30, 2026
Nasional

Prabowo Perintahkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Perintahkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah memerintahkan upaya pencarian intensif terhadap seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput di wilayah perairan. Pencarian ini melibatkan sejumlah kapal militer dan nirlaba dengan total 11 unit yang telah dikerahkan untuk menemukan korban yang masih belum diketahui nasibnya.

Informasi Tentang Jurnalis yang Hilang

Jurnalis yang identitasnya belum diungkap secara resmi tersebut dilaporkan terakhir kali mengirimkan laporan pada Selasa (15/8) pagi sebelum komunikasi terputus secara tiba-tiba. Korban sedang meliput sebuah kegiatan di perairan yang belum disebutkan secara pasti oleh pihak berwenang. Tim penyelamat mendapat laporan bahwa korban terakhir kali terlihat berada di sekitar area dengan kondisi cuaca yang tidak stabil.

Keluarga korban yang khawatir telah melaporkan kehilangan kontak kepada pihak berwenang setelah tidak mendapatkan kabar dari jurnalis tersebut selama lebih dari 24 jam. Menurut sumber dari keluarga, korban memiliki jadwal peliputan yang padat dan sempat mengirimkan pesan singkat sebelum komunikasi terputus.

Respons Langsung dari Menteri Pertahanan

Setelah mendapat informasi tentang kehilangan jurnalis, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto langsung menginstruksikan pihak TNI AL untuk melakukan pencarian menyeluruh. "Saya perintahkan agar semua upaya dilakukan untuk menemukan rekan jurnalis kita ini. Tidak ada korban yang akan kita tinggalkan," ujar Prabowo dalam keterangannya yang disampaikan secara resmi.

Menteri Prabowo menegaskan bahwa pencarian akan dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki TNI. Ia juga meminta agar masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan jurnalis tersebut segera melapor kepada pihak berwenang.

Operasi Pencarian yang Dikerahkan

Sebanyak 11 kapal telah dikerahkan dalam operasi pencarian ini. Armada tersebut terdiri dari delapan kapal milik TNI AL dan tiga kapal dari organisasi nirlaba yang bergerak di bidang penyelamatan. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih seperti sistem pencarian radar, sonar, serta tim penyelam profesional.

Koordinator operasi pencarian, Letnan Laut (P) Ahmad Yani, menjelaskan bahwa tim sudah memetakan area pencarian berdasarkan titik terakhir kali sinyal telekomunikasi jurnalis terdeteksi. "Kami fokus di area sekitar titik terakhir komunikasi dengan mempertimbangkan arus laut dan kondisi cuaca saat ini," ujarnya.

Operasi pencarian juga melibatkan pesawat patroli yang melakukan pengintaian dari udara untuk memperluas jangkauan pencarian. Selain itu, tim darat juga diterjunkan ke sekitar pesisir untuk memeriksa area yang mungkin bisa diakses darat.

Kondisi Cuaca yang Menantang

Upaya pencarian ini dihadapkan pada tantangan kondisi cuaca yang tidak menentu. Menurut prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah pencarian diprediksi akan diguyur hujan dengan tinggi gelombang yang dapat mencapai 2-3 meter. Kondisi ini menjadi kendala utama dalam operasi pencarian yang membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian.

"Kami harus waspada terhadap perubahan cuaca yang drastis. Namun, ini tidak akan menghentikan kami dalam upaya pencarian. Kami akan terus berusaha selama masih ada harapan," tambah Koordinator Ahmad Yani.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Tim penyelamat telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk keluarga korban, aparat keamanan setempat, serta organisasi pers untuk memastikan informasi terkini dapat disampaikan secara transparan. Satuan TNI AL juga telah membentuk posko informasi yang siap menerima segala laporan terkait operasi pencarian.

Kepala Biro Komunikasi TNI AL, Marsda TNI Fajar Priyanto, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan update berkala mengenai perkembangan pencarian. "Kami akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi kepada publik secara jujur dan transparan," ujarnya.

Dukungan dari Komunitas Jurnalis

Dunia jurnalis pun menunjukkan dukungan penuh terhadap rekan mereka yang hilang. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah menyatakan siap membantu dalam upaya pencarian dan memberikan dukungan psikologis bagi keluarga korban.

Ketua PWI, Atal S Depari, mengimbau agar semua pihak memberikan ruang bagi tim penyelamat untuk melakukan tugasnya tanpa gangguan. "Kami meminta agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan agar tidak mengganggu proses pencarian yang sedang berjalan," tuturnya.

Harapan untuk Penemuan yang Selamat

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu dengan harapan agar jurnalis tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka telah meminta doa dan dukungan dari berbagai pihak selama proses pencarian berlangsung.

"Kami masih optimis bahwa rekan kami akan ditemukan dalam keadaan selamat. Kami bersyukur atas semua upaya yang telah dilakukan oleh pihak TNI dan masyarakat," ucap sekerabat korban yang tidak mau disebutkan namanya.

Operasi pencarian ini terus berjalan dengan maksimal dan diharapkan dapat memberikan hasil positif secepatnya. Semua pihak terkait diminta untuk tetap waspada dan memberikan dukungan penuh demi keselamatan jurnalis yang hilang kontak tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter