19, 2026
Teknologi

Pramono Resmikan 2 Embung di Jaktim, Bisa Jadi Jogging Track saat Kemarau

Pramono meresmikan Embung Batu Bangkong dan Bambu Hitam sebagai pengendalian banjir. Namun saat kemarau bisa dimanfaatkan jadi jogging track.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Resmikan 2 Embung di Jaktim, Bisa Jadi Jogging Track saat Kemarau

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan dua embung atau kolam retensi di wilayah Jakarta Timur. Kedua embung itu dirancang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pengendali banjir pada musim hujan dan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk sebagai jalur jogging track, pada musim kemarau.

Peresmian dilakukan langsung oleh Pramono didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam acara tersebut, gubernur meninjau kondisi embung, melihat langsung tampungan air, serta mengecek kesiapan sarana pendukung di sekelilingnya. Pramono menyatakan bahwa pembangunan embung tidak hanya berorientasi pada upaya mitigasi banjir, tetapi juga pada penyediaan ruang terbuka hijau yang bisa diakses masyarakat.

Fungsi Ganda Embung

Embung atau kolam retensi pada dasarnya berfungsi menampung sementara air hujan maupun air dari saluran di sekitarnya. Ketika debit air meningkat pada musim hujan, embung menahan volume air sehingga beban saluran dan sungai di hilir berkurang. Dengan begitu, risiko genangan di kawasan permukiman sekitar dapat ditekan.

Ketika musim kemarau tiba dan permukaan air turun, area embung dapat dialihfungsikan sebagai ruang aktivitas warga. Pramono menyebut permukaan embung yang kering bisa dimanfaatkan untuk berolahraga ringan, termasuk jogging. Menurutnya, pendekatan ini membuat infrastruktur pengendali banjir tidak hanya berdiri sebagai bangunan teknis, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi lingkungan sekitarnya.

Embung sebagai Ruang Publik

Pemanfaatan embung sebagai ruang publik dinilai sejalan dengan kebutuhan warga Jakarta Timur akan tempat berolahraga yang terjangkau dan mudah diakses. Selama ini, sebagian warga bergantung pada jalan lingkungan atau taman kecil untuk beraktivitas fisik. Kehadiran embung dengan area terbuka diharapkan menambah pilihan ruang publik yang tersedia.

Pemerintah provinsi menyiapkan sejumlah sarana pendukung agar fungsi rekreasi dan olahraga dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi utama embung. Sarana tersebut antara lain jalur pejalan kaki, penerangan, serta pengaturan akses bagi warga. Pramono menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar embung agar fungsi penampungan air tetap optimal.

Bagian dari Upaya Penanganan Banjir

Peresmian dua embung ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani persoalan genangan dan banjir. Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian karena memiliki titik-titik rawan genangan, terutama pada kawasan dengan kepadatan permukiman tinggi dan kondisi drainase yang perlu pembenahan.

Selain membangun kolam retensi, penanganan banjir juga dilakukan melalui normalisasi saluran, perbaikan pompa air, serta peningkatan kapasitas drainase mikro di tingkat kelurahan. Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir memerlukan pendekatan menyeluruh, tidak bergantung pada satu jenis infrastruktur saja. Embung berperan sebagai penampung sementara, sementara saluran dan pompa bekerja mengurangi genangan di permukaan.

Menurut gubernur, pembangunan infrastruktur pengendali air harus tetap memperhatikan tata ruang dan kondisi lingkungan setempat. Ia meminta jajaran terkait memastikan embung yang telah diresmikan benar-benar berfungsi sesuai perencanaan, termasuk melakukan pengecekan berkala terhadap kapasitas tampungan dan kondisi tanggul.

Pengelolaan dan Pemeliharaan

Keberlanjutan manfaat embung bergantung pada pengelolaan yang konsisten. Pemerintah provinsi menyatakan akan melakukan pemeliharaan rutin, mulai dari pengerukan sedimen hingga perawatan area sekitar. Pemeliharaan itu penting agar kapasitas tampungan tidak berkurang akibat endapan lumpur dan sampah yang terbawa air.

Pramono juga mengajak warga ikut menjaga embung dengan tidak membuang sampah ke saluran dan area kolam. Partisipasi masyarakat dinilai menentukan keberhasilan infrastruktur pengendali banjir, sebab sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air dan mengurangi efektivitas embung.

Dengan peresmian ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dua embung di Jakarta Timur dapat menjalankan dua peran sekaligus: mengurangi risiko genangan pada musim hujan dan menghadirkan ruang terbuka yang bermanfaat bagi warga pada musim kemarau. Pramono menegaskan bahwa pembangunan ruang publik dan infrastruktur kebencanaan akan terus dilanjutkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan tiap wilayah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter