14, 2026
Teknologi

Sudah 15 Jam, Pemadaman Kebakaran Gudang Paralon Tangerang Belum Selesai

Kebakaran gudang pipa paralon di Legok, Tangerang, berlangsung lebih dari 12 jam. 18 unit mobil pemadam dikerahkan, tidak ada korban jiwa.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sudah 15 Jam, Pemadaman Kebakaran Gudang Paralon Tangerang Belum Selesai

Pemadaman Kebakaran Gudang Paralon di Tangerang Berlanjut Selama 15 Jam

KEBAKARAN yang melanda gudang penjualan paralon di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jawa Barat, telah berlangsung selama lebih dari 15 jam. Pemadam kebakaran masih terus berupaya mengendalikan api yang masih menyisakan bara di lokasi kejadian. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (15/3) sekitar pukul 02.00 WIB ini telah menghanguskan ratusan meter persegi bangunan serta menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kronologi dan Evakuasi Warga

Menurut keterangan Kepala Bagian Humane dan Komunikasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang, Sutrisno, api pertama kali terlihat menyala dari dalam gudang yang berisi berbagai ukuran paralon dan aksesorikan pipa. "Kebakaran diduga berasal dari hubung arus pendek listrik yang terjadi di dalam gudang. Api dengan cepat melalap karena bahan yang tersimpan mudah terbakar," ujarnya, Kamis (16/3) pagi.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi sekitar pukul 02.15 WIB langsung melakukan pemadaman namun dihadapkan pada tantangan sulit. "Kita mendatangkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Tangerang dan sekitarnya. Api begitu liar karena bahan yang terbakar berupa paralon dan plastik," jelas Sutrisno.

Kebakaran tersebut juga menyebabkan puluhan warga sekitar lokasi dievakuakan sementara waktu. Warga yang tinggal di sekitar radius 500 meter dari gudang kebakaran diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Tim medis dari BPBD Tangerang juga siaga untuk memberikan pertolongan pertama jika ada warga yang terkena asap atau terluka akibat kebakaran," tambahnya.

Dampak dan Upaya Pemadaman

Hingga Kamis (16/3) pagi, tim pemadam masih terlihat berupaya memadamkan sisa api yang masih menyisakan bara di lokasi. Asap tebal masih terlihat menyelimuti area sekitar gudang. "Api sudah kita kendalikan namun masih ada bara yang masih menyala. Kami terus menyiram air untuk mencegah api menyala kembali," terang Sutrisno.

Dampak kebakarian ini cukup signifikan bagi aktivitas di sekitar lokasi. Jalan Raya Serpong yang menjadi akses utama menuju kawasan Serpong dan BSD mengalami kemacetan parah karena penutupan jalur akibat kebakaran. Polisi lalu lintas telah memutar arus kendaraan untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.

Sejumlah kendaraan yang parkir di dekat gudang juga ikut terbakar dan mengalami kerusakan berat. "Selain gudang utama, ada dua mobil pikap dan sepeda motor yang parkir di dekatnya ikut terbakar," kata seorang saksi mata, Ahmad (45), yang tinggal di sekitar lokasi.

Kerugian dan Penyelidikan

Kepala BPBD Kota Tangerang, Eko Prasetyo, mengatakan kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. "Kita masih melakukan perhitungan kerugian secara detail. Namun secara kasar, kerugian mencapai lebih dari Rp2 miliar karena selain bangunan, isinya berupa barang-barang berharga seperti paralon berbagai ukuran dan aksesoris pipa," jelasnya.

BPBD bersama pihak kepolisian dan Damkar masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. "Kita akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang menyebabkan kebakaran menjadi begitu cepat meluas," tambah Eko.

Sementara itu, pemilik gudang yang diketahui bernama Budi Santoso (42) belum bisa dikonfirmasi mengenai kejadian ini. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Budi sedang berada di luar kota saat kejadian tersebut terjadi. Gudang tersebut merupakan salah satu pusat penjualan paralon terbesar di wilayah Tangerang Selatan.

Api yang telah padam sempat menyebabkan genangan air bekas pemadaman yang bercampur dengan material plastik terbakar mengalir ke saluran irigasi sekitar. Tim BPBD juga turun untuk membersihkan genangan tersebut agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan lebih lanjut.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dampak Bencana akan membantu korban kebakaran ini. "Kita akan koordinasikan dengan pihak terkait untuk membantu pemilik gudang yang mengalami kerugian akibat kebakaran ini," kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, saat meninjau lokasi kebakaran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter