan orang banyak.

Koordinasi Lintas Instansi

Pengamanan aksi massa tidak hanya melibatkan kepolisian. Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta pengelola kawasan Monas. Koordinasi mencakup pengaturan lokasi kegiatan, penyediaan fasilitas kesehatan, hingga penataan kebersihan pascakegiatan.

Pemerintah kota setempat juga diminta menyiapkan posko layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama kegiatan berlangsung. Sinergi antarinstansi dinilai penting agar dampak kegiatan terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik dapat ditekan seminimal mungkin.

Pengamanan Objek Vital dan Kawasan Sekitar

Selain kawasan Monas, personel ditempatkan di sejumlah objek vital di sekitarnya, termasuk kawasan perkantoran pemerintah, pusat perbelanjaan, dan simpul transportasi umum. Penempatan ini bertujuan mencegah gangguan keamanan yang dapat merambat ke area lain.

Kepolisian juga memperkuat patroli di jalur-jalur yang biasa digunakan massa menuju lokasi, termasuk di sekitar stasiun kereta dan halte bus. Langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi terhadap kepadatan penumpang yang hendak menuju pusat kegiatan.

Pemantauan Situasi Secara Berkala

Selama kegiatan berlangsung, kepolisian akan melakukan pemantauan situasi secara berkala dan mengevaluasi kebutuhan penambahan personel. Apabila jumlah peserta melebihi perkiraan, kekuatan cadangan dapat digeser ke titik-titik yang membutuhkan penguatan.

Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menghormati hak warga negara menyampaikan pendapat. Kepolisian berharap seluruh pihak menjunjung tinggi semangat damai sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan berakhir tanpa insiden.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter