25, 2026
Politik

Video: Dukung MBG, Menteri KKP Bangun 40 Ribu Budi Daya Ikan Mini RAS

Menteri KKP Bangun 40 Ribu Budi Daya Ikan Mini RAS Untuk Dukung MBG]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Dukung MBG, Menteri KKP Bangun 40 Ribu Budi Daya Ikan Mini RAS

Menteri KKP Bangun 40 Rribu Kandang Budidaya Ikan Mini RAS untuk Dukung MBG

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengumumkan rencana pembangunan 40 ribu unit sistem budidaya ikan terintegrasi mini Recirculating Aquaculture System (mini RAS) di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Masyarakat Binaan Gotong Royong (MBG) yang digalakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petambak udang.

Tinjauan Teknis Mini RAS

Sistem mini RAS merupakan teknologi budidaya ikan modern yang memungkinkan produksi ikan secara intensif dengan memanfaatkan kembali air secara berulang kali. Sistem ini dilengkapi dengan filter mekanis, biologis, dan kimia yang menjaga kualitas air tetap optimal untuk pertumbuhan ikan. Keunggulan utama mini RAS adalah efisiensi penggunaan air yang mencapai 95% dan produksi yang dapat mencapai 5 ton per unit per tahun.

Dalam keterangannya, Menteri Sakti menjelaskan bahwa mini RAS dirancang khusus untuk skala mikro dan kecil, sehingga dapat diakses oleh kelompok masyarakat yang sebelumnya belum terlayani oleh sistem budidaya skala besar. "Kami ingin memberdayakan nelayan dan petani udang dengan teknologi yang mudah dikelola namun efektif dalam meningkatkan produksi," ujarnya.

Target dan Penyebaran Program

Program ini bertujuan untuk membangun 40 ribu unit mini RAS dalam tiga tahun ke depan. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dimana tahun pertama menargetkan 10 ribu unit, tahun kedua 15 ribu unit, dan tahun ketiga 15 ribu unit. Lokasi penyebaran akan difokuskan pada daerah-daerah potensi perikanan yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi budidaya modern.

Masing-masing unit mini RAS akan dibangun dengan biaya sekitar Rp15 juta per unit, yang sebagian besar dibiayai melalui dana APBN, APBD, serta dukungan dari kementerian/lembaga terkait. Penerima manfaat akan mendapatkan pelatihan teknis, bantuan bibit ikan pilihan, serta pendampingan selama enam bulan setelah pembangunan.

Dukungan terhadap MBG

Program mini RAS ini merupakan implementasi konkret dari dukungan pemerintah terhadap program MBG. MBG sendiri merupakan inovasi pemerintah dalam pendekatan pembangunan berbasis masyarakat dengan fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi kelompok rentan termasuk nelayan, petambak udang, dan kelompok pesisir lainnya.

"Dengan adanya mini RAS, kami yakin kesejahteraan nelayan dan petambak udang akan meningkat secara signifikan. Mereka tidak lagi bergantung pada hasil tangkapan alam yang semakin menurun, tetapi dapat menghasilkan ikan secara terus-menerus dan stabil," tambah Menteri Sakti.

Perspektif Ekonomi dan Lingkungan

Dari sisi ekonomi, program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerma baru di sektor perikanan, mengurangi ketergantungan terhadap impor ikan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Diperkirakan setiap unit mini RAS dapat memberikan omzet bulanan sebesar Rp10-15 juta dengan keuntungan bersih sekitar 30-40%.

Secara lingkungan, penggunaan mini RAS dianggap lebih ramah dibandingkan sistem budidaya konvensional yang sering kali menyebabkan degradasi lingkungan akibat penggunaan air bersih secara masif dan limbah yang tidak terkelola dengan baik. Sistem mini RAS mengurangi penggunaan air dan mengolah limbah menjadi hasil yang dapat dimanfaatkan kembali.

Tantangan dan Solusi

Meski memiliki potensi besar, implementasi program ini tidak terlepas dari tantangan seperti keterbatasan akses listrik di beberapa daerah pesisir, keterbatasan pemahaman teknologi bagi masyarakat, serta masalah pasca panen dalam penyaluran produk. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan bekerja sama dengan BUMN, koperasi, serta lembaga pendidikan vokasi untuk memberikan pendampingan yang komprehensif.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik hemat energi dan pusat pengolahan hasil perikanan (PHPI) mini di setiap kabupaten/kota sebagai penunjang keberlanjutan program ini.

Komitmen Jangka Panjang

Menteri KKP menegaskan bahwa program mini RAS bukanlah program jangka pendek, melainkan komitmen jangka panjang untuk transformasi sektor perikanan Indonesia. "Kami ingin menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat global. Dengan dukungan teknologi seperti mini RAS, kita dapat mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang maju," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter