09, 2026
Politik

Waka Komisi I DPR Minta Pihak Lindungi Markas Judol di Rumdin TNI Ditelusuri

Rumah dinas di KPAD Cijantung diduga jadi markas judi online. Komisi I DPR minta pengusutan tuntas, termasuk pihak yang melindungi kegiatan tersebut]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Waka Komisi I DPR Minta Pihak Lindungi Markas Judol di Rumdin TNI Ditelusuri

Wakil Ketua Komisi I DPR Desak Penyelidikan Tuntas Dugaan Lindungi Markas Judol di Rumah Dinas TNI

Seorang wakil ketua Komisi I DPR RI menegaskan perlunya penyelidikan tuntas terkait dugaan adanya markas kejahatan judi online (judol) yang beroperasi di dalam lingkungan rumah dinas (rumdin) Tertentu. Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya informasi yang menyebutkan bahwa kegiatan ilegal tersebut dilindungi oleh pihak-pihak tertentu di dalam institusi militer.

Dalam keterangannya, wakil ketua Komisi I yang tidak mau disebutkan namanya secara tegas menunt agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan tersebut. Menurutnya, jika informasi tersebut benar, maka ini merupakan hal yang sangat serius dan mencoreng citra institusi TNI yang seharusnya menjadi pelindung bangsa.

"Kami dari Komisi I meminta agar penyelidikan dilakukan secara tuntas dan transparan. Jika benar ada praktik penyelundupan narkoba atau kejahatan lainnya di dalam lingkungan TNI, maka ini harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar politisi tersebut.

Dugaan Operasional Judi di Area Terlarang

Berdasarkan informasi yang beredar, markas judi online tersebut dikatakan telah beroperasi selama beberapa bulan terakhir di sebuah rumah dinas yang merupakan milik seorang perwira tinggi TNI. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat kediaman resmi dan aman justru diduga menjadi pusat operasional kegiatan ilegal yang meresahkan masyarakat.

Sumber yang dekat dengan investigasi menyebutkan bahwa kegiatan judi tersebut melibatkan beberapa pihak, termasuk oknum dari dalam institusi TNI. Diduga bahwa oknum tersebut memberikan perlindungan dan memfasilitasi operasional judi online tersebut agar dapat berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak berwajib.

"Kami mendapatkan informasi bahwa ada transaksi mencurigakan yang terjadi di area tersebut. Ada beberapa kendaraan yang sering datang dan perlu pada malam hari dengan penumpang yang tidak jelas identitasnya. Ini mencurigakan karena pola kendaraan seperti itu biasanya terkait dengan kegiatan ilegal," jelas seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Reaksi dari Pihak TNI

Sementara itu, pihak TNI secara resmi belum memberikan komentar resmi mengenai dugaan tersebut. Namun, sejumlah sumber internal menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan verifikasi informasi yang beredar. Jika benar adanya, maka tindakan tegas akan segera diambil sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam tubuh militer.

Kepala Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Ahmad Riad membenarkan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi terkait isu yang sedang viral di masyarakat. "Kami sedang melakukan verifikasi. Jika ternyata ada temuan yang valid, pasti akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur," kata Ahmad Riad saat dihubungi secara terpisah.

Tuntutan Keterbukaan dan Transparansi

Demikian juga dengan Komisi III DPR yang membidangi hukum dan HAM menyatakan akan mengawal proses penyelidikan ini. Wakil ketua Komisi III, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan perlunya adanya keterbukaan dari pihak aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini.

"Kasus ini harus menjadi contoh bahwa tidak ada yang di atas hukum. Baik itu sipil maupun militer, jika terbukti terlibat dalam kejahatan, maka harus diproses sesuai hukum. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini," ujar Sufmi.

Sementara itu, aktivis anti korupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri juga menyoroti dugaan adanya keterlibatan oknum TNI dalam kegiatan judi online. Menurutnya, kasus ini menunjukkan adanya praktik penyelundupan yang terorganisir di dalam institusi militer.

"Ini sangat memprihatinkan. Jika benar ada jaringan di dalam TNI yang melindungi kejahatan, maka ini menunjukkan adanya penyimpangan yang sangat serius. Kami meminta agar penyelidikan dilakukan secara independen dan melibatkan berbagai pihak agar hasilnya objektif," kata Febri.

Kronologi Penemuan Bukti

Informasi tentang adanya markas judi di rumah dinas TNI pertama kali beredar di media sosial beberapa waktu lalu. Beberapa warga sekitar melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut, termasuk adanya mobil-mobil mewah yang sering datang dan perlu pada malam hari.

Berdasarkan laporan warga, pihak kepolisian setempah sempat melakukan penyelidikan awal. Namun, upaya tersebut terhambat oleh beberapa faktor, termasuk adanya tekanan dari pihak-pihak yang tidak jelas identitasnya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa oknum TNI turut campur dalam menghambat proses penyelidikan tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi lebih lanjut dengan mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan dari saksi-saksi yang ada. Polisi juga mengaku telah meminta bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menyelidiki dugaan adanya jaringan lintas institusi yang terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut.

Dengan dugaan yang semakin kuat, tekanan dari berbagai pihak terus diberikan agar kasus ini ditindaklanjuti secara tuntas. Komisi I dan Komisi III DPR bersama sejumlah aktivis telah bersepakat untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa proses hukum berjalan adil dan transparan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter