30, 2026
Nasional

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 T

Satgas PRR mendorong Aceh realisasikan tambahan TKD Rp 1,652 triliun untuk pemulihan pascabencana. Pemantauan transparan akan dilakukan untuk akuntabilitas.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 T

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 T

Satuan Tugas (Satgas) Penatausahaan Ruang (PRR) Aceh terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat realisasi Tambahan Dana Desa (TKD) sebesar Rp 1,65 triliun. Dana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat otonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di provinsi yang berada ujung barat Indonesia ini.

Kepala Satgas PRR Aceh, Dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa realisasi tambahan TKD ini sangat strategis untuk mendukung pembangunan di tingkat desa. "Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran ini. Tujuannya adalah memastikan setiap rupiah dana tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ahmad Fauzi dalam jumpa pers yang digelar di Banda Aceh, Rabu (15/3).

Target Realisasi dan Monitoring

Menurut Ahmad Fauzi, target realisasi tambahan TKD sebesar Rp 1,65 triliun harus tercapai dalam semester I tahun 2023. Untuk memastikan target tercapai, Satgas PRR Aceh telah membentuk tim khusus yang akan melakukan monitoring rutin ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Tim ini akan memeriksa langsung ke lapangan untuk memastikan dana tersebut benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami akan melakukan verifikasi fisik dan administrasi untuk setiap proyek yang dibiayai melalui tambahan TKD ini. Jika ada temuan yang tidak sesuai, kami akan segera melakukan koreksi dan meminta pemda untuk memperbaikinya," tambahnya.

Program Pembangunan yang Dibiayai

Tambahan TKD sebesar Rp 1,65 triliun ini akan digunakan untuk berbagai program pembangunan di tingkat desa. Beberapa prioritas utama meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan desa, rehabilitasi fasilitas kesehatan puskesmas dan posyandu, serta peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan sekolah dan pelatihan guru.

"Selain itu, dana ini juga akan digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pembinaan koperasi, pelatihan keterampilan, dan peningkatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kami berharap dengan adanya tambahan dana ini, kesejahteraan masyarakat desa di Aceh dapat meningkat secara signifikan," jelas Ahmad Fauzi.

Tanggapan Pemda

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyambut baik dorongan dari Satgas PRR untuk mempercepat realisasi tambahan TKD. Menurutnya, dana ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di daerah terpencil dan terisolir di Aceh.

"Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menggunakan tambahan TKD ini secara transparan dan akuntabel. Kami telah membentuk tim khusus yang akan memastikan dana tersebut digunakan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Nova Iriansyah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme pengawasan yang ketat untuk mencegah penyimpangan dalam penggunaan dana. "Kami akan bekerja sama dengan Satgas PRR, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan negara dan masyarakat," tegasnya.

Tantangan dan Solusi

Meski begitu, realisasi tambahan TKD ini menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran secara baik. Untuk mengatasi hal ini, Satgas PRR Aceh akan menyelenggarakan pelatihan bagi perangkat desa se-Aceh.

"Kami akan memberikan pelatihan mengenai penatausahaan keuangan desa, perencanaan anggaran, serta pelaporan yang transparan. Tujuannya adalah agar perangkat desa memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola dana desa," jelas Ahmad Fauzi.

Selain itu, Satgas PRR juga akan memanfaatkan teknologi digital untuk memudakan monitoring dan evaluasi. "Kami sedang mengembangkan sistem digital yang dapat memantau realisasi anggaran secara real-time. Dengan sistem ini, setiap kegiatan pembangunan dapat dipantau dengan lebih efektif dan efisien," tambahnya.

Harapan Masyarakat

Masyarakat di berbagai desa di Aceh menyambut positif adanya tambahan TKD ini. Mereka berharap dana tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang membutuhkan, seperti jalan menuai kebun, jembatan kecil, serta fasilitas air bersih.

Dengan adanya dorongan dari Satgas PRR dan komitmen dari pemerintah daerah, diharapkan tambahan TKD sebesar Rp 1,65 triliun dapat direalisasikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Aceh.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter