30, 2026
Nasional

Video: Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Indonesia Calonkan Diri sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Indonesia secara resmi mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029–2030. Pencalonan ini disampaikan dalam forum multilateral dan menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia serta tatanan internasional berbasis hukum. Langkah tersebut menempatkan Indonesia dalam persaingan memperebutkan kursi yang strategis di badan utama PBB yang bertanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Dewan Keamanan PBB terdiri atas lima anggota tetap—Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis, dan Inggris—serta sepuluh anggota tidak tetap yang dipilih oleh Majelis Umum PBB untuk masa jabatan dua tahun. Kursi anggota tidak tetap dialokasikan berdasarkan kelompok kawasan, dan Indonesia berada dalam kelompok Asia-Pasifik. Pencalonan Indonesia menjadi bagian dari upaya diplomasi multilateral yang konsisten dijalankan sejak era awal kemerdekaan.

Rekam Jejak Indonesia di PBB

Indonesia bukan pendatang baru dalam dinamika PBB. Sepanjang sejarah, Indonesia telah beberapa kali dipercaya menjadi anggota tidak tetap DK PBB, terakhir pada periode 2019–2020. Pada masa itu, Indonesia dikenal aktif mendorong pendekatan dialogis, termasuk dalam isu Palestina, Myanmar, dan penanganan dampak pandemi terhadap perdamaian serta keamanan. Konsistensi Indonesia dalam mengedepankan solusi damai dan kerja sama internasional menjadi modal utama dalam pencalonan kali ini.

Selain pengalaman sebagai anggota tidak tetap, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB. Ribuan personel TNI dan Polri telah dikerahkan dalam berbagai misi, mulai dari Lebanon, Kongo, hingga Afrika Tengah. Kontribusi nyata ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya berbicara soal perdamaian, tetapi juga hadir langsung di lapangan.

Posisi Indonesia dalam Isu Global

Dalam pencalonannya, Indonesia menekankan sejumlah prioritas, antara lain penguatan multilateralisme, penyelesaian konflik secara damai, reformasi tata kelola PBB, serta penanganan isu lintas batas seperti terorisme, perubahan iklim, dan keamanan siber. Indonesia juga mendorong keterlibatan negara berkembang dalam pengambilan keputusan global, sejalan dengan prinsip bebas aktif yang selama ini dipegang dalam politik luar negeri.

Pencalonan ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pengamat hubungan internasional yang menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menduduki kursi tersebut. Modal utamanya adalah jaringan diplomatik yang luas, posisi sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, serta reputasi sebagai negara yang relatif netral dan tidak memihak blok tertentu. Namun, persaingan tetap ketat karena beberapa negara lain di kawasan juga berpotensi mencalonkan diri.

Tantangan dan Dinamika Diplomasi

Menjadi anggota tidak tetap DK PBB bukan tanpa tantangan. Dewan Keamanan kerap dihadapkan pada kebuntuan akibat veto anggota tetap, terutama dalam isu-isu besar seperti konflik di Gaza, Ukraina, dan Sudan. Negara anggota tidak tetap memiliki ruang terbatas, tetapi tetap dapat memainkan peran penting melalui mediasi, penyusunan resolusi, dan pengaruh moral di forum internasional. Bagi Indonesia, posisi ini menjadi kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang serta memperkuat arsitektur perdamaian regional.

Proses pencalonan akan melalui sejumlah tahapan, termasuk kampanye diplomatik di ibu kota negara-negara anggota PBB dan dukungan dari kelompok kawasan Asia-Pasifik. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang, dengan syarat dukungan minimal dua pertiga suara anggota Majelis Umum PBB yang hadir dan memberikan suara. Indonesia perlu memastikan konsistensi sikap, kehadiran aktif dalam misi perdamaian, serta diplomasi yang inklusif untuk meraih kepercayaan komunitas internasional.

Pencalonan ini juga menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat peran di panggung global, sejalan dengan visi poros maritim dunia dan diplomasi ekonomi yang digencarkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan rekam jejak panjang dan komitmen terhadap multilateralisme, Indonesia berupaya meyakinkan dunia bahwa kehadirannya di DK PBB akan membawa kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas internasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter